Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Pada Perguruan Tinggi di Kota Palembang Siti Rohima; Syirod Saleh; Rasyida Pertiwi
Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Vol 4, No 1 (2023): Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jscs.v4i1.113

Abstract

Perguruan Tinggi identik dengan kehidupan Kampus yang merupakan salah satu lembaga pendidikan   pusat peradaban dan pembentukan manusia berpendidikan. Perguruan Tinggi salah satu lembaga pendidikan  yang rawan terjadi kekerasan seksual.  Kekerasan seksual di Perguruan Tinggi memberikan citra buruk dan mencoreng dunia Pendidikan Indonesia.  Selama ini banyak laporan kasus kekerasan seksual berakhir damai, tidak sedikit pula laporan yang diproses hingga berbulan-bulan, tetapi tidak menemukan titik terang. Perlu adanya sosialisasi peraturan yang dapat dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa/i tentang kekerasan seksual.  Hadirnya PERMENDIKBUDRISTEK No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dan UU no 30 tahun 2022 tentang kekerasan seksual seharusnya dapat dijadikan sarana  dan payung hukum bagi para penyintas/korban dan segenap pihak yang  terkait. Peraturan ini menjadi sebuah langkah maju, agar  pimpinan Perguruan Tinggi bisa mengambil langkah tegas menyikapi setiap laporan dengan berperspektif pada perlindungan korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya memberikan sosialisasi tentang PERMENDIKBUDRISTEK dan UU yang berkaitan dengan kekerasan seksual. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Perguruan Tinggi di Kota Palembang. Khalayak sasaran adalah mahasiswa dan mahasiswi sebanyak 37 orang dengan tingkat pemahaman rata-rata sebesar 86,2 persen.
Edukasi Internet Sehat bagi Anak Usia Dini di Kota Palembang Alghifari Mahdi Igamo; Azwardi Azwardi; Liliana Liliana; Rasyida Pertiwi; Waldi Novi Yarsah
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.951

Abstract

Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada memberikan edukasi internet sehat kepada anak-anak usia dini di Kota Palembang, di era digital yang semakin berkembang, penggunaan internet oleh anak-anak telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka. Namun, penggunaan yang tidak terpantau dapat menimbulkan risiko, dan oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang cara menggunakan internet dengan bijak. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan cara penyuluhan terkait edukasi internet sehat yang disesuaikan dengan pemahaman anak-anak. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman anak-anak usia dini di Kota Palembang tentang risiko dan manfaat internet serta kemampuan mereka dalam menjelajahi dunia digital dengan lebih bijak dan aman serta diharapkan anak-anak usia dini di Kota Palembang akan mampu mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan internet secara positif dan mendukung perkembangan mereka yang sehat.
Penguatan Motivasi Dan Edukasi Penggalian Potensi Talent Scounting  Santri Pondok Pesantren Dalam Upaya Pemberantas Kemiskinan Vinny Dwi Melliny; Anna Yulianita; Rasyida Pertiwi; Muhammad Teguh
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat motivasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengedukasi santri pondok pesantren dalam menggali potensi diri melalui pendekatan Talent Scouting sebagai strategi pendukung pemberantasan kemiskinan. Sasaran kegiatan adalah 30 santri perempuan Pondok Pesantren Az-Zahra Palembang. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan, pelatihan peningkatan motivasi, penggalian bakat dan minat, serta evaluasi melalui kuesioner. Materi yang diberikan mencakup pengembangan soft skill dan hard skill, pemaparan kisah inspiratif study abroad, pengenalan program student exchange, serta teknik identifikasi potensi diri secara sederhana dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memperoleh tingkat kepuasan peserta di atas 93 persen, yang mencerminkan peningkatan pemahaman santri terhadap pentingnya motivasi, pengembangan potensi, dan perencanaan masa depan. Santri menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali bakat dan minat serta keberanian untuk merencanakan langkah konkret dalam pendidikan dan karier. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan santri berbasis pesantren yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Gender-related indicators and income per capita across Indonesian provinces Melliny, Vinny Dwi; Pertiwi, Rasyida; Aini, Halia Butra
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ppd.v14i2.38077

Abstract

Gender inequality remains a persistent challenge in Indonesia, characterized by substantial disparities in women's labor-force participation, educational attainment, and economic outcomes. This study investigates the relationship between gender-related indicators and provincial income per capita across 34 Indonesian provinces during 2017–2021. Using balanced panel data and panel regression analysis, the Common Effects Model (CEM) was selected as the preferred estimation approach based on the Chow, Hausman, and Breusch–Pagan Lagrange Multiplier tests. The results indicate that male life expectancy, male average years of schooling, male expenditure, female labor-force participation, and economic growth are positively and significantly associated with provincial income per capita. In contrast, female average years of schooling and female expenditure exhibit negative, statistically significant coefficients, suggesting that improvements in female human capital and household welfare have not yet translated into higher regional income, possibly because of labor-market segmentation, occupational mismatch, and unequal access to productive employment. The findings also show that the inclusion of female-related variables substantially improves the model's explanatory power, while economic growth does not materially alter the estimated relationships. These results highlight the importance of complementing investments in women's education with policies that facilitate their integration into productive labor markets. Strengthening the alignment between education and labor-market demand, expanding employment opportunities for women, and enhancing the implementation of gender-responsive budgeting are essential to promoting more inclusive and sustainable regional economic development in Indonesia.
EDUKASI PENGEMBANGAN EKONOMI KELUARGA BERBASIS MOMPRENEUR DI KOTA PALEMBANG Azwardi Azwardi; Alghifari Mahdi Igamo; Sukanto Sukanto; Rasyida Pertiwi; Bambang Bemby
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Volume 3, No 2 Oktober 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v3i2.850

Abstract

Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga pada perekomian khususnya ekonomi keluarga, merumahkan beberapa pekerja yang notabenya adalah kepala keluarga yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah maupun kondisi perusahaan yang tidak baik menyebabkan turunnya penghasilan keluarga sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menyelesaikan permasalahan terseebut tidak hanya peran kepala keluarga yang dibutuhkan namun peran ibu rumah tangga juga sangat penting, ibu rumah tangga dapat membantu kepala keluarga mencari penghasilan tambahan, tugas ibu rumah tangga seperti memasak dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan keluarga. Ibu rumah tangga yang aktif mencari tambahan penghasilan namun tetap menjalankan perannya di rumah dikenal dengan istilah Mompreneur. Pembinaan mengenai pengembangan ekonomi keluarga berbasis mompreneur akan meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga mengenai aktivitas yang dapat dilakukan untuk menambah penghasilan keluarga dengan memanfaatkan tugas ibu rumah tangga yang biasa dilakukan.
Measuring Economic Resilience Across Selected economies: A Multidimensional Entropy Weight Approach and GIS-Based Spatial Analysis Rasyida Pertiwi; Ahmad Syaifullah; Vinny Dwi Melliny; Tri Wahyuni
SRIWIJAYA INTERNATIONAL JOURNAL OF DYNAMIC ECONOMICS AND BUSINESS SIJDEB, Vol. 10, No. 2, June 2026
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/sijdeb.v10i2.131-148

Abstract

This study measures and compares economic resilience across 17 selected economies from 2015 to 2024 by constructing a multidimensional Economic Resilience Index (ERI). The index consists of nine indicators covering seven dimensions: economic, human, labour-market, financial, institutional, structural, and external capacities. Using secondary panel data, the ERI is developed through the Entropy Weight Method (EWM), while GIS analysis visualizes geographical differences and changes in resilience between 2015 and 2024. The results reveal substantial variation in resilience levels and dynamics across economies. Domestic Credit to the Private Sector receives the highest entropy weight, followed by Control of Corruption, Employment to Population Ratio, and Government Effectiveness, indicating the importance of financial, institutional, and labour-market factors. Based on the average ERI for 2015–2024, the United Arab Emirates records the highest resilience, followed by South Korea and Saudi Arabia. However, Saudi Arabia shows the largest improvement over the period, while Brazil experiences the greatest decline. GIS results further highlight clear geographical disparities in resilience. Overall, the findings confirm the multidimensional nature of economic resilience and underline the importance of stronger financial systems, institutions, labour markets, and productive structures for long-term economic adaptability. These results provide useful evidence for policymakers designing resilience-oriented development strategies globally.