Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Terapi Herbal Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir Lia Mayang Sari Sijabat; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Evawany Yunita Aritonang; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, dll. Penanganan non-farmakologis, termasuk terapi herbal jus tomat menjadi suatu alternatif yang baik karena efek samping yang minimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy-Experiment Pretest-Postest Non-Equivalen With Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir, dengan total sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok Kontrol yang dipilih dengan menggunakan Teknik simple random sampling, data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji statistic T-test. Terdapat perbedaan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan dengan nilai P-Value sistol 0,000 dan P-Value diastole 0,000 dan nilai rerata selisih sistol kelompok kontrol dan intervensi adalah 13,73, pada diastol 4,69. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi herbal jus tomat memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. sehingga jus tomat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan non-farmakologis dalam manajemen hipertensi.
Pengaruh Terapi Herbal Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Yeriska Aprillina; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47931

Abstract

Abstrak Kadar asam urat yang tinggi pada penderita gout arthritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi herbal daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest, melibatkan 62 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi terapi air rebusan daun salam dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata kadar asam urat menurun dari 10,87 mg/dL menjadi 7,90 mg/dL. Terapi daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat melalui kandungan flavonoid dan efek diuretiknya. Penelitian ini mendukung penggunaan terapi herbal sebagai pendekatan non-farmakologis dalam keperawatan komunitas.Kata Kunci: terapi herbal, daun salam, asam urat, keperawatan komunitas, gout arthritis. Abstract High uric acid levels in gout arthritis patients are a significant health issue, particularly in the working area of Sibolangit Health Center, Deli Serdang Regency. This study aimed to analyze the effect of bay leaf herbal therapy on reducing uric acid levels. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest was applied, involving 62 respondents divided into intervention and control groups. The intervention group received boiled bay leaf water therapy twice daily for 14 days. Results showed a more significant decrease in uric acid levels in the intervention group compared to the control. The average uric acid level decreased from 10.87 mg/dL to 7.90 mg/dL. Bay leaf therapy proved effective in reducing uric acid levels due to its flavonoid content and diuretic effects. This study supports the use of herbal therapy as a non-pharmacological approach in community nursing. Keywords: herbal therapy, bay leaf, uric acid, community nursing, gout arthritis.
Pengaruh Intervensi Supportive Educative Berbasis Keluarga Terhadap Perubahan Status Gizi dan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalifah Irma Yuni; Siti Zahara Nasution; Riswani Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48888

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru (TB paru) berdampak serius terhadap kualitas hidup dan status gizi penderitanya. Pendekatan edukatif berbasis keluarga dinilai efektif dalam mendukung proses pemulihan pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi supportive educative berbasis keluarga terhadap perubahan status gizi dan kualitas hidup pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalifah. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design, melibatkan 62 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai kualitas hidup (p = 0,000) dan IMT (p = 0,002) setelah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Hasil ini membuktikan bahwa intervensi supportive educative berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan status gizi dan kualitas hidup pasien TB paru. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas di pelayanan kesehatan primer guna mendukung program eliminasi tuberkulosis nasional.
Organizational Citizenship Behavior dan Budaya Keselamatan Pasien dengan Kepuasan Kerja Perawat Yulina Sari Siregar; Diah Arruum; Riswani Tanjung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53465

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan komponen penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan budaya keselamatan pasien merupakan faktor yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan OCB dan budaya keselamatan pasien dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 61 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner OCB, HSOPSC dan JSS. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB tidak memiliki hubungan dengan kepuasan kerja perawat dan budaya keselamatan pasien memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan kerja (p = 0,004). Analisis multivariat menunjukkan kerjasama tim lintas unit sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi kepuasan kerja perawat, dengan nilai p = 0,015 dan OR = 5,962. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien, khususnya kerja tim lintas unit, berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat. Penguatan koordinasi lintas unit dan peningkatan kolaborasi antartim direkomendasikan untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mutu pelayanan di rumah sakit.
Pengaruh Intervensi Manajemen Diri Berbasis Peningkatan Self-Efficacy Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Tafrina Ginting; Evi Karota; Riswani Tanjung; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58143

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu pendekatan penting adalah intervensi manajemen diri berbasis peningkatan self-efficacy agar pasien mampu menjalankan perilaku perawatan mandiri secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 76 pasien DM tipe II dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=38) di Puskesmas Binjai Kota dan kelompok kontrol (n=38) di Puskesmas Rambung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 272,34 mg/dL menjadi 190,97 mg/dL (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol hanya berubah dari 269,34 mg/dL menjadi 267,92 mg/dL (p=0,788). Uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,001). Simpulan yaitu intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi keperawatan di layanan kesehatan primer. Kata kunci: self-efficacy, manajemen diri, diabetes melitus, kadar glukosa darah