Articles
KAJIAN TEKNIS LAMPU LED TYPE TABUNG DIBANDINGKAN DENGAN LAMPU TL
Slamet, Puji;
Budiono, Gatut
JHP17 (Jurnal Hasil Penelitian) Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Judging from the development, the lights have undergone significantchanges. LED lamp is a very good product in overcoming the problems ofenergy saving electricity. How much savings compared to the use of LEDfluorescent lamp seems still makes a question that needs to be a research studyto find out. Located at the Faculty of Engineering, University of SurabayaAugust 17, 1945 we conducted research on how much the savings generated bythe use of multiple LED lamps compared to the use of multiple fluorescent lampin a room. The method used in the process of this study is to compare lampuTLand LED lights related to the intensity of the lighting, large power absorbed byeach lamp and how much difference the energy used existing fluorescent lampand LED lights that each sampled two types of lamps , Namely Tl lamps withpower 18 W and 36 W and LED lamp with a power of 10 W and 20 W. Theresults obtained in this study is that the intensity of lighting some LED lights1x20 Watt higher than with some fluorescent lamp 1x36 Watt, some lightingintensity LED lights 2x10 Watt higher than with some fluorescent lamp 2x18Watt. Meanwhile, when viewed from the use of electrical power, the electricalpower several LED lights 1x20 Watt is lower than the electric power severalfluorescent lamp 1x36 Watt and some electric power 2x10 Watt LED light islower than the electric power several fluorescent lamp 2x18 Watt. To review theuse of Energy showed that electrical energy consumption (KWH) a few LEDlamps (1x20 Watt) is lower than KWH a few fluorescent lamp (1x136 Watt) andelectrical energy consumption (KWH) a few LED lamps (2x10 Watt) lower thanKWH some TL lamps (2x18 Watt). The use of LED lamps in terms of someaspects of it can be instrumental in saving power consumption and electricalenergy.Keywords: LED lights, lamps TL, savings
Peramalan Jangka Panjang Beban Listrik Sektor Rumah Tangga di Jawa Timur Menggunakan Metode Trend Proyeksi dan Regresi Linier
Afinda, Yufino Enggar;
Budiono, Gatut
Elsains : Jurnal Elektro Vol 2 No 1 (2020): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/elsains.v2i1.4012
Kebutuhan energi listrik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang berbanding lurus dengan terus bertambahnya jumlah masyarakat. Untuk memenuhi semua permintaan listrik masyarakat maka PT. PLN perlu melakukan pengembangan sistem kelistrikan. Melakukan peramalan kebutuhan listrik merupakan salah satu cara untuk mengetahui kebutuhan listrik masyarakan dimasa depan sehingga dapat diketahui apakah dengan pambangkit yang ada masih bisa memenuhi kebutuhan tersebut ataukah perlu adanya penambahan mebangkit. Pada penelitian ini, dilakukan peramalan menggunakan dua metode yaitu Trend proyeksi dan Regresi Linier dengan membandingkan kedua metode tersebut untuk mendapatkan metode terbaik. Peramalan ini dilakukan untuk mengetahui keadaan jumlah pelanggan dan daya tersambung sektor rumah tangga di Provinsi Jawa Timur. Data yang digukanakan diperoleh dari RUPTL PLN JawaTimur 2020-2035 dan data kependudukan dari website BPS Jawa Timur. Ketepatan peramalan dievaluasi menggunakan MAPE. Hasil dari penelitian ini didapatkan untuk metode Trend Proyeksi MAPE sebesar 1.33% pada peramalan jumlah pelanggan dan 1.49% pada peramalan daya tersambung, sedangkan untuk metode Regresi Linier MAPE sebesar 0.717% pada peramalan jumlahpelanggan dan 0.739% pada peramalan daya tersambung. Kata kunci : jawa timur, peramalan, regresi linier, trend proyeksi
Analisa Pembebanan Transformator di PT.Henson Farma
Afriyan, Viky;
Wardani, Ayusta Lukita;
Gatut Budiono, Gatut Budiono
Elsains : Jurnal Elektro Vol 2 No 2 (2020): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/elsains.v2i2.4772
Di dalam suatu pembebanan transformator diharapkan nilai pembebanannya tidak melebihi standard yang ditetapkan, yaitu 80%. Pada pembebanan transformator diharapkan nila pembebanannya di masing-masing fasa (S,R,dan T) seimbang. Bila terjadi ketidak seimbangan beban maka nilainya tidak boleh melebihi 2%. Akibat adanya ketidak seimbangan beban maka timbullah arus di penghantar netral. Arus yang terdapat pada netral membuat terjadinya losses. Setelah melakukan analisis transformator di PT Henson Farma pada saat beban puncak persentase pembebanannya sebesar 60,2% (dibawah standard spln) dan nilai ketidak seimbangan beban yang pada beban puncak sebesar 0,33 %(dibawah standart spln). Namun di beberapa mdp nilai ketidakseimbangannya melebihi standard. Nilai Losses dipenghantar netral sebesar 1,4265 Kw dan terdapat derating trafo sebesar 2 kva atau 1,8 Kw.
Rancang Bangun Alat Penjernih Air Berbasis PLC
budiono, gatut
Elsains : Jurnal Elektro Vol 1 No 1 (2019): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/elsains.v1i1.1858
Air merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bagi manusia air berperan dalam kegiatan pertanian, industri dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Perkembangan industri dan pemukiman yang dapat menyebabkan kelestarian air bersih terancam. Diperlukan pengelolaan air agar terjadi keseimbangan dalam kebutuhan manusia. Maka dari itu dibutuhkan alat untuk penjernih air. Pada penelitian ini alat penjernih air berbasis PLC digunakan untuk membantu mengurangi air keruh dan memanfaatkannya dalam kebutuhan sehari-hari. Sehingga dapat mengurangi efisiensi terhadap air bersih. Konsep alat ini memanfaatkan proses sirkulasi secara bertahap dan melewati berbagai proses untuk menghasilkan air bersih. Berawal dari air keruh (raw water) yang didorong menuju proses koagulasi, lalu di aduk dan di dorong oleh mixer sehingga air terdorong menuju proses sedimentasi. Di proses sedimentasi air perlahan naik dan menuju ke proses filtrasi. Dan hasil dari proses filtrasi ini yang nantinya akan di manfaatkaan sebagai air bersih. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pengujian tingkat kekeruhan pada air sumur, air kolam dan air sungai. Didapat tingkat kekeruhannya masing-masing sebesar 5 NTU, 8 NTU dan 10 NTU. Kata Kunci : Rancang Bangun, Penjernih air, PLC, Selenoid Valve, Sensor LDR,
Audit Sistem Pencahayaan dan Sistem Pendingin Ruangan dalam Upaya Efisiensi Energi Listrik di Gedung Perkantoran PT. Varia Usaha Beton Plant Tambakoso Waru
Abidin, Moch Fajar;
Budiono, Gatut;
Hariadi, Balok;
Setyadjit, Kukuh;
Yuliananda, Subekti
Elsains : Jurnal Elektro Vol 3 No 2 (2021): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/elsains.v3i2.5991
Gedung perkantoran merupakan salah satu bangunan yang mengonsumsi energi listrik cukup tinggi. Pada umumnya sistem pencahayaan dan sistem pendingin ruangan adalah faktor penyebab dari kurang efisien dalam pemanfaatan energi listrik pada gedung Kantor Pusat PT. Varia Usaha Beton. Berdasarkan Permen ESDM Republik Indonesia No. 13 Tahun 2012 mengenai penghematan pemakaian tenaga listrik, maka perlu dilakukan managemen energi listrik agar intensitas konsumsi energi listrik dapat termanagemen dengan baik dan bisa lebih efisien. Pada penelitian ini dilakukan audit sistem pencahayaan dan sistem pendingin ruangan dan pada penelitian ini menggunakan metode audit energi dengan menghitung nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) untuk proses efisiensi energi listrik. Dari perhitungan audit energi awal didapat hasil nilai IKE pada gedung kantor pusat PT. Varia Usaha Beton sebesar 254,68 kWh/m2/tahun, nilai tersebut melebihi standar dari ASEAN-USAID sebesar 240 kWh/m2/tahun. Setelah dilakukan konservasi energi dengan cara mengganti lampu CFL ke LED pada sistem pencahayaan dan menggunakan AC inverter pada sistem pendingin ruangan didapat hasil nilai IKE setelah dilakukan konservasi yaitu sebesar 229,7 kWh/m2/tahun. Nilai tersebut tergolong efisien karena dibawah standar ASEAN-USAID.
Audit Kinerja Sistem Informasi Manajemen Pemeliharaan Unit Pembangkit Listrik Berbasis CobIT Domain
Gatut Budiono
Jurnal EECCIS Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (98.797 KB)
Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pemeliharaan Unit Pembangkit merupakan salah satu tool pendukung untuk memaksimalkan sistem dokumen manajemen perencanaan pemeliharaan unit pembangkit dimana review-review pemeliharaan yang telah lalu dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan untuk perencanaan pemeliharaan selanjutnya.Dalam rentang waktu beberapa tahun, tentu saja dimungkinkan terjadi penyesuaian-penyesuaian seiring terus bertambahnya umur dari unit pembangkit listrik dan arus perkembangan teknologi informasi maupun perubahan kebijakan yang ada di PT PJB sebagai konsekuensi yang harus diterima.Dalam pembahasan ini pengukuran SI menggunakan acuan kerangka kerja CobIT dan hanya dibahas 1 domain dari 4 domain yang ada di CobIT, yaitu Monitor and Evaluate (ME).Kata Kunci—PT. PJB, CobIT, Monitor and Evaluate.
Analisa Koordinasi Proteksi Feeder Lakarsantri pada Transformator II 50 MVA GIS Karangpilang
Reza Sarwo Widagdo;
Gatut Budiono;
Hadi Tasmono
Jurnal FORTECH Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.853 KB)
|
DOI: 10.56795/fortech.v2i2.206
In the event of a short circuit interruption it is still very worrying where there are still many problems with protection equipment that does not work properly. In field conditions, the transformer at GIS Karangpilang often fails to disconnect the feeder. Based on this incident, it will be discussed how to coordinate the relay between incoming and Lakarsantri feeders. The calculation results from the working time of the relay feeder are 0.3 seconds with the working time on the incoming part being 0.68 seconds. Based on data from GIS Karangpilang, the working time of the relay in the feeder section was 0.41 seconds and 0.69 seconds in the incoming section with a fault current of 4.5 kA showing good results. In the short circuit simulation results, the manual calculation data and the data obtained from the Karangpilang GIS are not much different, where the working time of the relay feeder is 0.11 seconds faster than the incoming working time, with a time of 0.7 seconds which is in accordance with the relay settings.
KAJIAN TEKNIS UNEVEN LIGHTING PADA PEMASANGAN PJU
Puji Slamet;
Gatut Budiono
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/je-unisla.v8i1.990
The quality of lighting in Public Street Lighting greatly affects the comfort of road users. The unevenness of public street lighting (PJU) which can trigger accidents is influenced by several factors including the width of the road, the height of the poles, the distance between the PJU lamp power poles and the light angle. The width of the road and the height of the poles affect the maximum distance that can be reached by the PJU. The distance between the poles determines the width of the dark position that occurs and the power of the lights. The Uneven Lighting Technical Study on PJU installation in this study was carried out by simulating using PJU S09 RUSH Series lights from the BANDDEL brand with a power of 90 Watt, and the pole height was made variable from 7.5 meters, 8 meters and 9 meters, the distance between the poles was 40 meters and the width walk 6 meters. The results showed that at a pole height of 9 meters, the lighting unevenness occurred at a distance of 18 m from each pole with a lighting intensity value of 7.38 Lux. For a pole height of 8 meters, the lighting unevenness was obtained at a distance of 15 to 18 meters The value of lighting intensity is 6.8 to 7.7 lux from each pole. Whereas at a pole height of 7.5 meters, the light inequality value is obtained at a distance of 15 to 18 meters with a lighting intensity value between 4.68 to 8.09 Lux.
Pemanfaatan Solar Cell sebagai Sumber Daya Pengendali Ekosistem Tambak Udang
Titin Hamidah;
Yuli Dwi Setyawan;
Niken Adriaty Basyarach;
Gatut Budiono
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menggunakan empat bagian utama, bagian pertama yaitu solar cell 200 WP untuk sumber utama dari energi matahari menjadi tegangan awal DC, bagian kedua yaitu control charger sebagai switcher pada baterai atau penyimpanan daya dan ke beban yang dihasilkan dari solar cell tersebut, bagaian ketiga yaitu inverter salah satu pengubah bagian tegangan DC dari baterai ke AC, serta bagian keempat yaitu beban ( pompa air dan pemberi pakan otomatis ). PLC ( Programmable Logic Controller ) sebagai pengontrol dengan bantuan solenoid yang akan menggerakan pintu pada pompa air dan pakan secara otomatis. Inputan yang digunakan adalah sensor suhu (PT 100) yang berfungsi sebagai indikator suhu pada tambak yaitu 24º-35º C dan sekaligus membuka pintu pompa ketika suhu air diatas 35º C dan akan menggerakan pakan otomatis ketika suhu dibawah 24º C, sensor kejernihan air (Turbidity Sensor) sebagai indikator kekeruhan air yang disebabkan akibat dispersi sinar matahari dimana sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup udang didalam air, adapun batas normal kekeruhan air pada tambak udang yaitu 800 NTU. Sensor ini akan menggerakan pakan otomatis ketika kekeruhan air diatas 800 NTU. Selain dari inputan tersebut, PLC juga akan mengontrol pakan otomatis, dimana pakan otomatis akan bekerja setiap 3 hari sekali dengan sekali pemberian makan udang.
Analisis Susut Daya pada Penyulang Wiratno PT. PLN UP3 Surabaya Utar
Krisna Syaputraa;
Gatut Budiono;
Izzah Aula Wardah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Aliran energi listrik yang disalurkan tidak sebanyak energi yang dipindahkan, menyebabkan PT PLN mengalami kerugian biaya karena kehilangan energi yang tidak dapat dijual kepada konsumen. Dengan pertumbuhan populasi dan perkembangan infrastruktur yang pesat, kebutuhan akan listrik meningkat, mengakibatkan peningkatan arus beban dan menyebabkan susut daya listrik. Fenomena ini terjadi saat energi listrik mengalir melalui jaringan distribusi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti resistansi kabel. Penelitian ini menghitung susut daya akibat resistansi saluran dan rugi trafo yang dihasilkan oleh arus beban, tanpa memperhitungkan susut daya yang disebabkan oleh induktansi dan kapasitansi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa susut daya total pada penyulang Wiratno adalah 25.070 Watt (0,72%) dari total daya yang ditransmisikan, masih dalam batas normal dan tidak melebihi ketentuan 5%(SPLN 1987, 1987). Susut daya antar saluran bervariasi antara 432 watt sampai 939 watt, dengan susut terbesar terjadi pada gardu trafo AE210. Rugi total trafo berkisar antara 432 watt sampai 938 watt, dengan rugi terkecil terjadi pada trafo AE125 dan rugi terbesar terjadi pada trafo AE211. Kata kunci : Energi Listrik, Susut Daya, Rugi Rugi Trafo