Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembinaan Kelas Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Di Puskesmas Deli Tua Tahun 2025 Tifani Hadi Tri Wahyuni
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): November : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i4.622

Abstract

Maternal reproductive health is a critical factor in reducing Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Data from Deli Tua Primary Health Center shows that K4 coverage reached only 78% with prenatal class participation at 40%, still below the national target. Low knowledge among pregnant women about reproductive health is one of the main causes. This Community Service Student Creativity Program (PKM-M) aims to improve reproductive health knowledge through innovative and interactive prenatal class improvement. The implementation method includes developing educational media (modules, posters, videos), conducting classes with participatory learning methods, and evaluation through pre-post tests. The program was conducted over 5 months targeting 30 pregnant women divided into 3 groups, each attending 6 sessions. Materials covered physiological changes during pregnancy, nutrition, reproductive hygiene, danger signs, childbirth preparation, and postpartum care. Results showed a knowledge score increase of 42.5% (from 58.3±12.4 to 83.1±8.7) with significance p<0.001. Participation reached 86.7% with satisfaction level of 4.3/5.0. The program proved effective in improving reproductive health knowledge and can be replicated in other primary health centers with local context adaptation.
Pemberdayaan Ibu Dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi Pada Situasi Bencana Di Desa Tetumpun Kabupaten Gayo Aceh Tifani Hadi Tri Wahyuni
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v4i1.643

Abstract

The landslide disaster that occurred in Tetumpun Village in June 2025 forced 45 families to take refuge. The evacuation conditions with limited access to clean water and sanitation posed high risks to reproductive organ hygiene problems among women. This community service activity aims to increase knowledge and skills of refugee mothers in maintaining reproductive organ hygiene. Implementation methods included reproductive health education, hygiene practice demonstrations, and distribution of hygiene kits. The activity was conducted for 1 day on July 15, 2025 and attended by 18 refugee mothers. Results showed an increase in participants' knowledge from an average of 52.78 (poor category) to 78.89 (good category) with an increase of 26.11 points (49.4%). All participants (100%) were able to practice proper reproductive organ cleaning methods after demonstration. Each participant received a hygiene kit containing sanitary pads, antiseptic soap, underwear, and other hygiene supplies. This activity successfully increased the capacity of refugee mothers in maintaining reproductive organ hygiene despite limited conditions.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG RESIKO TINGGIKEHAMILAN PADA IBU HAMIL DAN IBU YANG MEMILIKI BALITA DI PUSKESMAS DESA BINJAI KECAMATAN MEDAN DENAI SUMATERA UTARA Anita Damayanti Lubis; Saddiyah Rangkuti; Nila Hayati; Niasty Lasmy Zaen; Muslima Pase; Nurhayani Harahap; Tifani Hadi Tri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5nqmqt25

Abstract

Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi yang berpotensi menyebabkan ibu hamil dan bayi mengalami penyakit atau kematian sebelum persalinan. Karakteristik ibu hamil yang berisiko tinggi meliputi usia 35 tahun ke atas, yang dianggap tidak aman karena fungsi organ reproduksi wanita mulai menurun pada usia tersebut. Faktor risiko lainnya termasuk tinggi badan di bawah 145 cm, berat badan kurang dari 45 kg, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dari anak sebelumnya, dan jumlah anak lebih dari 4. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu - ibu tentang risiko kehamilan yang tinggi, dengan harapan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak. Kegiatan edukasi dilakukan pada 5 responden, terdiri dari 1 ibu hamil dan 4 ibu dengan balita, melalui penyuluhan kesehatan yang disampaikan dengan menggunakan leaflet sebagai media promosi kesehatan. Proses kegiatan ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta dapat memahami materi yang disampaikan. Responden memberikan respon positif, dengan antusias bertanya dan membagikan informasi melalui media sosial. Kesimpulannya, penyuluhan tentang risiko kehamilan perlu dilakukan secara berulang dan menarik agar efektif. Kerja sama antara tenaga kesehatan dan orang tua, khususnya ibu hamil dan ibu balita, sangat penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat
Healthy Teen School: Gerakan Gizi Seimbang Dan Jajanan Sehat Pada Siswa SMP Negeri 19 Medan Marta Imelda Br. Sianturi; Tifani Hadi Tri Wahyuni; Asima Lamtiar Hotnauli Pakpahan; Nurhayani Harahap; Amanda Sheira Silitonga; Yumiati Mbang Kahi
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v4i2.729

Abstract

Adolescents are a nutritionally vulnerable group at risk of double burden of malnutrition. Riskesdas 2023 data showed that the prevalence of undernutrition in adolescents aged 13–15 years in North Sumatra reached 16.8%, while overweight and obesity reached 18.3%. The habit of consuming unhealthy snacks at school is one of the main preventable risk factors through structured nutrition education. Objective: This community service program aimed to increase knowledge of balanced nutrition and healthy snack selection behavior among Grade VIII students of SMP Negeri 19 Medan. Methods: Activities were carried out through interactive lectures, demonstrations, educational games, and workshops with 64 students. Evaluation used pre-test and post-test analysis with Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There was a significant increase in nutritional knowledge in both classes (p=0.001) and healthy snack selection behavior (p=0.000). Conclusion: The Healthy Teen School program effectively improved adolescent nutrition knowledge and behavior.