Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembekalan Teknis Tenaga Kerja Konstruksi Bidang Pekerjaan Gedung dan Bidang Pekerjaan Jalan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan Abdurrahman, M. Asad; Latif, Rusdi U.; Arifuddin, Rosmariani; Tjaronge, M. Wihardi; Caronge, M. Akbar; Hamzah, Suharman; Pongmanda, Silman; Suprapti, Ariningsih; Alimuddin, Hardianti
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.573

Abstract

The Act Number 2 of 2017 on Construction Services requires construction workers to have competency certification. This provision aims to protect public interests, improve the quality and competitiveness of the national workforce, and ensure that every construction project is carried out by competent professionals. The construction workforce certification process in Indonesia still faces several obstacles, such as limited access to quality training, high certification costs, and minimal socialization and awareness of the importance of certification. Therefore, Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, UNHAS has an important role in supporting the implementation of construction workforce certification by developing a competency-based curriculum, providing practical training, and conducting research related to innovation in the construction sector. Technical training of construction workers in the field of building and road work was carried out for 16 hours of training at the Maros Regent's Office. Participants in this activity were 50 construction workers who met the requirements for level 5 (five) certification. The results of technical briefing for workers who will take part in the work competency certification assessment are indicated to be effective in increasing the readiness and ability of participants to face the certification assessment. Through this training, workers gain a deeper understanding in accordance with competency standards in the field of building and road work, so that they become more confident and competent during the assessment process.
Pemetaan partisipatif web-gis pada lahan pertanian untuk mendukung pengelolaan dan perencanaan pembangunan desa Hamzah, Suharman; Izzaty, Atika; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Aprian, Syahra Dewi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i3.24114

Abstract

Pertanian merupakan pilar penting ketiga dalam penguatan ekonomi masyarakat setelah industri dan perdagangan. Namun, di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, keterbatasan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi digital masih menjadi kendala utama, khususnya terkait pengelolaan lahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pemanfaatan teknologi Web-GIS untuk pemetaan lahan secara partisipatif. Program dilaksanakan dengan pendekatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan, yang mencakup pengenalan antarmuka Web-GIS, teknik pengolahan data spasial, serta simulasi pemetaan, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikannya dalam pengelolaan lahan. Hasil kegiatan menunjukkan penerapan teknologi digital mampu mendukung akses, pengelolaan, dan pemanfaatan data spasial pertanian secara lebih efektif. Sebanyak 72% kelompok tani mulai mengadopsi sistem ini untuk pencatatan lahan dan distribusi pupuk, sedangkan 28% masih dalam tahap adaptasi. Wawancara dengan perwakilan kelompok tani mengungkapkan penggunaan Web-GIS dapat mengurangi waktu pengelolaan data hingga 40% dibandingkan metode manual. Pengabdian ini berhasil mengatasi kendala pengumpulan, penyimpanan, dan penyajian data spasial, sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan desa berbasis potensi wilayah. Pemanfaatan Web-GIS menghasilkan pemetaan lahan yang lebih akurat, mendukung perencanaan distribusi pupuk, meningkatkan transparansi informasi pertanian, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, komunitas tani, dan investor. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kemandirian petani.