Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

OPTIMALISASI PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN DALAM DEMULSIFIER BERBASIS ACRYLATE PADA PROSES PENYIMPANAN BIOSOLAR Venriza, Oksil; Prastio, M Wira; Rahmadani, Rizki
Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3790

Abstract

Biosolar ialah bahan bakar hasil pencampuran dari solar murni dan FAME. Kemudahan FAME beroksidasi dengan oksigen menjadi air memicu permasalahan seperti korosi pada tangki timbun dalam proses penyimpanan. Penambahan demulsifier menjadi salah satu metode yang sering digunakan untuk memisahkan air dan minyak dalam emulsi alami. Pada penelitian ini, dilakukan optimalisasi penambahan demulsifier berbasis acrylate menggunakan pelarut polar X dan nonpolar Y dengan volume 2 ml, 5 ml dan 10 ml yang ditambahkan ke dalam 100 ml biosolar dengan waktu penyimpanan 4 jam, 8 jam dan 12 jam. Namun, penggunaan demulsifier berbasis acrylate tidak cukup mengurangi kandungan air di dalam biosolar, demulsifier hanya dapat memisahkan antara air dan minyak saja. Untuk itu, dibutuhkan antioksidan yang dapat mengurangi terbentukmya kandungan air dalam proses penyimpanan biosolar yaitu TBHQ (TertButylhydroquinone) dengan konsentrasi 0,5 M. Berdasarkan hasil pengujian water content dan FTIR, demulsifier berbasis acrylate yang paling efektif dan optimal ialah DPA pada volume 10 ml dengan waktu penyimpanan 8 jam. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3790
Mitigasi Risiko Terhadap Penyaluran Crude Oil Melalui Pipeline Menggunakan Metode Fmea dan Rca di PT. XYZ Dany Alrasyid; Oksil Venriza
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2606

Abstract

Sistem perpipaan telah terbukti sangat efektif dan efisien dalam mengalirkan produk minyak dan gas dalam industri minyak dan gas bumi, terutama untuk jarak yang jauh melalui laut dan darat, dengan metode distribusi utamanya adalah sistem perpipaan. Untuk mengalirkan produk minyak dan gas, sis- tem perpipaan dianggap lebih efisien dan efektif dalam hal kapasitas dan jarak tempuh. Di PT. XYZ, proses distribusi minyak mentah menggunakan infrastruktur jalur pipa. Namun, bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, seperti kebocoran, tumpahan, dan ledakan dapat mengakibatkan kerugian besar jika terjadi kegagalan pada jalur pipa. Oleh karena itu, pentingnya identifikasi risiko pada jaringan pipa produk menjadi sangat signifikan. Untuk mengurangi risiko kerusakan pada pipa penyaluran, metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi risiko, dan penentuan strategi perbaikan dengan metode Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan metode FMEA nilai bobot RPN tertinggi sebesar 367,03 yaitu risiko tekanan berlebih pada pipa, peringkat kedua yaitu risiko korosi pada pipa dengan nilai RPN sebesar 295,3, dan peringkat ketiga yaitu risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan. Adapun usulan perbaikan pada risiko tekanan berlebih pada pipa yaitu penambahan katup Pelepas tekanan (pressure relief valve) yang berguna membuang tekanan berlebih pada pipa, risiko korosi pada pipa yaitu penggunaan inhibitor korosi yang berguna menetralkan asam, dan pelapisan epoksi, risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan yaitu pelatihan dan pen- ingkatan kompetensi untuk tim inspeksi dan pemeliharaan.
Evaluasi Perfoma Bahan Bakar Pertalite dengan Menambahkan Zat Aditif Menggunakan Metode Spektofotometri Trisnata, Ezra Pavitra; Dzulkarnain, Safira; Saputra, Maizza Zahira; Suprapto, Bumi Auralana Ekananda; Venriza, Oksil
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1000

Abstract

Penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang tinggi sangat penting dalam menjaga performa mesin dan efisiensi pemakaian energi. Penambahan zat aditif etanol ke dalam bahan bakar Pertalite diharapkan dapat meningkatkan nilai oktan Pertalite sehingga setara dengan produk Pertamax. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan komposisi kimia pada bahan bakar Pertalite setelah dilakukan penambahan etanol menggunakan metode spektrofotometri. Metode ini memungkinkan identifikasi komposisi dan perubahan struktur kimia pada bahan bakar. Selama penelitan, bahan bakar ditambahkan zat aditif etanol dengan konsentrasi 5% dan 10% untuk mengetahui seberapa jauh penambahan etanol mempengaruhi angka oktan pada bahan bakar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan etanol meningkatkan kandungan senyawa aromatik, air, dan alkohol dalam campuran bahan bakar Pertalite. Senyawa aromatik yang lebih tinggi pada campuran Pertalite dan etanol mengindikasikan peningkatkan angka oktan sebanyak 2,2%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan aditif etanol pada bahan bakar Pertalite dapat menyamakan nilai angka oktan antara Pertalite dan Pertamax. Walaupun begitu, diidentifikasinya air dan alkohol pada bahan bakar campuran mengindikasikan peningkatan risiko korosi yang dapat merusak komponen mesin dalam jangka panjang. Peningkatan angka oktan dapat menghasilkan efisiensi dalam pembakaran sehingga mengurangi risiko terjadi knocking pada mesin. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditarik kesimpulan bahwa penambahan zat aditif etanol pada bahan bakar Pertalite dapat meningkatkan nilai angka oktan hingga setara atau lebih dari Pertamax. Meskipun penambahan etanol dapat meningkatkan angka oktan pada pertalite, sifat korosif dari bahan bakar campuran dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam implementasi di lapangan.
Optimasi Penambahan Aseton Untuk Meningkatkan Nilai Oktan dan Performa Mesin Bensin Pada Pertalite Pangestu, Oktavia Salsa Winanda; Firdausy, Marsha Fazira; Rahmadian, Rafli Ranu; Maulana, Ikhsan; Venriza, Oksil
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.16603

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai oktan pertalite, bahan bakar minyak yang sering digunakan, dengan aset masukan sebagai bahan tambahan. Untuk mencapai hal ini, sebuah metodologi diimplementasikan secara eksperimental di mana konsentrasi aseton yang berbeda ditambahkan ke campuran pertalite dan angka oktan yang ditentukan melalui Induktif Coupled Plasma (ICP). Sebagai senyawa organik yang termasuk dalam keluarga keton, aseton memiliki kapasitas untuk meningkatkan nilai oktan bensin, sehingga mempengaruhi kinerja mesin dan emisi gas buang. Selama penelitian, sampel bahan bakar dicampur dengan aseton pada berbagai konsentrasi, dan sejauh mana setiap konsentrasi meningkatkan angka oktan yang diukur. Dengan penambahan aseton, angka oktan pertalite meningkat secara signifikan, menurut hasil penelitian. Analisis statistik tambahan memvalidasi hasil ini, yang menunjukkan korelasi penting antara angka oktan dan konsentrasi aseton. Hal ini membuktikan bahwa sannya aseton dapat diakui sebagai aditif yang hemat biaya dan efisien untuk mengoptimalkan kualitas bahan bakar. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditarik kesimpulan bahwasannya bahwa sannya aseton menunjukkan harapan yang cukup besar sebagai aditif hemat biaya yang mampu meningkatkan kualitas bahan bakar secara efisien. Implikasi dari hasil ini untuk industri bahan bakar sangat penting, karena mereka mendukung penciptaan aditif yang secara substansial dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa menimbulkan biaya produksi tambahan. Ada harapan optimis bahwa temuan ini akan menjadi katalisator untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan formulasi bahan bakar yang praktis di masa yang akan datang .
STUDI KUALITAS PRODUK PERTALITE PADA PROSES PENIMBUNAN DENGAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS Maulana, Ishak; Aldi, Muhammad Rayhan Ibnu; Putri, Nazwa Amanda; Susanto, Anatia Sofie Putri; Venriza, Oksil
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i2.19505

Abstract

Industri minyak dan gas menjadikan pengendalian mutu produk merupakan aspek krusial untuk memastikan kualitas dan keselamatan produk akhir. Salah satu parameter penting yang perlu diperhatikan adalah kandungan fosfat dalam produk migas. Kandungan fosfat yang melebihi batas yang diizinkan dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan masalah lingkungan. Metode analisis spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan konsentrasi fosfat dalam sampel, memungkinkan pengendalian mutu yang efektif. Penelitian ini membahas praktikum pengendalian mutu produk migas dengan fokus pada penentuan kandungan fosfat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang kuat antara konsentrasi dan absorbansi, dengan koefisien korelasi yang tinggi (r = 0,9992). Persentase kesalahan praktikum berada di bawah batas standar, menunjukkan keakuratan proses praktikum. Uji fosfat pada produk BBM penting untuk menjaga kualitas, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap standar kualitas. Diperlukan kehati-hatian dalam penggunaan peralatan, pemahaman prosedur percobaan, dan pemahaman yang baik mengenai pembuatan dan pengenceran larutan untuk hasil percobaan yang akurat dan efisien.
DRS STUDY PROSES BLENDING BUTANOL GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PARAMETER FISIKA PADA PRODUK MIGAS Setyoningrum, Dewi Ratih; Putri, Belia Ade; Khoirunnisa, Rifa; Prima, Farrel Ananda; Pradana, Galih Satria; Venriza, Oksil
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.4982

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan butanol dalam proporsi 10% hingga 20% pada bahan bakar Pertamax, dengan penekanan pada peningkatan kandungan air dalam campuran. Metode spektrofotometri digunakan untuk mengidentifikasi perubahan komposisi dan karakteristik fisik campuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan butanol secara signifikan meningkatkan kandungan air, yang terdeteksi pada rentang panjang gelombang 3500–3000 cm⁻¹. Peningkatan kandungan air ini dapat mempengaruhi stabilitas dan efisiensi pembakaran, serta berpotensi menyebabkan korosi pada komponen sistem bahan bakar dan pembentukan endapan. Selain itu, senyawa aromatik tetap dominan dalam campuran, berkontribusi pada peningkatan angka oktan (RON). Studi ini juga mencatat bahwa emisi gas buang mengalami perubahan signifikan, dengan peningkatan emisi hidrokarbon dan nitrogen oksida yang tertinggi teramati pada campuran dengan 20% butanol. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan kualitas campuran melalui proses pemurnian atau pengeringan untuk meminimalkan dampak negatif dari penambahan butanol. Dengan demikian, studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan bahan bakar alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut termasuk eksplorasi formulasi bahan bakar yang optimal guna meningkatkan performa dan mengurangi emisi gas buang.
Analisis Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat terhadap Penurunan Bilangan Asam pada Biosolar Marsanti, Agnes Astri; Almumtaza, Aqila Najwa; Rafwal, Muhammad; Venriza, Oksil
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v3i4.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap penurunan bilangan asam pada biosolar. Dalam eksperimen ini, variasi konsentrasi asam sitrat diterapkan pada biosolar, dan kemudian dilakukan pengukuran terhadap bilangan asamnya. Metode eksperimental yang digunakan memperhitungkan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil, seperti suhu dan waktu reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsentrasi asam sitrat dan penurunan bilangan asam pada biosolar. Dengan kata lain, konsentrasi asam sitrat yang tepat mampu menurunkan bilangan asam dalam biosolar. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan teknologi pengolahan bahan bakar, terutama dalam meningkatkan kualitas biosolar sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi penurunan bilangan asam, dapat dirancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan biosolar di masa depan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi berharga dalam konteks peningkatan kualitas dan kinerja biosolar sebagai bahan bakar alternatif, selain itu penurunan bilangan asam juga dapat meningkatkan efisiensi mesin pada kendaraan, pembakaran yang lebih bersih dan pengurangan keausan pada komponen mesin.
Efek Penambahan Acetone pada Produk Pertalite untuk Menaikkan RON Marsha Fazira Firdausy; Oktavia Salsa Winanda Pangestu; Rafli Ranu Rahmadian; Ikhsan Maulana; Oksil Venriza
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): JUNI: JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v2i3.1841

Abstract

This study was conducted with the primary goal of enhancing the octane number in Pertalite, a commonly used type of gasoline, through the addition of acetone as an additive. To achieve this objective, an experimental method involving the addition of various concentrations of acetone to Pertalite and measuring the resultant octane number using the Inductively Coupled Plasma (ICP) method was employed. Acetone, an organic compound from the ketone group, is known for its potential to increase the octane number in gasoline, which can subsequently affect engine performance and exhaust emissions. During the research, different concentrations of acetone were mixed into the fuel samples and their effectiveness in raising the octane number was measured. The results indicated a significant increase in the octane number of Pertalite with the addition of acetone. Further statistical analysis reinforced these findings, showing a significant correlation between increased acetone concentration and the enhancement of the octane number. This suggests that acetone can be considered an effective and economical additive for improving fuel quality. From these results, it can be concluded that acetone holds great potential as an economical additive that can significantly enhance fuel quality efficiently. These findings provide an important contribution to the fuel industry, particularly in the development of additives that can improve fuel performance while maintaining low production costs. It is hoped that these results will spur further research and practical applications in fuel formulation in the future.
Mitigasi Risiko Terhadap Penyaluran Crude Oil Melalui Pipeline Menggunakan Metode Fmea dan Rca di PT. XYZ Alrasyid, Dany; Venriza, Oksil
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2606

Abstract

Sistem perpipaan telah terbukti sangat efektif dan efisien dalam mengalirkan produk minyak dan gas dalam industri minyak dan gas bumi, terutama untuk jarak yang jauh melalui laut dan darat, dengan metode distribusi utamanya adalah sistem perpipaan. Untuk mengalirkan produk minyak dan gas, sis- tem perpipaan dianggap lebih efisien dan efektif dalam hal kapasitas dan jarak tempuh. Di PT. XYZ, proses distribusi minyak mentah menggunakan infrastruktur jalur pipa. Namun, bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, seperti kebocoran, tumpahan, dan ledakan dapat mengakibatkan kerugian besar jika terjadi kegagalan pada jalur pipa. Oleh karena itu, pentingnya identifikasi risiko pada jaringan pipa produk menjadi sangat signifikan. Untuk mengurangi risiko kerusakan pada pipa penyaluran, metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi risiko, dan penentuan strategi perbaikan dengan metode Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan metode FMEA nilai bobot RPN tertinggi sebesar 367,03 yaitu risiko tekanan berlebih pada pipa, peringkat kedua yaitu risiko korosi pada pipa dengan nilai RPN sebesar 295,3, dan peringkat ketiga yaitu risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan. Adapun usulan perbaikan pada risiko tekanan berlebih pada pipa yaitu penambahan katup Pelepas tekanan (pressure relief valve) yang berguna membuang tekanan berlebih pada pipa, risiko korosi pada pipa yaitu penggunaan inhibitor korosi yang berguna menetralkan asam, dan pelapisan epoksi, risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan yaitu pelatihan dan pen- ingkatan kompetensi untuk tim inspeksi dan pemeliharaan.
STUDI PENAMBAHAN NaCL DALAM PERTADEX PADA PROSES PENIMBUNAN DENGAN DENSITY VISUAL Valencia Agnes Elisabet Manik; Tungoi, Jordan Jess Hiero; Ramadya, Galang; Aisyah, Erina Vivin; Hidayati, Fika Aulia; Venriza, Oksil
JURNAL TEKNIK Vol. 19 No. 1 (2025): Edisi April Tahun 2025
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/j0xkf940

Abstract

Studi ini bertujuan memahami konsep dasar pengukuran density menggunakan hidrometer berdasarkan prinsip Archimedes, serta mampu mengukur dan membandingkan density berbagai produk migas seperti bensin, solar, avtur, dan minyak mentah. Metode pengukuran densitas dapat mempengaruhi nilai API gravity yang dihasilkan. Misalnya, jika densitas minyak diukur pada suhu yang berbeda, hasilnya dapat bervariasi, dan ini akan mempengaruhi nilai API gravity. Peralatan yang digunakan antara lain hidrometer standar, termometer ASTM, constant-temperature bath, serta alat bantu seperti magnetic stirrer, hot plate. Bahan yang digunakan adalah Pertadex dan garam sebagai tambahan. Dari studi yang dilakukan, disimpulkan beberapa faktor memengaruhi sifat fisik produk migas. Pertama, hasil pengukuran menunjukkan bahwa density produk migas meningkat seiring dengan penurunan suhu, baik pada sampel Pertadex murni maupun Pertadex yang dicampur dengan 10 gram garam. Kedua, penambahan 10 gram garam pada Pertadex menyebabkan sedikit peningkatan density dan penurunan API gravity, yang menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan, sifat utama bahan bakar tetap tidak terlalu terpengaruh, meskipun garam membuat produk lebih padat. Ketiga, penggunaan hidrometer terbukti efektif dalam mengukur density dengan hasil yang konsisten, didukung oleh koreksi suhu dan interpolasi specific gravity menggunakan tabel acuan ASTM, yang memastikan keakuratan pengukuran. Secara keseluruhan, metode yang diterapkan dalam penelitian ini menghasilkan data yang valid