Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efek Penambahan Acetone pada Produk Pertalite untuk Menaikkan RON Marsha Fazira Firdausy; Oktavia Salsa Winanda Pangestu; Rafli Ranu Rahmadian; Ikhsan Maulana; Oksil Venriza
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): JUNI: JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v2i3.1841

Abstract

This study was conducted with the primary goal of enhancing the octane number in Pertalite, a commonly used type of gasoline, through the addition of acetone as an additive. To achieve this objective, an experimental method involving the addition of various concentrations of acetone to Pertalite and measuring the resultant octane number using the Inductively Coupled Plasma (ICP) method was employed. Acetone, an organic compound from the ketone group, is known for its potential to increase the octane number in gasoline, which can subsequently affect engine performance and exhaust emissions. During the research, different concentrations of acetone were mixed into the fuel samples and their effectiveness in raising the octane number was measured. The results indicated a significant increase in the octane number of Pertalite with the addition of acetone. Further statistical analysis reinforced these findings, showing a significant correlation between increased acetone concentration and the enhancement of the octane number. This suggests that acetone can be considered an effective and economical additive for improving fuel quality. From these results, it can be concluded that acetone holds great potential as an economical additive that can significantly enhance fuel quality efficiently. These findings provide an important contribution to the fuel industry, particularly in the development of additives that can improve fuel performance while maintaining low production costs. It is hoped that these results will spur further research and practical applications in fuel formulation in the future.
Mitigasi Risiko Terhadap Penyaluran Crude Oil Melalui Pipeline Menggunakan Metode Fmea dan Rca di PT. XYZ Alrasyid, Dany; Venriza, Oksil
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2606

Abstract

Sistem perpipaan telah terbukti sangat efektif dan efisien dalam mengalirkan produk minyak dan gas dalam industri minyak dan gas bumi, terutama untuk jarak yang jauh melalui laut dan darat, dengan metode distribusi utamanya adalah sistem perpipaan. Untuk mengalirkan produk minyak dan gas, sis- tem perpipaan dianggap lebih efisien dan efektif dalam hal kapasitas dan jarak tempuh. Di PT. XYZ, proses distribusi minyak mentah menggunakan infrastruktur jalur pipa. Namun, bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, seperti kebocoran, tumpahan, dan ledakan dapat mengakibatkan kerugian besar jika terjadi kegagalan pada jalur pipa. Oleh karena itu, pentingnya identifikasi risiko pada jaringan pipa produk menjadi sangat signifikan. Untuk mengurangi risiko kerusakan pada pipa penyaluran, metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi risiko, dan penentuan strategi perbaikan dengan metode Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan metode FMEA nilai bobot RPN tertinggi sebesar 367,03 yaitu risiko tekanan berlebih pada pipa, peringkat kedua yaitu risiko korosi pada pipa dengan nilai RPN sebesar 295,3, dan peringkat ketiga yaitu risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan. Adapun usulan perbaikan pada risiko tekanan berlebih pada pipa yaitu penambahan katup Pelepas tekanan (pressure relief valve) yang berguna membuang tekanan berlebih pada pipa, risiko korosi pada pipa yaitu penggunaan inhibitor korosi yang berguna menetralkan asam, dan pelapisan epoksi, risiko kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan yaitu pelatihan dan pen- ingkatan kompetensi untuk tim inspeksi dan pemeliharaan.
STUDI PENAMBAHAN NaCL DALAM PERTADEX PADA PROSES PENIMBUNAN DENGAN DENSITY VISUAL Valencia Agnes Elisabet Manik; Tungoi, Jordan Jess Hiero; Ramadya, Galang; Aisyah, Erina Vivin; Hidayati, Fika Aulia; Venriza, Oksil
JURNAL TEKNIK Vol. 19 No. 1 (2025): Edisi April Tahun 2025
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/j0xkf940

Abstract

Studi ini bertujuan memahami konsep dasar pengukuran density menggunakan hidrometer berdasarkan prinsip Archimedes, serta mampu mengukur dan membandingkan density berbagai produk migas seperti bensin, solar, avtur, dan minyak mentah. Metode pengukuran densitas dapat mempengaruhi nilai API gravity yang dihasilkan. Misalnya, jika densitas minyak diukur pada suhu yang berbeda, hasilnya dapat bervariasi, dan ini akan mempengaruhi nilai API gravity. Peralatan yang digunakan antara lain hidrometer standar, termometer ASTM, constant-temperature bath, serta alat bantu seperti magnetic stirrer, hot plate. Bahan yang digunakan adalah Pertadex dan garam sebagai tambahan. Dari studi yang dilakukan, disimpulkan beberapa faktor memengaruhi sifat fisik produk migas. Pertama, hasil pengukuran menunjukkan bahwa density produk migas meningkat seiring dengan penurunan suhu, baik pada sampel Pertadex murni maupun Pertadex yang dicampur dengan 10 gram garam. Kedua, penambahan 10 gram garam pada Pertadex menyebabkan sedikit peningkatan density dan penurunan API gravity, yang menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan, sifat utama bahan bakar tetap tidak terlalu terpengaruh, meskipun garam membuat produk lebih padat. Ketiga, penggunaan hidrometer terbukti efektif dalam mengukur density dengan hasil yang konsisten, didukung oleh koreksi suhu dan interpolasi specific gravity menggunakan tabel acuan ASTM, yang memastikan keakuratan pengukuran. Secara keseluruhan, metode yang diterapkan dalam penelitian ini menghasilkan data yang valid
Studi penambahan chemical pada produk migas guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan proses distribusi Saputra, Ahmad Rialdi Rangga; Safitri, Ardini Nadia; Setiawan, Hanif Ash Shiddiq; Karina, Reva; Venriza, Oksil
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.37668

Abstract

The distribution of fuel impacts the environment through emissions and combustion residues. This study evaluates hydrocarbon compounds in petroleum products with ethanol addition to enhance octane ratings and reduce emissions. Gravimetric methods assessed ash content, FTIR analyzed organic compound absorption via functional groups, and UV-Vis spectrophotometry measured toluene levels through absorbance. Results showed ethanol blending with biodiesel reduced ash content from 74.48 mg/L to 64.99 mg/L, a 9.4% decrease, indicating a positive environmental impact. UV-Vis analysis revealed increased toluene content, reflecting higher octane value and potential emission reductions. Additionally, blending Pertamax with ethanol showed increased oxygenated compounds, such as alcohols and esters, at a 1600 nm wavelength. In conclusion, adding ethanol positively affects the environment by reducing emissions and improving octane ratings. However, further analysis is needed to comprehensively assess its environmental impact.
Pengembangan Teknologi Energi Baru Terbarukan pada Produk Migas dengan Basic Flame Oil Rizaldi, Abigail Eki; Abdullah, Alviola Kevine; Satrio, Muhammad Rafi; Gustavia, Nayla Winda; Venriza, Oksil
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 19, No 2 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/10.22441/2441/pasti.2025.v19i2.008

Abstract

Transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Studi ini mengevaluasi pencampuran biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester atau FAME) dengan Pertadex menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan metode gravimetri bertujuan untuk menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan yang dievaluasi menggunakan metode ash content. Hasil menunjukkan bahwa pencampuran FAME meningkatkan kadar abu (ash content), dari rata-rata 44,26% pada Pertadex murni menjadi 74,64% pada campuran 10% FAME. FTIR mengidentifikasi gugus karbonil (C=O) pada panjang gelombang 1745 cm⁻¹, yang meningkat signifikan pada konsentrasi FAME lebih tinggi. Meskipun demikian, gugus CH₂ dan CH₃ tetap dominan, menunjukkan stabilitas struktur hidrokarbon. Kombinasi ini menghasilkan bahan bakar dengan potensi emisi lebih rendah dan kandungan biofuel yang lebih tinggi, mendukung kebijakan Net Zero Emissions 2060. Namun, kadar abu yang meningkat memerlukan kontrol mutu lebih ketat untuk mencegah dampak negatif pada efisiensi pembakaran. Hasil studi ini menegaskan perannya metoda spektrofotometri dan gravimetri dalam pengembangan bahan bakar ramah lingkungan. Rekomendasi diberikan untuk pengujian lebih lanjut terkait dampak kinerja mesin dan analisis ekonomi untuk memastikan implementasi yang optimal dan berkelanjutan.
Optimization of Crude Oil Transmission Process by Installing Electric Heat Tracing in Off-Plot Piping Oksil Venriza; Cut Reza Wahyuni
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 47 No 3 (2024)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.47.3.1631

Abstract

Crude oil transmission is distributing crude oil from one plane to another. Problems that often occur in the crude oil transmission process are freezing or crystallization of paraffin when the temperature in the environment reaches the Pour Point Temperature. Usually, this can be overcome by injecting Pour Point Depressant into crude oil. However, using Pour Point Depressant is still ineffective if used continuously. This is because Pour Point Depressant can affect the quality of crude oil and increase environmental risks and if the transmission process is carried out on a large scale, it will also require large costs to meet these needs. Therefore, this research examined the application of constant wattage type Electric Heat Tracing as an alternative to Pour Point Depressant in the off-plot piping section, precisely in the PT ABC transmission pipe network. By carrying out transient simulations using OLGA version 2022.1.1 software, several scenarios for the most optimal Electric Teat Tracing installation in the crude oil transmission process were developed while minimizing the costs incurred. From the simulations carried out, it is known that the constant wattage type Electric Teat Tracing with a capacity of 3 x 100 kW can maintain the pipe temperature above the Pour Point Temperature value, namely 111ºF with 2 installation spots KP 1+700 to KP 3+200 and KP 5+800 to KP 7 +300. Apart from that, the use of Electric Heat Tracing is also more economical compared to Pour Point Depressant injection.