Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISA KEKUATAN CETAKAN PEWTER DENGAN MATERIAL ALUMINIUM Rodiawan Rodiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.095 KB)

Abstract

Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak produk yang dihasilkan dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari aluminium pada industri rumahan kerajinan pewter di Kota Madya Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penggunaan cetakan yang terbuat dari aluminium ini diharapkan dapat menghasilkan jumlah produk yang dapat memberikan jumlah ekonomis sehingga menguntungkan pengrajin. Penelitian ini mendiskripsikan proses pengecoran mulai dari mempersiapkan cetakan yang terbuat dari aluminium, mempersiapkan alat-alat dan bahan untuk mengecor logam pewter, dan melakukan proses pengecoran untuk menghasilkan sejumlah produk tanpa proses finishing. Cetakan pewter yang dilakukan pengecoran terdiri dari dua macam bentuk coran, dengan ukuran cetakan pertama adalah panjang 70 mm, lebar 70 mm tinggi 10 mm dan ukuran coran panjang 40 mm, lebar 40 mm dan tebal 3 mm. Sedangkan ukuran cetakan yang kedua adalah panjang 70 mm, lebar 70 mm tinggi 10 mm dan ukuran coran diameter 40 mm dan tebal 3 mm. Logam timah pewter dipanaskan antara suhu yang dapat mengalir antara 235 sampai dengan 315 ºC, kemudian memanaskan cetakan dari alumunium dengan mencelupkannnya selama 15 detik dan setelah itu barulah logam timah pewter yang sudah cair tersebut dituangkan kedalam cetakan. Setelah itu lakukan pendinginan dengan mencelupkan cetakan yang masih panas ke dalam air selama 5 detik. Setelah itu cetakan dapat dibuka. Proses pengecoran ini dilakukan berulang-ulang sampai mendapat jumlah maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dari cetakan pertama 600 produk dan cetakan kedua 1000 produk.
MODIFIKASI DIAMETER INLET DAN PENGARUH KEKERASAN KARET TERHADAP HASIL LADA PADA MESIN PENGUPAS LADA SISTEM CRUSHER Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan; elyas kustiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.491 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i2.659

Abstract

Based on previous research, specifications of machine have a slope of a dish of 0.68 ° and inlet diameter of 30 mm, produce 1 kg/hour of input capacity and 0.64 kg/hour of output capacity. From the evaluation results, to increase the input capacity it is necessary to increase the inlet diameter and analyze the effect of rubber hardness on the results of peeling pepper. Modifiying the inlet diameter, input capacity increase to 6 kg/hour or increasing 5 times compared to the input capacity of the previous research. For hardness of rubber 60 shore A, the percentage of pepper peeled was 72.13% with an engine output capacity of 4.33 kg/hour. For rubber hardness of 70 shore A, the percentage of pepper peeled was 73.03% with an engine output capacity of 4.38 kg / hour. Visually, dry pepper with a hardness of 60 shore A whiter than dry pepper hard with a hardness of 70 shore A.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK KELOMPOK KERAJINAN PEWTER DI PANGKALPINANG Rodiawan Rodiawan; Firlya Rosa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.157

Abstract

Kelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsumen
GERAKAN INDONESIA MELAYANI “MEMPERBAIKI SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT” DI DESA BATU BERIGA KECAMATAN LUBUK BESAR KABUPATEN BANGKA TENGAH Saparin Saparin; Eka Sari Wijianti; Rodiawan Rodiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.749

Abstract

Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah desa
MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i1.5185

Abstract

Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.
Modifikasi Mesin Pencacah Rumput Gajah Menghasilkan Bahan Baku Kompos Sianturi, Tulus Lamganda; Saparin, Saparin; Rodiawan, Rodiawan; Setiawan, Yudi; Sari Wijianti, Eka
Jurnal Inovasi Teknologi Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/jitt.v3i1.337

Abstract

The increase in the area of agricultural land in Indonesia makes the need for fertilisers continue to increase. Compost is one type of natural organic that is widely known by farmers that comes from organic materials that undergo weathering processes due to interactions between microorganisms (decaying bacteria) that work in it. Elephant grass is one of the plants that can be used as compost and has enormous potential. The existing elephant grass chopping machine still uses a serrated blade. So that the chopping cannot be chopped properly. In this study, the elephant grass chopping machine will be modified into an elephant grass chopping machine that uses HSS (High Speed Steel) material blades and the machine is driven by a 1 hp electric motor. The purpose of this research is to change the elephant grass chopping machine with HSS (High Speed Steel) blades and to make cutting faster. The research method used is experimental research using the French method and the Reverse Enginering Method The design process of the elephant grass chopping machine uses the Solidwork application. The test material used is 1000gr for one test. The resulting average is perfectly chopped as much as 897 gr, not perfectly chopped as much as 17.7 gr left / in the tube 84 gr, with a time of 60.08 seconds. The production capacity of the machine is 56.06 kg/hour. The machine that has been made is able to chop elephant grass with product efficiency.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAKAN TERNAK BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Rodiawan, Rodiawan; Pratama, Deni
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2023 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Mitra pengabdiannya adalah kelompok ternak Taret Jaya. Kelompok tersebut beternak bebek pedaging dan itik. Dalam membuat pakan, proses pencacahan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan golok atau pisau dan juga proses pengadukan untuk mencampur bahan pakan menggunakan cangkul yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bahan adukan 50-60 kg. Berdasarkan diskusi bersama dengan kelompok ternak Taret Jaya dan pihak desa Air Anyir, Mereka membutuhkan mesin pengaduk bahan pakan. Untuk itu, tim pengabdian dari jurusan Teknik Mesin tahun 2023 telah menyerahkan satu unit mesin pengaduk pakan. Mesin tersebut mampu mengaduk pakan 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan mengaduk secara manual. Pengabdian lanjutan pada tahun 2024, berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok ternak Taret Jaya dan Sekretaris desa Air Anyir, mereka membutuhkan mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak dan juga dapat mencacah bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok ternak Taret jaya. Telah dilakukan serah terima mesin sebanyak satu unit mesin pencacah kepada mitra PkM. Mesin tersebut membantu mitra dalam memproduksi pakan secara mandiri.
PEMANFAATAN MESIN IRAT BAMBU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU MASYARAKAT DESA PERGAM KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri; Suhdi, Suhdi; Rosa, Firlya; Adib, Adam Zuyyinal
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v5i1.6185

Abstract

Desa Pergam merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah 176,36 km2. Mata pencaharian penduduk antara lain sebagai petani, penambang, wiraswasta, pedagang, buruh bangunan, nelayan, dan ASN. Potensi desa Pergam sangat banyak, salah satunya adalah kerajinan tangan, anyaman berbahan bambu. Berdasarkan diskusi dengan calon mitra pengabdian, ketua PKK Desa Pergam, dan Kepala Desa Pergam didapatkan beberapa permasalahan mitra pengrajin anyaman bambu dalam menjalankan usahanya, antara lain: 1) pemotongan bambu dilakukan dengan gergaji secara manual; 2) pembelahan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan golok; 3) mengiratkan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan pisau. Diantara tiga permasalahan tersebut, proses yang paling rumit adalah mengirat bambu. Untuk mengiratkan satu ruas bambu berukuran panjang sekitar 80 cm memerlukan waktu 60 menit dan menghasilkan sekitar 50 lembar bahan anyaman. Proses ini tidak efsiensi karena memerlukan waktu yang cukup lama. Berdasarkan uraian diatas, mitra pengabdian mengusulkan pemanfaatan mesin irat bambu untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi Teknik Mesin telah menyerahkan satu unit mesin irat bambu, yang diserahkan langsung kepada kepala Desa Pergam. Mesin tersebut mampu mengirat bambu berkisar 30 s.d 35 lembar dalam waktu 1 menit. Penggunaan mesin irat bambu lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional sehingga dapat meningkatkan produktivitas produk anyaman bambu.
The Effect of Combustion Tube Diameter on Flame Characteristics and Water Heating Time on Multifuel Stove Satya Putra Gantada, Muhammad; Sari Wijianti, Eka; Setiawan, Yudi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 11 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i11.296

Abstract

Multifuel stove is an innovation of conventional stove that has the advantage of being able to use various types of fuel. In its operation, multifuel stove consists of many important components, one of which is the combustion tube. This study aims to find out the effect of variations in the diameter of the combustion tube on the characteristics of the flame and water temperature during the heating process. The method used in this study is a combination of experimental studies and literature studies. The variations in the diameter of the combustion tube tested were 4, 5, and 6 inches using used oil and kerosene as fuel. The test results showed that increasing the diameter of the combustion tube tended to accelerate the extinguishing of the fire, this was influenced by a phenomenon called the quenching effect. Meanwhile, the flame temperature tended to be lower with increasing tube diameter. The color of the flame and the temperature of the water were not too influenced by variations in tube diameter and type of fuel. The highest flame temperature was recorded on a 4-inch cylinder with used oil fuel, reaching 719.2 °C, while the longest flame duration was 16.92 minutes on a 4 -inch cylinder with used oil fuel. In conclusion, the performance of used oil can exceed that of kerosene.
MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i1.5185

Abstract

Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.