Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SIPIL

ANALISIS ANGKA KEAMANAN DIAFRAGMA WALL MENGGUNAKAN PERMODELAN MOHR COLOUMB DENGAN PARAMETER TOTAL DAN EFEKTIF Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pada satu lereng buatan (galian dalam) memerlukan suatu konstruksi penahan tanah yang besaruntuk menahan tekanan lateral yang terjadi agar lereng dalam keadaan stabil. Analisis kestabilansuatu lereng ditunjukkan pada suatu angka keamanan. Ketika dipasang suatu konstruksi penahantanah perlu dianalisis angka keamanan dari penahan tanah tersebut. Pemilihan parameter tanahyang tepat sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil analisis yang tepat. Pada penelitian iniakan dianalisis angka keamanan suatu diafragma wall yang dipasang sebagai penahan pada suatugalian dalam. Dengan menganalisis besarnya bending momen pada diafragma wall yang terjadimenggunakan programPLAXIS selanjutnya dapat ditentukan besarnya angka keamanandiafragma wall. Permodelan tanah menggunakan permodelan Mohr – Coloumb yang di analisisdengan analisis drained dan undrained menggunakan parameter total dan efektif digunakan padapenelitian ini. Hasil analisis didapatkan bahwa semakin dalam galian, faktor keaman galian yangdidapat semakin kecil.Analisis galian dalam menggunakan analisis drained memberikan faktorkeamanan yang kecil dibandingkan undrained. Dari Angka keamanan yang paling kecil didapatdalam desain galian dalam keadaan kritis terjadi pada kondisi drained. Untuk itu disarankanpenggunaan analisis drained pada analisis galian dalam, sebagaimana telah diungkapkan padabeberapa teori tentang pemilihan parameter pada galian dalam.Kata Kunci : Galian Dalam, Faktor Keamanan, Diafragma Wall, Drained, Undrained
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH DAN PENURUNAN PONDASI PADA DAERAH PESISIR PANTAI UTARA KABUPATEN BANGKA Fahriani, Ferra; Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kawasan pantai di utara Kabupaten Bangka merupakan salah satu kawasan pantai yangindah yang  belum dikelola secara professional. Pembangunan gedunggedung padadaerah pantai tidak hanya sebatas bangunan gedung satu lantai tetapi dapat jugadibangun gedung lebih dari satu lantai. Untuk keperluan tersebut perlu dianalisis dayadukung tanah dan penurunan pondasi pada daerah pantai.  Daya dukung tanah danpenurunan pondasi berhubungan erat dengan beban struktur bangunan yang dibangundiatasnya. Pada ketiga lokasi penelitian dilakukan uji daya dukung tanah menggunakanalat uji sondir dengan standar pengujian sondir berdasarkan SNI 2827:2008. Berdasarkanhasil uji sondir dilakukan  analisis daya dukung pondasi selanjutnya menganalisispenurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Dari hasil penelitian daya dukungtanah untuk kisaran kedalaman lebih dari 2 m termasuk kategori tanah dengan dayadukung tanah kaku dan sangat kaku. Sedangkan daya dukung tanah untuk kisarankedalaman 4-5 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah sangat kaku dankeras. Penurunan yang terjadi masih dalam batas keamanan kurang dari 2,5 cm. Setiaplokasi memiliki nilai penurunan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh daya dukung tanahdi masingmasing lokasi. Pantai penyusuk memiliki nilai penurunan yang paling kecilkarena daya dukung tanahnya paling besar. Semakin kecil daya dukung tanah makapenurunan akan semakin besar. Semakin besar beban yang harus ditahan pondasi makapenurunan yang terjadi akan semakin besar.Kata kunci : daya dukung tanah, uji sondir, penurunan
ANALISIS GALIAN DALAM PADA BASEMENT GEDUNG DENGAN PERMODELAN SOFT SOIL MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Excavation causes soil deformation and changes in stress and strain. This research takes on a case study in the basement construction project of a skyscraper in Jakarta. The construction method used is top down method. The Diafragma, with a thickness of 0,6 meter and length of 37 meter, was constructed to the excavation. A professional software based on the concept of Finite Element Method, “PLAXIS 2D”, was chosen for the analysis. The soil example used in this research is Cam Clay (Soft Soil) using drained and undrained analysis and effective parameter. The result shows that drained analysis gives bigger values of deformation and bending moment than undrained analysis, so the safety factor is smaller. Undrained analysis gives a prediction result that is more similar with the result of deformation measurement in the field. For the surface movement, the result is bigger when using drained analysis than when using undrained analysis. The big surface movement occurs in 5-10 m length. However, the behavior of stress and strain in the Soft Soil modeling is similar to the condition in the field. Key Words: excavation, drained analysis, undrained analysis, cam clay
ANALISIS NILAI KORELASI PARAMETER E DAN CU PADA KASUS GALIAN DALAM MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Keakuratan suatu analisis masalah geoteknik  erat kaitanya dengan pemilihan suatu parameter tanah. Paramater E  (modulus elastisitas tanah)  sebagai  parameter kekakuan tanah erat kaitanya dengan analisis deformasi pada suatu  masalah geoteknik, dalam  penelitian  ini khususnya deformasi akibat pekerjaan   galian dalam. Pada penelitian ini  dilakukan analisis  korelasi parameter tanah yaitu modulus elastisitas (E) dan parameter kuat geser tak terdrainase (Cu). Korelasi yang digunakan adalah E = 300 sampai 700 Cu, dari korelasi ini akan  dilakukan analisis deformasi pada tanah, deformasi dan bending momen  dinding penahan tanah serta tegangan total dan efektif  yang terjadi. Analisis pada penelitian  ini menggunakan software PLAXIS, dengan memodelkan  pekerjaan galian menggunakan metode top down yang  diawali dengan  pemasangan konstruksi penahan tanah berupa diafragma wall, serta melakukan analisis kasus galian menggunakan   parameter tanah  kondisi total dan efektif. Dari penelitian ini didapatkan korelasi nilai E=500 Cu menggunakan parameter efektif lebih mendekati deformasi di lapangan, hasil analisis  korelasi nilai E/Cu tiap interval 100 didapat perbedaan nilai deformasi  maksimum pada  tanah berkisar antara 0,5 sampai  3 cm  serta perbedaan bending momen  maksimum berkisar antara 10-100 kN m/m  . Semakin besar korelasi nilai E/Cu maka deformasi tanah maupun dinding penahan tanah akan semakin kecil dan bending momen yang terjadi semakin kecil. Hasil analisis korelasi nilai E/Cu  tidak memberikan pengaruh besar terhadap perubahan tegangan total maupun tegangan effektif yang terjadi.  Kata Kunci : Modulus Elastisitas Tanah, Kuat Geser Tanah,  Galian Dalam, Deformasi
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DIVERIFIKASI DENGAN HASIL UJI PILE DRIVING ANALYZER TEST DAN CAPWAP (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang) Yusti, Andi; Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengantanah, atau bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan tanah yang mempunyaifungsi memikul beban bagian bangunan lain diatasnya (Joseph E. Bowles, 1997). Padapengaplikasian dilapangan sering mengesampingkan analisis daya dukung pondasi danpenurunan pondasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis danmembandingkan daya dukung pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris denganpengujian dinamik tes di lapangan atau Pile Driving Analyzer (PDA) dan CAPWAP.Secara analitis, perhitungan dilakukan dengan analisis manual menggunakan metodeBagemann, deRuiter dan Beringen, Mayerhof (1976), Mayerhof (1956), Tomlinson(1977) yang dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung pondasi tiang pancangberdasarkan data-data dari lapangan yang didapat dari pengujian CPT dan SPT,sedangkan numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hinggamenggunakan program Plaxis 2D V.8. Perhitungan dilakukan pada dua titik pengujiandilapangan yaitu titik S1, S2 untuk pengujian CPT sedangkan pengujian SPT yaitu titikBH1, BH2 yang akan diverifikasi dengan pengujian PDA dan CAPWAP pada ProyekPembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang.Dari hasil analisissecara manual dan program, dapat disimpulkan bahwa metode Mayerhof (1956) memilikinilai rentang paling kecil dibandingkan dengan metode-metode lainya yang diverifikasidengan pengujian PDA dan CAPWAP. Nilai Qu sebesar 128,298 ton berbanding 118 ton,dan 102 ton pada titik BH1. Sedangkan pada titik BH2 Qu sebesar 118,679 ton berbanding165 ton, dan 163 ton.Kata kunci : Pondasi, Daya dukung pondasi, Plaxis 2D, PDA, CAPWAP.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN AMPAS KELAPA SAWIT Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Tanah merupakanpendukung beban pada suatu konstruksi, sehingga kekuatan tanahmenjadi hal yang sangat penting dalam membangun suatu konstruksi. Permasalahangeoteknis sering terjadi pada suatu tanah yang memiliki kekuatan tanah yang rendah danpada suatu lereng tanah. Kekuatan geser tanah berhubungan dengan stabilitas lereng,semakin besar nilai kekuatan geser tanah maka stabilitas lereng akan semakin meningkat.Pada penelitian ini dilakukan analisis angka keamanan lereng pada suatu tanah asli yangtelah diberikan tambahan ampas kelapa sawit dengan variasi persentasi terhadap berattanah kering, dengan analis angka keamanan lereng menggunakan software PLAXIS.Hasil analisis didapat angka keamanan lereng pada tanah asli sebesar 2,37, tanah asliditambah ampas sawit 1,5 % sebesar 10,23, tanah asli ditambah ampas sawit 2,5 %sebesar 11,05, tanah asli ditambah ampas sawit 3,5 % sebesar 16,69 dan tanah asliditambah ampas sawit 4,5 % sebesar 18,72. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapatpeningkatan angka keamanan lereng yang diberi perkuatan tanah berupa ampas kelapasawitKata Kunci: kekuatan tanah ,stabilitas lereng, ampas kelapa sawit