Ita Pingkan F. Rorong
EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daya Listrik Rumah Tangga di Kota Manado Rahel Arema Putri; Ita Pingkan F. Rorong; Steeva Y.L Tumangkeng
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan primer yang penting untuk manusia, dengan adanya listrik maka aktivitas yang akan dilakukan dapat berjalan dengan mudah. Karena itu, listrik juga merupakan salah satu faktor penunjang pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis PDRB, jumlah penduduk dan tarif listrik berpengaruh terhadap permintaan daya listrik rumah tangga di Kota Manado. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis analisis regresi linier berganda dengan mengunakan data time series yang dikumpulkan dari tahun 2017 – 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari PT PLN (Persero) UP3 Manado dan Badan Pusat Statistik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga, tarif listrik berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan daya listrik rumah tangga. Sedangkan secara bersama-sama PDRB, jumlah penduduk dan tarif listrik berpengaruh terhadap permintaan daya listrik di Kota Manado.
KAJIAN POTENSI PEREKONOMIAN KABUPATEN TALAUD PERIODE 2017-2021 Prilly Pontororing; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu daerah otonomi yang berada di provinsi Sulawesi Utara dan dengan berbagai potensi sumberdaya alama yang dimiliki. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifkasi terhadap sektor-sektor ekonomi yang ada agar dapat dipakai sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis LQ, metode DLQ dan metode Shift Share. Hasil penelitian menggunakan metode analisis menunjukkan bahwa terdapat sepuluh sektor yang memiliki prospek untuk menjadi sektor basis atau tetap mempertahankan posisi sebagai sektor basis. Sepuluh sektor tersebut yaitu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan dan Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (sebagai sektor basis dan prospek kedepannya adalah tetap sebagai sektor basis), sektor konstruksi, sektor penyediaan akomodasi dan akan minum, sektor informasi dan komunikasi, Sektor jasa keuangan dan asuransi, dan Sektor jasa pendidikan (bukan sektor basis, namun prospek ke depannya bisa menjadi sektor basis). Hasil penelitian dengan metode Shift Share menunjukkan bahwa hanya 2 sektor yang memiliki daya saing terhadap sektor yang sama pada perekonomian Sulawesi Utara yaitu Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi sepeda dan mobil dan sektor jasa keuangan dan asuransi. Kata kunci: Sektor Basis; Potensi; Daya Saing
ANALISIS PENDAPATAAN BECAK MOTOR (BENTOR) DI KOTAMOBAGU Arif Buntuan; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 3 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi pada dasarnya adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk bepergian. Angkutan kota yang ada di Indonesia saat ini semakin berkembang pesat. Jenis-jenis angkutan kota yang ada saat ini adalah mikrolet, taksi online, ojek sepeda motor, dan bahkan becak motor atau bentor. Bentor adalah singkatan dari becak motor yang merupakan kendaraan beroda tiga yang asal mulanya berasal dari wilayah provinsi Gorontalo. Jenis angkutan ini memiliki ruang muatan seperti becak yang dirakit dengan menambahkan kendaraan bermotor jenis sepeda motor di bagian belakangnya. Sistem perakitan dan kondisi lain jalan kendaraan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak sesuai peruntukkan sehingga secara legalnya beroperasinya bentor sebagai angkutan umum belum mendapatkan ijin dari instansi terkait, namun demikian jumlah bentor semakin berkembang sampai saat ini terutama di daerah provinsi Gorontalo dan kota Kotamobagu provinsi Sulawesi Utara. Usaha becak motor di kota Kotamobagu pendapatannya dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah tarif, jumlah penumpang, dan jumlah jam kerja. Kata Kunci: Tarif; Jumlah Penumpang; Jumlah Jam Kerja; Pendaptan Sopir Bentor
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Lima Kabupaten/Kota di Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Resha Meilina Anggreini Kunenengan; Daisy S.M Engka; Ita Pingkan F. Rorong
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 3 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab ketimpangan pendapatan adalah banyaknya penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Hubungan antara kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan menunjukkan interaksi yang berkesinambungan dari ketiga faktor tersebut. Dengan tujuan adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, terhadap ketimpangan pendapatan di 5 Kabupaten/Kota di Bolaang Mongondow Raya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistika (BPS) dengan periode waktu 2016-2020. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Perangkat lunak yang digunakan untuk menganalisis yaitu eviews  12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Variabel kemiskinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan  dan secara bersama-sama variabel pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di 5 Kabupaten/Kota di Bolaang Mongondow Raya Kata Kunci : Ketimpangan Pendapatan, Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi; Analisis OLS
Analisis Ketimpangan Pendapatan Dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Empat Kota Di Provinsi Sulawesi Utara Cherend Ansyela Sondakh; Ita Pingkan F. Rorong; Jacline I. Sumual
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai dengan pemerataan hasilpembangunan menjadi sasaran utama, tetapi kemajuan ekonomi yang tinggi belum mengartikanmasyarakat menikmati hasilnya yang berarti terjadi ketimpangan dalam masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui ketimpangan yang terjadi di kota-kota di provinsi Sulawesi Utara sertamengetahui kualitas pertumbuhan ekonominya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah datasekunder dengan periode pengamatan sepuluh tahun yaitu tahun 2011-2021 dengan silang 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara yang di peroleh diBPS Sulawesi Utara. Metode analisis yang digunakan dalampenelitian ini adalah analisis Indeks Williamson (IW), Tipologi Klassen dengan bantuan programExcel.Dengan hasil penelitian di Sulawesi Utara berdasar perhitungan Indeks Williamson(IW) kota Manadotermasuk kota dengan rata-rata tingkat ketimpangan berada pada level sedang dengan tingkatketimpangan daritahun 2011-2021 yaitu 0,37.Sedangkan 3 kota lainnya berada dalam level rendah kota Bitung senilai 0,21, kota Tomohon senilai 0,13 dan kota Kotamobagu senilai 0,17. Dari analisis Tipologi Klassen kota Manado dan kota Bitung berada dalam daerah kuadranIII yaitu daerah yang masihdapat berkembang pesat, kota Tomohon berada dalam daerah kuadran II yaitu daerah maju tapi tertekan, dan kota Kotamobagu berada dalam daerah kuadran I yaitu daerah maju dan tumbuh dengan pesat. Kata Kunci : Kualitas Pertumbuhan Ekonomi; Ketimpangan Pendapatan; Indeks Williamson; Tipologi Klassen
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Jumlah Industri Terhadap Kesempatan kerja di Kota Manado Angely C.M Suatan; Amran T. Naukoko; Ita Pingkan F. Rorong
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesempatan kerja merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan merupakan indikator ekonomi untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu daerah yang dapat digunakan sebagai tolak ukur pemerintah dalam menjalakan kebijakan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh hubungan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan jumlah industri terhadap kesempatan kerja di Kota Manado. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja di Kota Manado, inflasi bepengarugh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja di Kota Manado, jumlah industri berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kesempatan kerja di Kota Manado. Secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kesempatan kerja di Kota Manado. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi; Inflasi; Jumlah Industri; Kesempatan Kerja
Dampak Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kiama Kecamatan Melonguane Kabupaten Talaud Jefi B. Apena; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan desa merupakan sebagai subjek pembangunan, dan sebagai gerakan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan yang dilandasi oleh kesadaran untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Diketahui bahwa hampir semua penduduk Indonesia bertempat tinggal dipedesaan. Dana Desa yang dianggarkan setiap desa dapat melakukan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga desa dapat tumbuh menjadi desa yang unggul, maju, dan mandiri. Adanya Alokasi Dana Desa harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dengan memprioritaskan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang bersifat mendesak untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dana desa dan alokasi dana desa terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di desa kiama, kecamatan melonguane, kabupaten kepulauan talaud dan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan desa dalam mengelola dana desa dan alokasi dana desa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder dan primer dari tahun 2016 - 2021 di desa kiama, kecamatan melonguane, kabupaten kepulauan talaud.Hasil penelitian menunjukan bahwa Dana Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan di desa kiama, sedangkan Alokasi Dana Desa berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kesejahteraan di desa kiama. Kata kunci: Dana Desa; Alokasi Dana Desa; Kesejahteraan Masyarakat; Pemberdayaan Masyarakat.
Analisis Potensi Unggulan Dan Daya Saing Sub Sektor Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Di Kabupaten Minahasa Selatan Chris Dialogis Manaraja; Daisy S.M Engka; Ita Pingkan F. Rorong
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sektor pertanian berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Bagi pemerintah perlu untuk melihat sub-sub sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang dapat menunjang perkembangan pertumbuhan perekonomian daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sub sektor apa saja yang menjadi basis dan berpotensial untuk dijadikan acuan dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan. Ada empat sub sektor yang merupakan basis pada Kabupaten Minahasa Selatan yang berpotensi untuk menunjang pertumbuhan perekonomian serta pendapatan daerah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang memakai data kurun waktu (time series) yakni data sekunder seperti data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Atas Dasar Harga Berlaku, baik kontribusi serta jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Location Quetient (LQ) dan Shift Share (SS). Sub sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menjadi basis di daerah tersebut adalah sub sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian, sub sektor tanaman hortikultura, sub sektor tanaman perkebunan dan sub sektor jasa pertanian dan perburuan. Dari perhitungan Shift Share sub sektor yang sangat berpotensial meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu sub sektor perikanan. Kata kunci: Sub sektor unggulan; PDRB; Location Quotient; Daya saing; Shift share
Jumlah Kunjungan Wisatawan, Retribusi Objek Wisata, Serta Jumlah Pelaku Usaha Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tomohon Olivia Maria Lintong; George M.V Kawung; Ita Pingkan F. Rorong
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 5 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan Asli Daerah adalah sumber keuangan daerah yang digali dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah dan juga hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan pendapatan lain-lain yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh apakah jumlah kunjungan wisatawan, retribusi objek wisata dan jumlah pelaku usaha terhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Tomohon periode 2010-2020. Jenis penelitian yang digunakan  adalah penelitian kuantitatif dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang menggunakan data deret berkala (time series) atau runtut waktu dalam waktu sebelas tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan analisis data yang terdiri analisis deskriptif, uji asumsi, asumsi klasik, dan uji hipotesis, yang dibantu juga oleh aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, retribusi objek wisata dan jumlah pelaku usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Jumlah Kunjungan Wisatawan; Retribusi Objek Wisata; Jumlah Pelaku Usaha
Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Disverina Gladis Hamel; Anderson G. Kumenaung; Ita Pingkan F. Rorong
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 6 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang membuat pendapatan per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka yang panjang, disertai dengan perubahan ciri-ciri penting suatu masyarakat, yaitu perubahan dalam hal teknologi, pola pikir masyarakat maupun kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi sektor ekonomi unggulan terhadap perekonomian, sektor-sektor ekonomi apa saja yang menjadi sektor ekonomi unggulan serta struktur dan daya saing sektor perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa analisis Location Quotient (LQ), terdapat 6 sektor basis di Kabupaten Sangihe dengan hasil Location Quotientnya lebih dari satu (LQ>1 dengan keterangan basis, terdapat 6 sektor yang memiliki nilai DLQ>1 serta telah terjadi perubahan atau total nilai kenaikan kinerja pada perekonomian Kabupaten Kepulauan Sangihe selama tahun 2016 - 2021. Total nilai pada laju pertumbuhan menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara terhadap perekonomian daerah Kepulauan Sangihe. Kata kunci: Sektor Unggulan; PDRB; Location Quotient; Shift Share