Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kecamatan Mariso Kota Makassar Hidyatullah, Andi Muhammad Taufiq; Firdaus, Firdaus; Rumata, Nini Apriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman kumuh di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, merupakan tantangan serius dalam pembangunan wilayah perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekumuhan dan merumuskan strategi pencegahan serta peningkatan kualitas permukiman berdasarkan pendekatan Analisis Skoring dan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Metode Analisis Skoring digunakan untuk mengukur tingkat kekumuhan berdasarkan indikator fisik, sosial, dan lingkungan, sedangkan SPM dijadikan acuan untuk menilai kesesuaian kondisi aktual dengan standar pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Kecamatan Mariso berada pada kategori kumuh ringan hingga sedang, dengan permasalahan dominan berupa keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Strategi penanganan yang diusulkan meliputi peningkatan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas masyarakat, serta integrasi program lintas sektor berbasis partisipatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan permukiman layak huni sesuai dengan standar pelayanan minimum.
Analisis Pengembangan Wilayah Berbasis Sektor Unggulan Dan Kontribusinya Terhadap Peningkatan Ekonomi Kabupaten Bulukumba Putri, Fani Aulia; Firdaus, Firdaus; Burhanuddin, Fathurrahman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11367

Abstract

Peningkatan ekonomi merupakan upaya peningkatan produktifitas dari pemanfaatan sumber daya potensi yang dimiliki suatu wilayah atau negara. Kemampuan peningkatan ekonomi suatu wilayah sangat bergantung pada keunggulan komperatif sektor-sektor ekonomi suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan (basis nonbasis) ekonomi, sektor yang berkontribusi , mengetahui struktur pergeseran ekonomi. Metode Analisis yang digunakan yaitu metode analisis Location Qoutien (LQ), Dynamic Qoutient (DLQ), Gabungan analisis LQ dan DLQ, Indeks Konstribusi Sektor dan Analisis Shift-share untuk mengetahui sektor basis nonbasis ekonomi dan konstribusi serta struktur pergeserannya. Pengambilan data dilakukan melalui survei lapangan dan analisis data sekunder. Analisis data menggunakan perangkat microsoft excel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat 6 sektor unggulan di kabupaten bulukumba, (2) sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan konstribusi tertinggi, (3) berdasarkan struktur pergeseran ekonominya Kabupaten Bulukumba mengalami penurunan , dan (4) sejalan dengan strategi penataan ruang Kabupaten Bulukumba.
Analisis Sistem Jaringan Evakuasi Berbasis Tingkat Kerawanan Bencana Banjir di Kecamatan Manggala Kota Makassar Zulfatiha, Zalwa Azizah; Firdaus, Firdaus; Margie Dayana, Lucke Ayurindra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13050

Abstract

Bencana Banjir bukan sekadar genangan air biasa. Di balik luapannya, terkandung berbagai konsekuensi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan bencana banjir, menentukan titik lokasi dan rute evakuasi bencana banjir. Metode Analisis yang digunakan yaitu metode analisis pengharkatan (skoring) dan overlay. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran parameter, survei lapangan dan analisis data sekunder. Analisis data menggunakan perangkat sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) tingkat kerawanan bencana banjir di Kecamatan Manggala masuk dalam kategori rawan, (2) terdapat 7 titik lokasi evakuasi bencana banjir di Kecamatan Manggala, dan (3) terdapat 15 alternatif rute evakuasi di Kecamatan Manggala.
Strategi Ketahanan Kota Terhadap Bencana Alam Di Kawasan Pesisir Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Hartina Wahyuningsih; Firdaus; Soemitra Emin Praja
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3506

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran strategis dalam pembangunan kota, namun juga rentan terhadap ancaman bencana alam seperti abrasi, banjir rob, dan kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan dan ketahanan kota terhadap bencana alam di kawasan pesisir Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, serta merumuskan strategi mitigasi berbasis hasil analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik skoring, pembobotan, dan analisis spasial berdasarkan pedoman BNPB (2012) dan panduan pengembangan Resilient City (2016). Data yang digunakan mencakup data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan terhadap empat aspek kerentanan (sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan) serta indikator ketahanan kota meliputi tata ruang, infrastruktur, fasilitas publik, sosial ekonomi, Teknologi Pengetahuan, perencanaan perizinan, kemampuan stakeholder dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir Kecamatan Ujung Pandang berada pada kategori rendah dengan kerentanan sosial sebagai faktor dominan. Sementara itu, tingkat ketahanan kota dikategorikan sedang hingga tinggi, ditandai dengan ketersediaan infrastruktur dasar tetapi masih terbatasnya kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat. Analisis SWOT menempatkan wilayah penelitian pada kuadran I (Strength–Opportunity), sehingga strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan tata ruang adaptif, peningkatan infrastruktur tanggap bencana, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi dan adaptasi bencana di kawasan pesisir perkotaan.
A Analisis Adaptasi Terhadap Kerawanan Bencana Kenaikan Permukaan Air Laut Di Kawasan Pesisir Kecamatan Ujung Tanah Nurul Ilma; Firdaus; Fathurrahman Burhanuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3527

Abstract

Kenaikan permukaan air laut sebagai dampak perubahan iklim global telah menjadi ancaman nyata bagi wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Ujung Tanah di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan terhadap kenaikan permukaan air laut dan merumuskan strategi adaptasi yang tepat di kawasan pesisir tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode spasial (skoring, pembobotan, dan overlay), penelitian ini mengevaluasi enam indikator utama: kemiringan lereng, penggunaan lahan, ketinggian gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, dan pasang surut. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah pesisir Ujung Tanah memiliki tingkat kerawanan yang bervariasi, mulai dari rendah hingga tinggi, dengan distribusi kerawanan tinggi paling luas terdapat di Kelurahan Totaka dan Ujung Tanah. Berdasarkan tingkat kerawanan tersebut, disusun strategi adaptasi meliputi adaptasi akomodatif (penanaman vegetasi pantai, pembangunan ruang terbuka hijau, edukasi masyarakat) hingga adaptasi protektif (pembangunan seawall, breakwater, dan zonasi permukiman). Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi berbasis spasial dan sosial dalam merancang kebijakan adaptasi pesisir yang berkelanjutan dan berkeadilan terhadap ancaman kenaikan permukaan air laut. Keywords: kenaikan permukaan air laut, strategi adaptasi, Kawasan Pesisir
Capacity Analysis of Coastal Abrasion Disasters in North Galesong District, Takalar Firdaus Firdaus; Muhammad Chaerul; Sri Gusty
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3937

Abstract

AbstractCommunity capacity is closely related to disaster risk reduction efforts, consisting of mitigation, preparedness and survival capabilities. This study aims to determine the level of capacity against coastal abrasion disasters in North Galesong District. The analytical method used is the coastal abrasion disaster risk capacity index which consists of regulations, institutions, early warning systems, disaster mitigation efforts and preparedness. The results showed that overall, the villages in the coastal area of North Galesong District were included in the low capacity category. The low category capacity level represents the low ability of the region and the community to take action to reduce the level of threat and level of losses due to coastal abrasion disasters.Keywords: Capacity, Mitigation, Disaster, Coastal Abrasion, North Galesong
MCDA-AHP-GIS-Based Site Suitability Assessment for a Multi-Utility Tunnel in Panakkukang Sub-district, Makassar City , Indonesia Muthalib, Ade Nirwani Abdurahman; Rumata, Nini Apriani; Burhanuddin, Fathurrahman; Faisal, Muhammad; Firdaus; Rahmania; Bakti , Rizki Yusliana
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 02 (2026): JGEET Vol 11 No 02 : June (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.02.26770

Abstract

This study develops a transparent MCDA–AHP–GIS framework to screen Multi-Utility Tunnel (MUT) corridor suitability in Panakkukang Sub-district, Makassar City, using 2024 baseline datasets and five criteria: utility/network density (C1), road functional class and corridor capacity (C2), flood susceptibility (C3), activity intensity (C4; proxied by kelurahan-level population density), and spatial planning compatibility with RTRW/RDTR (C5). All layers were standardized and reclassified (1–3 or 1–5) and integrated using Weighted Linear Combination (WLC) with AHP-derived weights (CR = 0.028), where C1 (0.26) and C5 (0.24) were highest, followed by C2 (0.19), C4 (0.16), and C3 (0.15). The 2,918.3-ha study area was classified into Very Unsuitable (88.2 ha; 3.0%), Unsuitable (405.8 ha; 13.9%), Moderately Suitable (764.9 ha; 26.2%), Suitable (935.8 ha; 32.1%), and Highly Suitable (723.6 ha; 24.8%). A corridor-focused overlay shows that 436.9 ha fall within the Suitable–Highly Suitable mask, of which 127.3 ha (29.1%) intersect high flood-hazard zones, indicating that some priority segments require attention during detailed planning. Uncertainty mainly arises from buffer distances and reclassification thresholds and from non-differentiating attributes in some utility layers; however, a ±10% weight sensitivity test yields only minor shifts in class areas and preserves the main priority-corridor pattern.
Community Participation in Local Development: Insights from Lakkang Village, Makassar Firdaus Firdaus; Didiet Haryadi Hakim; Syahril Syarifuddin
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.309

Abstract

Background: Regional development is basically not only the responsibility of the government, but also requires the active involvement of the community as a subject as well as a beneficiary of development. Community participation is an important element because the community knows firsthand the needs, problems, and potential of their area. Objective: This study aims to analyze the level of community participation in development in Lakkang Village, Makassar City and identify the factors that affect this participation. Methods: The study used a descriptive quantitative approach with a single variable. Data collection was carried out through questionnaires and observations of 94 respondents who were randomly selected from the population of Lakkang Village. The data was analyzed using quantitative descriptive analysis techniques through frequency tables and average score calculations. Results: The results showed that the level of community participation in development in general was in the medium category with an average score of 2.25. The highest participation was shown in the form of energy or physical with a score of 2.50, followed by participation in the form of materials/goods of 2.22 and ideas/thoughts of 2.17, while participation in the form of money was in the low category with a score of 1.95. These findings show that people are more likely to be involved through labor contributions than financial contributions. Factors that affect community participation consist of internal factors in the form of personal awareness and external factors in the form of village government leadership. Conclusion: Thus, increasing community participation needs to be encouraged through strengthening citizen awareness and government leadership that is communicative, participatory, and responsive to community needs.
ANALISIS KAPASITAS TERHADAP BENCANA ABRASI PANTAI DI KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Firdaus Firdaus; Muhammad Chaerul; Sri Gusty
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10665

Abstract

Abstrak: Kapasitas masyarakat erat kaitannya dengan upaya pengurangan risiko bencana, terdiri dari mitigasi, kesiapsiagaan dan kemampuan bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas terhadap bencana abrasi pantai di Kecamatan Galesong Utara. Metode analisis yang digunakan adalah indeks kapasitas risiko bencana abrasi pantai yang terdiri dari regulasi, kelembagaan, sistem peringatan dini, upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, desa-desa di wilayah pesisir Kecamatan Galesong Utara termasuk dalam kategori kapasitas rendah. tingkat kapasitas kategori rendah merupakan rendahnya kemampuan daerah dan masyarakat untuk melakukan tindakan pengurangan tingkat ancaman dan tingkat kerugian akibat bencana abrasi pantai.Abstract: Community capacity is closely related to efforts to reduce disaster risk, consisting of mitigation, preparedness and survival ability. This study aims to determine the capacity level against coastal abrasion disasters in North Galesong District. The analytical method used is the coastal abrasion disaster risk capacity index consisting of regulations, institutions, early warning systems, disaster mitigation efforts and preparedness. The results showed that overall, villages in the coastal area of North Galesong District were included in the low capacity category. The level of capacity in the low class is the common ability of the region and the community to take action to reduce the level of threat and the level of losses due to coastal abrasion disasters.
Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Muh Fachmy Pasuloi; Nini Apriani Rumata; Firdaus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8xf2zr69

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner tertutup yang diberikan kepada masyarakat di Dusun Baloli dan Dusun Bonde. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta analisis bivariat dengan uji chi-square guna mengetahui hubungan antarparameter kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (20–29 tahun), didominasi oleh perempuan, dan memiliki tingkat pendidikan menengah hingga tinggi. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori sedang, dengan persentase 89,3% di Dusun Baloli dan 92,7% di Dusun Bonde. Parameter Rencana Tanggap Darurat (R) memiliki hubungan signifikan terhadap kesiapsiagaan, sedangkan Pengetahuan (P), Sistem Peringatan Dini (S), dan Mobilisasi Sumber Daya (M) tidak signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi, pelatihan, simulasi, dan penguatan kelembagaan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh.KATA KUNCIBencana Banjir, Desa Baloli, Kesiapsiagaan, Masyarakat, Rencana Tanggap Darurat ABSTRACT: This study aims to analyze the level of community preparedness in facing flood disasters in Baloli Village, Masamba District, North Luwu Regency, which is one of the flood-prone areas in South Sulawesi. The research employed a quantitative approach using a closed-ended questionnaire survey distributed to residents of Baloli Hamlet and Bonde Hamlet. The data were analyzed using descriptive analysis to describe respondents’ characteristics and bivariate analysis with the chi-square test to determine relationships among preparedness parameters. The results show that the majority of respondents were in the productive age group (20–29 years), predominantly female, and had a medium to high level of education. Overall, the level of community preparedness was categorized as moderate, with percentages of 89.3% in Baloli Hamlet and 92.7% in Bonde Hamlet. The Emergency Response Plan (R) parameter showed a significant relationship with preparedness, while Knowledge of Floods (P), Early Warning Systems (S), and Resource Mobilization (M) were not significant. Therefore, improving education, training, simulations, and strengthening community-based institutions is necessary to enhance overall disaster preparedness.KEYWORSDSBaloli Village, Community, Emergency Response Plan, Flood Disaster, Preparedness