Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SOSIOHUMANIKA

Democratisation in Nigeria: Problems and Future Prospects Wani, Hilal Ahmad; Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.751 KB)

Abstract

ABSTRACT: Nigeria, as a major democracy in African continent, has to respect every faith, culture, community, language, and every identity which exists in Nigeria. There is immense need that government should manage all the gap and gulf between the different communities through working properly for the greater interest of all the citizens, without any differentiation and distinction. Those who are oppressed sections of this society, the greater attention is required for their betterment. All developing countries are in transition, and Nigeria is not different case from other developing countries. In summation, it can be said that democratic governance and accountable political system is needed to fulfil the vacuum. Democratic system of governance could be the real panacea of all the problems which country is facing. This paper is an attempt to understand the process of democratisation in Nigeria. Democratisation term will elucidate that whether the government is successful in promoting and maintaining justice and rule of law or whether the government is not successful in the process of democratisation. This study will also touch all the lacunas of democracy in Nigeria. The main discourse is that government has to understand the real problems of people in any democratic country and try to fulfil all the basic amenities and entitlements for its citizens. KEY WORD: Nigeria government, process of democratisation, rule of law, happy and prosperous country, and accountable and good governance. RESUME: Artikel ini berjudul “Demokratisasi di Nigeria: Masalah dan Prospek Masa Depan”. Nigeria, sebagai negara demokrasi besar di benua Afrika, harus menghormati setiap agama, budaya, masyarakat, bahasa, dan setiap identitas yang ada di Nigeria. Ada kebutuhan mendesak bahwa pemerintah harus mengelola semua kesenjangan dan jurang antara masyarakat yang berbeda melalui program kerja yang baik untuk kepentingan yang lebih besar dari semua warga negara, tanpa perbedaan dan pemisahan. Mereka yang tertindas dalam masyarakat memerlukan perhatian yang lebih besar untuk kemajuan mereka. Semua negara-negara berkembang berada dalam masa transisi, dan Nigeria bukan kasus yang berbeda dari negara-negara berkembang lainnya. Dalam perkiraan dapat dikatakan bahwa pemerintahan yang demokratis dan sistem politik yang akuntabel diperlukan untuk memenuhi kevakuman. Sistem pemerintahan yang demokratis bisa menjadi obat mujarab nyata bagi semua masalah yang dihadapi oleh negara. Makalah ini merupakan upaya untuk memahami proses demokratisasi di Nigeria. Istilah demokratisasi akan menjelaskan bahwa apakah pemerintah berhasil dalam mempromosikan dan mempertahankan keadilan dan supremasi hukum atau apakah pemerintah tidak berhasil dalam proses demokratisasi itu. Penelitian ini juga akan menyentuh semua kehampaan demokrasi di Nigeria. Wacana utama adalah bahwa pemerintah harus memahami masalah nyata dari rakyatnya di setiap negara yang demokratis serta mencoba untuk memenuhi semua kebutuhan dasar dan hak dari warga negaranya.KATA KUNCI: Pemerintah Nigeria, proses demokratisasi, supremasi hukum, negara bahagia dan sejahtera, serta akuntabilitas dan pemerintahan yang baik.  About the Authors: Dr. Hilal Ahmad Wani is a Research Fellow at the Centre for Civilizational Dialogue UM (University of Malaya) in Kuala Lumpur, Malaysia; and Andi Suwirta, M.Hum. is a Senior Lecturer at the Department of History Education UPI (Indonesia University of Education) in Bandung, West Java, Indonesia. Corresponding authors are: wanihilal@gmail.com and atriwusidna@gmail.comHow to cite this article? Wani, Hilal Ahmad & Andi Suwirta. (2013). “Democratisation in Nigeria: Problems and Future Prospects” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.6, No.2 [November], pp.143-158. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (September 6, 2013); Revised (October 9, 2013); and Published (November 20, 2013).    
Human Rights in Islam: A Way towards Justice for Humanity Wani, Hilal Ahmad; Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Islam is complete code of life, because there is not any single dimension related to human beings which had not been touched and included. Before 14 hundred years, Muslims had human rights; so, saying that human rights are kind of new phenomenon and a new package for humanity, it is wrong and unjustified. This paper is based on strong research data to challenge all anti Islamic views and notions about the Islam. To examine the bunch of rights which Islam had given to human beings from the very beginning, even before the so called genesis of world human rights. And to justify that Islam is the real custodian and guardian of human rights for every human being. And to prove that all anti-Islamic challenges are nothing, but a chimera and myth of the anti-Islamic forces on Islam and Muslims so that they could be successful to mould the people against Islam and Muslim world, whereas Islam is divine religion supported by Allah, the anti-Islamic forces cannot hurt Islam because Islam is based on universal and human principles which cannot be challenged by someone who does not have vision to understand the real philosophy of Islam. Islam is the real solution to the world, a world where justice is totally absent. Islam is the real voice of oppressed and suppressed people and it is a true way for justice and world brotherhood.KEY WORD: Code of life, Islam, human rights, justice, humanity, world order, Islamic forces, and Muslim countries.   RESUME: Makalah ini berjudul “Hak Azasi Manusia dalam Islam: Sebuah Jalan Menuju Keadilan bagi Kemanusiaan”. Islam merupakan pedoman hidup yang lengkap, karena tidak ada satupun dimensi yang berhubungan dengan manusia yang tidak tersentuh dan tercakup. Sebelum 1400 tahun, umat Islam memiliki hak asasi manusia; maka, perkataan bahwa hak asasi manusia merupakan fenomena baru dan suatu kemasan baru bagi kemanusiaan merupakan hal yang salah dan tidak berdasar. Makalah ini berdasarkan data penelitian yang kuat untuk menantang semua pandangan anti Islam dan keyakinan tentang Islam. Untuk menguji seperangkat hak-hak yang telah diberikan Islam kepada umat manusia mulai dari awal, bahkan sebelum disebut dalam hak asasi manusia dunia. Dan juga untuk meyakinkan bahwa Islam merupakan pemelihara dan pelindung hak asasi manusia bagi setiap umat manusia. Dan untuk membuktikan bahwa semua tantangan anti Islam tidak ada artinya, melainkan gagasan yang tidak masuk akal dan mitos tentang kekuatan-kekuatan anti Islam terhadap Islam dan kaum Muslim sehingga mereka bisa berhasil untuk menciptakan orang-orang yang menentang Islam dan dunia Muslim, sebaliknya Islam merupakan agama yang hebat dan didukung oleh Allah, kekuatan-kekuatan anti Islam tidak dapat mencederai Islam karena Islam berlandaskan prinsip-prinsip universal dan kemanusiaan yang tidak bisa ditentang oleh seseorang yang tidak memiliki visi untuk memahami filosofi Islam yang sesungguhnya. Islam merupakan solusi nyata bagi dunia, suatu dunia dimana keadilan benar-benar tidak ada. Islam merupakan suara nyata dari orang-orang tertindas dan tertekan dan ianya merupakan jalan yang benar bagi keadilan dan persaudaraan dunia.KATA KUNCI: Pedoman hidup, Islam, hak azasi manusia, keadilan, kemanusiaan, ketertiban dunia, kekuatan Islam, dan negeri-negeri Muslim.  About the Authors: Dr. Hilal Ahmad Wani is a Post-Doctoral Fellow at the Centre for Peace and Strategic Studies UOI (University of Ilorin) in Nigeria; and Andi Suwirta, M.Hum. is a Senior Lecturer at the Department of History Education UPI (Indonesia University of Education) in Bandung, West Java, Indonesia. They can be reached at: wanihilal@gmail.com and andisuwirta@yahoo.com  How to cite this article? Wani, Hilal Ahmad & Andi Suwirta. (2013). “Human Rights in Islam: A Way towards Justice for Humanity” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.6, No.1 [Mei], pp.1-12. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (March 11, 2013); Revised (April 13, 2013); and Published (May 20, 2013).    
Menghidupkan Semula Etika dan Nilai-nilai Murni Demokrasi dalam Konteks Autonomi Negeri: Kes Indonesia Al-Muchtar, Suwarma; Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This paper discusses the vision of democracy, the various efforts to enlighten the ethics and good values in practicing democracy, especially in the relation to the current multi-dimensional political crises currently faced by the Indonesians after the 1998 Reformation movement until today. The realization of the Regional Autonomy Act in 1999 had however directly been reducing the authority of Central Government in Indonesia. This had significantly been worrying the existence of national integration. The emergence of many crises after 1997 had caused very bad social conflict be it horizontally or vertically, where at the end had jeopardized the living of Indonesians. Realizing the thinking and practicing the good values of democracy in the context of political culture of Indonesia is being viewed by this working paper as important especially to the government and the people in practicing the “Rechstaats” vision and diminishing the “Machstaats”. Therefore, exemplary governmental leadership, upholding legal correctness and justice and continuous learning and teaching process of good values in moral education, civic and law will be part of the suggestion in this paper. Key words:  ethical concept and good values, regional autonomy act, democracy education and the role of social science and humanity scholars.  About the Authors: Prof. Dr. Suwarma Al-Muchtar adalah Profesor Pengajian Sosial dan Dekan Fakulti Pendidikan Sains Sosial UPI (Universiti Pendidikan Indonesia) di Bandung. Beliau lahir di Garut, Jawa Barat, pada 11hb Februari 1953. Menamatkan Program Dr. Pendidikan IPS di Sekolah Pascasiswazah IKIP Bandung tahun 1995. Menulis buku, di antaranya adalah Pengantar Studi Sistem Politik Indonesia (Bandung: Gelar Pustaka Mandiri, 2001). Beliau boleh dihubungi dengan alamat jabatan: Fakulti Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI, Jl.Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. E-mail: sam@upi.edu Andi Suwirta, M.Hum. adalah Pensyarah Kanan di Jabatan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI. Beliau dilahirkan di Subang, Jawa Barat, pada 9hb Oktober 1962. Menamatkan Sarjana (M.Hum.) dari Program Pengajian Ilmu Sejarah Pascasiswazah UI (Universiti Indonesia) Jakarta tahun 1996, dengan menulis tesis masternya, dan diterbitkan, mengenai Suara dari Dua Kota: Revolusi Indonesia dalam Pandangan Suratkabar Merdeka (Jakarta) dan Kedaulatan Rakjat (Yogyakarta), 1945-1947 (Jakarta: PN Balai Pustaka, 2000). Beliau boleh dihubungi dengan alamat: Komp. Vijaya Kusuma B-11 No.15-16 Cipadung, Bandung 40614, Jawa Barat, Indonesia. E-mail: suciandi@upi.eduHow to cite this article? Al-Muchtar, Suwarma & Andi Suwirta. (2008). “Menghidupkan Semula Etika dan Nilai-nilai Murni Demokrasi dalam Konteks Autonomi Negeri: Kes Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.1, No.1 [Mei]. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UPI Bandung, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112, pp.27-48.Chronicle of the article: Accepted (March 24, 2008); Revised (April 29, 2008); and Published (May 20, 2008).
Globalization and its Implications for the Field of Education in Indonesia: Between Challenge and Response Subandowo, M; Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The process of globalization is now entering almost all aspects of human life. The process of globalization is due to the acceleration of innovation and its application in science and technology. All phenomena of globalization have had the implications in the field of education, including the education system in Indonesia. In the context of the teaching-learning process, for example, it seems to have been and will being changing, in pertaining with the development of science and information technology, that is emergencing of an e-learning phenomenon (learning through electronic media) and the application of multi-media technology in the learning process. Therefore, education in Indonesia must be ready to welcome the phenomena of globalization with all its challenges and responses. Indeed, the education sector in Indonesia is still a "cinderella" (step child) in the process of nation building. Institute for R & D (Research and Development) is also still being accessories and not yet functioning optimally. It is appropriate if the Indonesia government and society to change the paradigm and to reorient about the critical role of education as a vehicle, not only to educate and advance the nation-state but also to improve the quality of the HR (Human Resources) that are creative and innovative, have a work ethic and high morale, and able to stand up right in order parallel to the other nation-states in the world.KEY WORD: Globalization, science and technology, education, economic development, human resources, creative and innovative, and work ethic. RESUME: “Globalisasi dan Implikasinya bagi Dunia Pendidikan di Indonesia: Antara Tantangan dan Jawaban”. Proses globalisasi saat ini sudah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Proses globalisasi ini terjadi akibat akselerasi inovasi dan penerapannya di bidang sains dan teknologi. Semua fenomena globalisasi itu berimplikasi dalam bidang pendidikan, termasuk sistem pendidikan di Indonesia. Dalam konteks proses belajar-mengajar, misalnya, nampaknya telah dan akan mengalami perubahan, sekaitan dengan perkembangan sains dan teknologi informasi, yaitu munculnya fenomema e-learning (belajar melalui media elektronik) dan aplikasi teknologi multi media dalam proses belajar. Karenanya, dunia pendidikan di Indonesia harus siap menyambut fenomena globalisasi ini dengan segala tantangan dan jawabannya. Memang, sektor pendidikan di Indonesia masih menjadi “cinderella” (anak tiri) dalam proses pembangunan bangsa. Lembaga LITBANG (Penelitian dan Pengembangan) pula masih bersifat asesoris dan belum berfungsi secara optimal. Sudah selayaknya jika pemerintah dan masyarakat Indonesia mengubah paradigma dan melakukan reorientasi tentang sentralnya peran pendidikan sebagai wahana, selain untuk mencerdaskan dan memajukan bangsa juga untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang kreatif dan inovatif, punya etos kerja dan semangat juang yang tinggi, serta mampu tegak berdiri, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.KATA KUNCI: Globalisasi, sains dan teknologi, pendidikan, pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, kreatif dan inovatif, serta etos kerja.  About the Authors: Dr. M. Subandowo is a Senior Lecturer at the Postgraduate Program UNIPA (University of PGRI Adibuana) in Surabaya, East Java; and Andi Suwirta, M.Hum. is a Senior Lecturer at the Department of History Education, Faculty of Social Studies Education UPI (Indonesia University of Education) in Bandung, West Java, Indonesia. Corresponding author is: atriwusidna@gmail.comHow to cite this article? Subandowo, M. & Andi Suwirta. (2014). “Globalization and its Implications for the Field of Education in Indonesia: Between Challenge and Response” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.7(2) November, pp.293-300. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNHAS Makassar, and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112.Chronicle of the article: Accepted (October 9, 2014); Revised (November 10, 2014); and Published (November 20, 2014).
Dua Negara-Bangsa Melihat Masa Lalunya: Konfrontasi Indonesia – Malaysia (1963-1966) sebagaimana Dikisahkan dalam Buku-buku Teks Sejarahnya di Sekolah Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kajian tentang peristiwa Konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1963-1966 sudah banyak dilakukan, baik dalam perspektif politik dan ekonomi maupun pertahanan dan hubungan internasional. Kajian-kajian yang bersifat akademik tersebut berusaha untuk memahami segi-segi objektif yang menjadi penyebab, latar belakang peristiwa, jalannya peristiwa, pengaruhnya, serta akhir dari peristiwa penting yang dihadapi oleh dua negara-bangsa yang serumpun pada tahun 1960-an. Penelitian ini ingin memberikan perspektif yang agak lain dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif dan objektif tentang bagaimana negara-bangsa Indonesia dan Malaysia memberikan tafsir resmi (official history) terhadap peristiwa penting yang melibatkan kepentingan politik dua negara-bangsa tersebut. Tafsir resmi tersebut, salah satunya, nampak dalam penggunaan dan penyajian buku-buku teks sejarah di sekolah. Dengan menganalisis buku-buku teks sejarah, penelitian ini memberikan perspektif baru tentang dua negara-bangsa dalam membangun wacana sejarah (historical discourse) untuk kepentingan tujuan pendidikan nasionalnya masing-masing. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa buku-buku teks sejarah di Malaysia banyak memberikan penjelasan yang meyakinkan daripada buku-buku teks sejarah di Indonesia dalam memaknai peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963-1966.  Kata-kata kunci: Peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia, studi komparatif, analisis buku-buku teks sejarah, dan tafsir resmi sejarah.About the Author: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel beliau adalah: aspensi@yahoo.comHow to cite this article? Suwirta, Andi. (2010). “Dua Negara-Bangsa Melihat Masa Lalunya: Konfrontasi Indonesia – Malaysia (1963-1966) sebagaimana Dikisahkan dalam Buku-buku Teks Sejarahnya di Sekolah” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.2 [November], pp.243-258. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (September 22, 2010); Revised (October 28, 2010); and Published (November 20, 2010).   Â