Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KLASIFIKASI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP FASILITAS PADA FTIK UNIVERSITAS DHARMAWANGSA MEDAN DENGAN ALGORITMA NAIVE BAYES Medi Hermanto Tinambunan; Alfiansyah Hasibuan; Sri Wahyuni; Arif Sobirin Wibowo
Bisnis-Net Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v6i1.3356

Abstract

ABSTRACT Facilities are a support for the implementation of a process in a business in this case the Dharmawangsa University campus, by increasing the level of student satisfaction with the facilities available, student comfort in learning will be achieved. This study used questionnaire data on 70 respondents who were students of Dharmawangsa University. Previously, the questionnaire consisted of 42 questions. After being tested for validity and reliability, 20 questions were obtained. Then from the results of the questionnaire data, a classification of student satisfaction levels will be carried out using one of the algorithms in data mining, namely Naive Bayes. The results obtained by using the rapid miner application with 50 training data and 19 data testing data, the results obtained are a classification accuracy of 73.68% with a recall value of 83.33% and a precision of 83.33%, then there are 9 attributes that have a value dissatisfaction is higher than the satisfaction score given by respondents, this can be a concern of the leadership to improve these facilities so as to increase the level of satisfaction with the facilities provided by Dharmawangsa University.Keywords: Student Satisfaction, Data Mining, Naive Bayes
PERILAKU PENYIMPANGAN SOSIAL REMAJA KECANDUAN SIRUP OBAT BATUK KOMIX SEBAGAI SUMBER BELAJAR PPKn di MTs MA’ARIF NU 3 KEMRANJEN Arif Sobirin Wibowo; Ida Bagus Weda Wigena; Medi Hermanto Tinambunan; I Gede Budi Mahendra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.17919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan fenomena perilaku penyimpangan sosial remaja, penyebab serta alasan mengapa remaja sampai kecanduan sirup obat batuk komix sebagai sumber belajar PPKn di MTs Ma’arif Nu 3 Kemranjen. Subjek penelitian ini adalah remaja terutama usia sekolah yang menggunakan sirup obat batuk komix dalam jumlah yang diluar dosis sehingga menyebabkan kecanduan yang berlokasi di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian fenomenologi Edmund Husserl karena meneliti fenomena suatu kelompok yaitu penggunaan sirup obat batuk komix yang berlebihan dikalangan remaja sehingga menyebabkan kecanduan. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yaitu pengamatan terhadap objek penelitian, wawancara mendalam terhadap remaja yang kecanduan sirup obat batuk komix dan dokumentasi untuk mengumpulkan data data yang diperlukan. Analisis data dilakukan secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Hasil penelitian ini secara ringkas adalah Penyebab remaja menggunakan sirup obat batuk dalam jumlah yang banyak adalah permasalahan di dalam keluarga sehingga menyebabkan degradasi moral karena kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua sehingga secara langsung ataupun tidak terjadi penyimpangan sosial dikalangan remaja, pergaulan teman dan rasa penasaran sehingga mencoba-coba namun akhirnya kecanduan. Efek kenikmatan yang mereka rasakan setelah minum CMC adalah, pusing, badan terasa ringan, bisa melupakan sejenak masalah yang ada dan mengantuk namun tidak bisa tidur. Tetapi ada efek lain yaitu dapat memunculkan sifat asli peminum.
SISTEM SUBAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS KURIKULUM MERDEKA Ida Bagus Weda Wigena; Grystin Djein Sumilat; Arif Sobirin Wibowo
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) menginterpretasi nilai-nilai kearifan lokal berlandaskan Tri Hita Karana dalam sistem subak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS, (2) menganalisis relevansi sistem subak dalam rangka mendukung pembelajaran IPS sesuai ketentuan dalam kurikulum merdeka, dan (3) merumuskan alur cara pengintegrasian sistem subak sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS. Penelitian kualitatif ini mengambil subjek pengurus organisasi subak utamanya ketua dan atau beberapa petani subak. Objek penelitian adalah beberapa organisasi subak di Bali yang dipilih secara acak. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi antara observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan (1) nilai-nilai kearifan lokal dalam sistem subak yang berlandaskan Tri Hita Karana dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS kurikulum merdeka. (2) Sistem subak berlandaskan Tri Hita Karana relevan dalam mendukung pembelajaran IPS yang kontekstual sesuai ketentuan dalam kurikulum merdeka, utamanya dalam capaian pembelajaran elemen keterampilan proses. (3) Salah satu cara untuk mengintegrasikan sistem subak sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS adalah menggunakan model pengintegrasian berdasarkan tema.
TRANSFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH DIGITAL DAN PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMAS KARSIA MANADO: TRANSFORMATION OF DIGITAL SCHOOL MANAGEMENT AND AUGMENTED REALITY LEARNING TO IMPROVE THE QUALITY OF LEARNING AT SMAS KARSIA MANADO supriyanto Supriyanto; Gaby Dainty Julliet Roring; Arif Sobirin Wibowo; Pebisitona Mesajaya Purba; Andi Waranei Ombuh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 1 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i1.6864

Abstract

Community service carried out at Karsia Manado Private High School (SMAS) aims to improve the quality of education through digital transformation and the application of Augmented Reality (AR) technology. This program focuses on two main aspects: improving teachers' competence in using technology for learning, and implementing a school website that is integrated with the administration and online learning systems. Through training and mentoring, teachers are empowered to create more interactive and effective AR-based learning content, as well as utilize the school website to expand access to learning materials outside of school hours. The results of this program show an increase in teachers' understanding of technology and a more flexible learning process for students. The sustainability of the program is maintained through the development of guide modules that can be used by teachers as a permanent reference, as well as ongoing mentoring to ensure the optimal use of technology. This program contributes to the achievement of sustainable development goals (SDGs), particularly in improving the quality of inclusive and equitable education in North Sulawesi, especially at SMAS Karsia.
Habitus Puri dan Griya untuk Menjaga Keberlanjutan Budaya Bali sebagai Bentuk Etnopedagogi Berkelanjutan Ida Bagus Weda Wigena; Komang Alit Wahyuni; Ida Bagus Arya Lawa Manuaba; Arif Sobirin Wibowo; Ida Ayu Made Putri Arini
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24395

Abstract

Puri is the residence of the Kshatriya dynasty, while Griya is the residence of the Brahmin dynasty. Puri and Griya represent habitus and capital that can serve as arenas for preserving Balinese culture. The purpose of this study is to analyze habitus and capital in Puri and Griya based on Bourdieu's theory of social practice, as well as to analyze cultural inheritance through informal education in Puri and Griya. The research paradigm is qualitative ethnography. The research subjects are one extended Puri and Griya family selected using purposive sampling techniques. The research objects are social practices learned informally. Data collection techniques use participatory observation, in-depth naturalistic interviews, documentation, and FGDs, with semi-structured instruments. Data analysis uses ethnographic techniques, namely triangulation, which includes description, analysis, and interpretation. The essence of the ethnography obtained is that Puri and Griya are a habitus with the power of economic, social, cultural, and symbolic capital. The power of these diverse forms of capital shapes social practices in the form of informal education that both teach and preserve elements of Balinese culture, such as refined Balinese, Old Javanese, Sanskrit, knowledge systems, social organization, religious systems, and the arts.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Serta Literasi Digital sebagai Landasan Etika Pengembangan Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Era Society 5.0 Arif Sobirin Wibowo; Ida Bagus Weda Wigena; Komang Alit Wahyuni; Isye Junita Melo
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Pancasila dan literasi digital sebagai landasan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan berkelanjutan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi dan distribusi pengetahuan, sekaligus memunculkan tantangan etis seperti eksploitasi data, bias algoritma, dan melemahnya nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multivocal Literature Review (MLR) dengan mengintegrasikan Systematic Literature Review (SLR) dan Grey Literature Review (GLR) terhadap 50 dokumen ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui teknik analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi keterkaitan antara nilai Pancasila, literasi digital, dan etika ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai kerangka etika yang komprehensif dalam mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Di sisi lain, literasi digital berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran etis dalam memanfaatkan teknologi. Integrasi keduanya berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan publik.