Jeannette F. Pangemanan
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN LAUT SEGAR DI PASAR RAKYAT SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mega Kereh; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Victoria E.N. Manoppo; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44855

Abstract

Abstract The purpose of this study was to find out the general condition of the market and find out the socio-economic conditions of traders in the Sukur People's Market, Airmadidi District, North Minahasa Regency. The population in this study was fresh sea fish traders at the Sukur People's Market. The method that will be used in this study is the survey method. The data analysis that will be used in this study is quantitative analysis and qualitative analysis. Socioeconomic conditions of fresh sea fish traders in Sukur People's Market: 1.)Social conditions: The age of the respondents is at the productive age of 30-50 years, the most education is elementary school and the least is junior high school, the highest number of family dependents is 3-4 people and the religion of each trader is the most from Islam with 7 people and Christianity 1 person. 2) Economic circumstances: the average income of fresh sea fish traders in a year is 46,450,000, monthly expenses with an average of 430,000, start-up capital is sent capital.  Keywords: socio-economic; merchant; fresh fish; Sukur People's Market   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum Pasar dan mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang di Pasar Rakyat Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Kondisi sosial ekonomi pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur: 1.) Kondisi sosial: Umur responden berada pada usia produktif 30-50 tahun, Pendidikan yang paling banyak yaitu SD dan yang paling sedikit yaitu SMP, jumlah tanggungan keluarga terbanyak yaitu 3-4 orang dan agama dari setiap pedagang paling banyak dari agama Islam dengan jumlah 7 orang dan Kristen 1 orang. 2) Kondisi ekonomi: rata-rata dari pendapatan pedagang ikan laut segar dalam setahun sebesar 46.450.000, pengeluaran perbulan dengan rata-rata 430.000, modal awal adalah modal sendiri kemudian untuk meningkatkan penghasilan maka jumlah modal sesuai dengan keterangan pada Tabel modal dari pedagang ikan laut segar. Kata Kunci: sosial ekonomi; pedagang; ikan luat segar; Pasar Rakyat Sukur
TARAF HIDUP KELUARGA ANAK BUAH KAPAL (ABK) KAPAL PAJEKO DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Riska Puji Lestari; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44957

Abstract

Abstract ABK is a crew member whose income depends on the catch and also the profit-sharing system. The problem is how the abk family meets their daily needs and how they family's standard of living is, because their catch is heavily influenced by the season and weather. The purpose of this study is to determine the number and source of income of the ABK pajeko family, to find out the amount and type of family expenses, and analyse the contribution of ABK's income to the total family income, as well as to find out the standard of living of the ABK pajeko family in Batulubang Village. The method used in this study is the survey method. The population in this study is a family of pajeko ship crew in Batulubang Village, which numbers 40 people. Data retrieval method using census method. The data collected is primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of guided interviews with questionnaires and observations. Secondary data collection is by citing existing data from relevant agencies or previous research. Standard of living in analysis with Engel Index. Based on the results of the study, it is known that the average income of the family of the crew of the pajeko ship in Batulubang Village for one year is Rp. 40,152,500, sourced from the main job as a pajeko ship crew member and side job. The contribution of ABK's income to family income is 94.2%, this means that work as a pajeko ship crew member is the foundation of family life. The family expenditure of the crew of the pajeko ship consists of total food expenditure and total non-food expenditure. Average food expenditure of one year is Rp. 21,000,000, and average non-food expenditure for one year is Rp. 19,152,500, so that the average family expenditure for one year is Rp. 40,152,500. Engel Index analysis obtained at 52.3%, this means that 52.3% of the total income of ABK families in Batulubang Village is used to meet food needs only. This means that the welfare level of pajeko ship crew in Batulubang Village is still relatively low.  Keywords: standard of living, ABK, Batulubang   Abstrak ABK merupakan anak buah kapal yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkapan dan juga sistem bagi hasil. Permasalahannya adalah bagaimana keluarga ABK tersebut memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bagaimana taraf hidup keluarga mereka, karena hasil tangkapan mereka banyak dipengaruhi oleh musim dan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan keluarga ABK Kapal Pajeko, untuk mengetahui jumlah dan jenis pengeluaran keluarga, dan menganalisis kontribusi pendapatan ABK terhadap total pendapatan keluarga, serta untuk mengetahui taraf hidup keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah ABK Kapal Pajekoyang sudah berkeluarga yang ada di Kelurahan Batulubang yang berjumlah 40 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Taraf hidup di analisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rata-rata keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang adalah Rp. 40.152.500 per tahun, bersumber dari pekerjaan pokok sebagai ABK Kapal Pajeko dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan ABK terhadap pendapatan keluarga yaitu 94,2%, ini berarti bahwa pekerjaan sebagai ABK Kapal Pajeko merupakan tumpuan kehidupan keluarga. Pengeluaran keluarga ABK Kapal Pajeko terdiri dari total pengeluaran pangan dan total pengeluaran non pangan. Rata-rata pengeluaran pangan sebesar Rp. 21.000.000 per tahun, dan rata-rata pengeluaran non pangan sebesar Rp. 19.152.500 per tahun, sehingga rata-rata pengeluaran keluarga sebesar Rp. 40.152.500 per tahun. Analisis Indeks Engel yang diperoleh sebesar 52,3%, ini berarti bahwa 52,3% dari total pendapatan keluarga ABK di Kelurahan Batulubang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Hal ini berarti bahwa tingkat kesejahteraan ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, ABK, Batulubang
KEADAAN SOSIAL EKONOMI PELAKU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BIDANG KULINER DI DERMAGA DESA BUDO, KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Excel Golioth; Djuwita R.R. Aling; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45004

Abstract

Abstract Coastal areas have specific conditions. The conditions of the coastal areas are different from one another, so each has differences. Differences in terms of characteristics cause different problems that exist, thus, have differences in how to handle them. Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency is one of the coastal villages in North Sulawesi which is famous for its mangrove tourism. There are about 30 hectares of which are overgrown with various mangrove vegetation. This mangrove forest tour was nominated for the 5 (five) best in North Sulawesi. In addition to the potential for mangrove forests, Budo village has a pier which is a place for culinary tours for visitors. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of culinary SMEs at the docks of Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this study is a case study, data taken by census on 3 UKM culinary business actors. Analysis of the results of the research data is divided into two, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Business analysis uses the formula: π = TR − T????, in which case: π = Net income, TR = Total revenue and TC = Total cost. The results obtained regarding social conditions are taken according to age, who are still young and productive, last junior high school education, the number of family dependents of 3 people, more than 1 year of business experience and the condition of a permanent home. The economic situation of the 3 respondents can be seen that the culinary business at the pier of the first Budo Village, the capital of R1, R2 and R3 is in the range of Rp. 2,988,000, Rp. 11,915,000 and Rp. 8,361,000. Total Cost (TC) of each respondent Rp. 684,400, Rp. 984,100, Rp. 619,050. Total Revenue (TR) for each respondent is around Rp. 1,862,000, Rp. 1,957,000 and Rp. 1,166,000 Net income (π) for each respondent is Rp. 1,177,600, Rp. 972,900, and Rp. 546,950 so this business is worth continuing because it is profitable.  Keywords: small business, mangrove tourism, culinary, wharf, social, economy   Abstrak Wilayah pesisir mempunyai kondisi yang spesifik. Kondisi wilayah pesisir yang satu dengan yang lainnya, maka masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaan dari sisi karakteristiknyamenyebabkan berbeda pula masalah yang ada, dengan demikian, memiliki perbedaan dalam cara penanganannya. Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu desa pesisir di Sulawesi Utara yang terkenal dengan wisata mangrove. Terdapat sekitar 30 Ha yang ditumbuhi vegetasi tumbuhan mangrove yang beragam. Wisata hutan mangrove ini masuk nominasi 5 (lima) terbaik di Sulawesi Utara. Selain potensi hutan mangrove, desa Budo memiliki dermaga yang menjadi tempat berwisata kuliner bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi pelaku UKM bidang kuliner di dermaga Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus, data diambil secara sensus atas 3 orang pelaku usaha UKM bidang kuliner. Analisis data hasil penelitian dibedakan atas dua, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Analisis usaha menggunakan rumus : π = TR − T????, hal mana : π = Pendapatan bersih, TR = Total penerimaan (Total Revenue) dan TC = Total biaya (Total cost). Hasil yang diperoleh tentang keadaan sosial diambil menurut umur, yang masih berumur muda dan produktif, pendidikan terakhir SMP, jumlah tanggungan keluarga 3 orang, pengalaman berusaha di atas 1 tahun dan keadaan rumah permanen. Keadaan ekonomi dari ke-3 responden dapat dilihat bahwa usaha kuliner di dermaga Desa Budo pertama, modal R1, R2, dan R3 berada pada kisaran Rp. 2.988.000, Rp. 11.915.000, dan Rp. 8.361.000. Total Cost (TC) masing-masing responden Rp. 684.400, Rp. 984.100, Rp. 619.050. Total Revenue (TR) masing-masing responden berkisar Rp. 1.862.000, Rp. 1.957.000, dan Rp. 1.166.000 Pendapatan bersih (π) masing-masing responden Rp. 1.177.600, Rp. 972.900, dan Rp. 546.950 sehingga usaha ini layak untuk diteruskan karena menguntungkan. Kata kunci: usaha kecil, wisata mangrove, kuliner, dermaga, sosial, ekonomi
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN MODALPADA USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Edwin Tindige; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45499

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the profile of the sea transportation business and to analysed in depth the formation and development of sea transportation business capital in Papusungan Village. How do they obtain or form and develop their capital both for capital for procuring boats/vessels, and capital for operations? In connection with the things that exist in the mind in accordance with the reality on the ground, it is felt necessary to conduct a study to obtain clear and scientific answers. The research method uses a survey method, the data comes from primary data and secondary data and will be discussed and analysed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. This research was conducted from August–December 2022. Based on the results of research on capital formation in sea transportation business actors, it can be concluded: 1) capital formation is the initial capital of sea transportation business actors originating from their own capital, some of them work as hand line fishermen and light boats in collaboration with the soma pajeko business; and 2) the development of marine capital obtained from the capital saved during the taxi. They will use this capital to develop their business, where previously sea transportation business actors only had one unit of boat, one outboard engine unit and makeshift facilities when starting a business, now they are expanding their business using the results of existing capital while running the sea transportation business.  Keywords: sea transportation, profile, formation, development, capital   Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan profil usaha transportasi laut dan menganalisis secara mendalam pembentukan dan pengembangan modal usaha transportasi laut di Kelurahan Papusungan. Bagaimana cara mereka memperoleh atau membentuk dan mengembangkan modal mereka baik untuk modal pengadaan perahu/kapal, dan modal untuk operasional. Berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam benak sesuai realita di lapangan maka dirasakan perlu untuk mengadakan suatu penelitian untuk mendapatkan jawaban secara jelas dan ilmiah. Metode penelitian menggunakan metode survei, data berasal dari data primer dan data sekunder dan akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus–Desember 2022. Berdasarkan hasil penelitian pada pembentukan modal pelaku usaha transportasi laut dapat disimpulkan: 1) pembentukan modal merupakan modal awal dari pelaku usaha transportasi laut berasal dari modal sendiri, mereka ada yang pekerjaannya sebagai nelayan pancing ulur dan perahu lampu yang bekerja sama dengan usaha soma pajeko; dan 2) pengembangan modal laut diperoleh dari modal hasil tabungan selama bertaksi. Modal tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan usahanya, yang pada sebelumnya pelaku usaha transportasi laut hanya memiliki satu unit perahu, satu unit mesin tempel dan fasilitas yang seadanya saat memulai usaha, kini mengebangkan usahanya menggunakan hasil modal yang ada selama manjalankan usaha transportasi laut. Kata kunci: transportasi laut, profil, pembentukan, pengembangan, modal
KAJIAN SALURAN PEMASARAN IKAN SEGAR OLEH NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI KELURAHAN TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Dietrys Maria Mangaro; Victoria E.N. Manoppo; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45541

Abstract

Abstract Fresh fish is a commodity that is easily damaged, so it must receive serious attention in its marketing. The short length of the marketing channel will affect quality, costs, margins, profits and efficiency. The purpose of this study was to determine marketing channels, fresh fish marketing margins, and channel efficiency of fresh fish marketing by hand line fishermen in Tateli II Village, Mandolang District. The method used in this research is survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. There are three analyses that will be used to answer the objectives in this study, namely First, marketing channel analysis; Second, marketing margin analysis; Third, analysis of marketing efficiency: namely the comparison between marketing costs and the value of products sold (retail prices) expressed in percent. Based on the research results, it can be concluded that the marketing channel for fresh fish by fishermen in the Tateli II Village is a short marketing channel, namely collecting traders sell directly to consumers without involving other marketing institutions. Producers, in this case fishermen, as a source of raw materials in the form of raw tude fish. Fresh fish marketing margin on each marketing channel. the price difference at the consumer level is Rp. 250,000, or a margin of 41.67%. The margin is 41.67%, meaning that the collecting trader gets a profit of 41.67% of the purchase price so that it can be said that the collecting trader still makes a profit after the collecting trader sells it to the final consumer. Meanwhile, the marketing efficiency of tude fish at the collector level is 3.3%, so it can be said to be efficient.   Keywords: marketing channels; fresh fish; Tateli II   Abstrak Ikan segar merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak sehingga dalam pemasarannya harus mendapatkan perhatian yang serius. Panjang pendeknya saluran pemasaran akan berpengaruh pada kualitas, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran ikan segar, dan efisiensi saluran pemasaran ikan segaroleh nelayan usaha pancing ulur di Kelurahan Tateli II Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Ada tiga analisis yang akan digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, analisis saluran pemasaran; Kedua, analisis margin pemasaran; Ketiga, analisis efisiensi pemasaran: yaitu perbandingan antara biaya pemasaran dengan nilai produk yang dijual (harga eceran) dinyatakan dengan persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ikan segar oleh nelayan di Kelurahan Tateli II merupakan saluran pemasaran pendek yaitu pedagang pengumpul menjual langsung kepada konsumen tanpa melibatkan lembaga pemasaran lainnya. Produsen dalam hal ini nelayan sebagai sumber bahan baku berupa ikan tude mentah. Margin pemasaran ikan segar pada masing-masing saluran pemasaran. selisih harga di tingkat konsumen adalah Rp. 250.000, atau margin sebesar 41,67%. Margin 41,67%, artinya pedagang pengumpul mendapat untung sebesar sebesar 41,67% dari harga beli sehingga bisa dikatakan pedagang pengumpul masih memperoleh keuntungan setelah pedagang pengumpul menjualnya ke konsumen akhir. Sedangkan ffisiensi pemasaran ikan tude di tingkat pedagang pengumpul yaitu 3,3%, sehingga dapat dikatakan efisien.   Kata Kunci: saluran pemasaran; ikan segar; Tateli II
GENDER PADA RANTAI NILAI USAHA PERIKANAN TANGKAP HAND LINE DI DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Elisabeth Sharon Arshely Wagey; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45896

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85% Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85% Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Jesica Rebeca Dunda; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46171

Abstract

Abstract Papusungan Village is located on Lembeh Island which is separated by the Lembeh Strait with the mainland of Bitung City where most of the people in Papusungan Village have a livelihood as fishermen and farmers. Education for fishermen, especially fishermen's children, is still concerning. The majority are only junior high school graduates and also some do not continue to the high school level and even to higher education because it is considered that the high costs related to education make parents unable to afford it. The purpose of this study is to determine the perception of traditional fishermen towards children's education in Papusungan Village, South Lembeh District. The method used in this study is the survey method. The population in this study was all traditional fishermen who had school children aged 5-22 years in Papusungan Village. The method of data collection carried out using the census method, that is, the collection of data on all elements of the population investigated one by one. The data collected is primary data and secondary data. The primary data used is by conducting interview observations using oral lists of questions to respondents so that they can provide precise information about the object under study. Secondary data is obtained by taking from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used in this study is qualitative descriptive and quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, it is known that fishermen's knowledge of children's education in Papusungan Village is 60.71% and parents who state that they do not understand and have obstacles in education are 39.29%. Fishermen's Perceptions of Education in Papusungan Village which is based on 3 criteria of statements have a good perception. Almost all traditional fishermen in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City consider and realize that education is important for the future of children.   Keywords: fishermen's children, education, perception, traditional fishermen, Papusungan   Abstrak Kelurahan Papusungan terletak di Pulau Lembeh yang di pisahkan oleh Selat Lembeh dengan daratan Kota Bitung dimana sebagian besar masyarakat Kelurahan papusungan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Pendidikan bagi para nelayan khususnya anak-anak nelayan sampai saat ini masih memprihatinkan. Mayoritas hanya lulusan SMP saja dan juga sebagian tidak melanjutkan ke jenjang SMA bahkan ke pendidikan tinggi karena dinilai mahalnya biaya terkait dengan pendidikan yang membuat orangtua tidak mampu untuk membiayai. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi nelayan tradisional terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini semua nelayan tradisional yang mempunyai anak sekolah usia 5-22 Tahun yang ada di Kelurahan Papusungan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengumpulan data seluruh elemen populasi yang diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi wawancara menggunakan daftar pertanyaan secara lisan kepada responden sehingga dapat memberikan informasi yang tepat tentang objek yang diteliti. Data sekunder diperoleh dengan cara mengambil dari data yang sudah ada pada kantor Kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan sebesar 60,71% dan orang tua yang menyatakan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan yaitu 39,29%. Persepsi Nelayan terhadap Pendidikan di Kelurahan Papusungan yang berdasarkan pada 3 kriteria pernyataan memiliki persepsi yang baik. Hampir semua nelayan tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung menganggap dan menyadari bahwa pendidikan penting untuk masa depan anak.   Kata kunci: anak nelayan, pendidikan, persepsi, nelayan tradisional, Papusungan
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Aprillisa Prisillia Lumuko; Swenekhe S. Durand; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46172

Abstract

Abstract The purpose of this study was to observe whether the fishing community knew about the function of children's education in the Batuburan Village and to find out the fishermen's perceptions of the level of children's education in the Batuburan Village, Lembeh Selatan District, Bitung City. The method used is survey method. The population in this study were traditional fishermen in the Batuburan Village and who already had children. The data collection method that will be carried out is the sample. The data used consists of primary data and secondary data. Sampling in this study was carried out using a purposive sampling method, namely a sampling technique by determining certain criteria. The data analysis to be used in the research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. This study uses the Guttman scale and Likert scale. The Guttman scale is a scale that provides two answer choices, for example yes–no, while the Likert scale is a scale used to measure attitudes, opinions and perceptions of a person or people about social phenomena. The instrument used is in the form of choices that have a gradation from very positive to very negative, such as strongly agree, agree, undecided, disagree, and strongly disagree. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the level of education of children in the Batuburan Village based on Guttman's scale analysis obtained results of 59.34%, while they lacked understanding and had obstacles in children's education, namely 40.66%. Fishermen's perceptions of the education level of children in Batuburan Village based on 3 dimensions, namely, the education dimension as knowledge of being a fisherman has an average of 2.75%, respondents' perceptions are stated to be quite important, while the education dimension for children's skills has an average of 3.92%, respondents' perceptions are stated to be very important and the dimension of continuation of fishing work for children is 1.73%, that is, respondents have unimportant perceptions. From the results of the dimensional average, it can be seen that the total average is 2.80% which states that the level of fishermen's parents has a fairly important perception.   Keywords: Perception, Traditional Fishermen, Batulubung   Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengamati apakah masyarakat nelayan mengetahui tentang fungsi pendidikan anak di Kelurahan Batulubang dan mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Batulubang dan sudah memiliki anak. Metode pengambilan data yang akan dilakukan adalah sampel. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pupossive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria tertentu. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan skala Guttman dan skala Likert. Skala Guttman adalah skala yang menyediakan dua pilihan jawaban, misalnya ya–tidak, sedangkan skala Likert adalah skala yang digunakan dalam mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau orang tentang fenomena sosial. Instrument yang digunakan berupa pilihan yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif seperti sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang berdasarkan analisis skalah Guttman didapat hasil 59,34%, sedangkan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan anak yaitu 40,66%.  Persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang yang berdasarkan 3 dimensi yaitu, dimensi pendidikan sebagai pengetahuan menjadi nelayan memiliki rataan 2,75%, persepsi responden dinyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak memiliki rataan 3.92%, persepsi responden dinyatakan sangat penting dan dimensi kelanjutan pekerjaan nelayan untuk anak 1,73%, yaitu responden memiliki persespi tidak penting. Dari hasil rataan dimensi, maka dapat diketahui total rataan berjumlah 2,80% yang menyatakan bahwa tingkat orang tua nelayan memiliki persepsi cukup penting.   Kata kunci: Persepsi, Nelayan Tradisional, Batulubang
GENDER PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Christania Walukow; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46999

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out and find differences in gender work in each wood fish processing unit starting from the receipt of raw materials to exports and knowing the division of labor or the role of women and men (gender roles) in wood fish processing activities. Case studies are the basic method used in this study with data collection techniques using the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed amounted to 10% of the population determined at each processing unit. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. The data obtained were then analyzed with an analysis of the Harvard Model developed by the Harvard Institute for International Development based on the Women in Development (WID) efficiency approach which is the earliest gender analysis and gender planning framework. All genders are employed in appropriate portions or corridors, namely the number of women is more in productive processing activities with a percentage of 61.42% because it is considered that these activities are easy to do and reach by female workers while men in reproductive processing activities with a percentage of 80.77% because these activities require extra energy but are assisted by machines to facilitate workers. The role of men is more in jobs that require extra energy, while women play an important role in light to moderate work with the characteristics of work that requires accuracy, patience and repetitiveness.  Keywords: gender; processing; wooden fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan perbedaan pekerjaan gender pada setiap unit pengolahan ikan kayu mulai dari penerimaan bahan baku sampai ke ekspor serta mengetahui pembagian kerja atau peran perempuan dan laki-laki (peran gender) dalam kegiatan pengolahan ikan kayu. Studi kasus merupakan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang diakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 10% dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalis dengan analisis Model Harvard yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development ini didasarkan pada pendekatan efisiensi Women In Development (WID) yang merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan gender yang paling awal. Semua gender dipekerjakan pada porsi atau koridor yang sesuai yaitu jumlah perempuan lebih banyak pada kegiatan produktif pengolahan dengan persentase 61,42% karena dianggap kegiatan tersebut mudah dilakukan dan dijangkau oleh tenaga perempuan sedangkan laki-laki pada kegiatan reproduktif pengolahan dengan persentase 80,77% karena pada kegiatan tersebut membutuhkan tenaga ekstra tetapi dibantu dengan mesin untuk mempermudah pekerjan. Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang. Kata kunci: gender; pengolahan; ikan kayu
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP