Jeannette F. Pangemanan
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Glen Silaban; Nurdin Jusuf; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Siti Suhaeni; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47001

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the general condition of the smoked skipjack tuna business and to determine the feasibility of the smoked skipjack tuna business in Upper Girian Village, Girian District, Bitung City. The basic method in this study is a case study approach obtained from all parties concerned with data collection techniques using the census method with a population of 10 respondents as owners of smoked skipjack tuna businesses. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through site surveys, interviews and filling out questionnaires and secondary data were obtained from data in companies or journals and other literature to support this research. Then the data obtained in the analysis using business feasibility analysis such as operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the smoked skipjack tuna business in Girian Atas Village is feasible to run,  because it gets a net profit per year of Rp266,286,000 with an Operating Profit (OP) value of Rp269,224,000, a positive Profit Rate (PR) value of 50.1%, a BCR >1 value of 1.5. The rentability value is >100% which is 3341%, the BEP value is Rp8,641,176.47 and the breakeven point per year is 19,920 clasps and the Payback Period is 0.36 months or 11 days with sales proceeds of Rp697,800,000.  Keywords: feasibility; business; smoked skipjack fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum usaha ikan cakalang asap dan untuk mengetahui kelayakan usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode dasar dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan populasi adalah 10 orang responden sebagai pemilik usaha ikan cakalang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lokasi, wawancara dan pengisian kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data yang ada di perusahaan atau jurnal dan literatur lain untuk menunjang penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis kelayakan usaha seperti operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp266.286.000 dengan nilai Operating Profit (OP) adalah Rp269.224.000, nilai Profit Rate (PR) positif yaitu 50,1 %, nilai BCR >1 yaitu 1,5. Nilai rentabilitas >100% yaitu 3341% , nilai BEP sebesar Rp8.641.176,47 dan titik impas per tahun adalah 19,920 jepit dan Payback Period yaitu 0,36 bulan atau 11 hari dengan hasil penjualan sebesar Rp697.800.000. Kata kunci: kelayakan; usaha; ikan cakalang asap
ANALISIS FINANSIAL USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Christianzen Veron Imanuel Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51534

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village has an area of ​​631 Ha where most of it is plantation land of 127.5 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. The purpose of this study was to determine the cost structure of the hand line business and to find out the financial analysis of the hand line business in Buhias Village. The method used in this study is the survey method. The survey research method is a method in which data collection can use questionnaires and interviews obtained from a census in the form of people, which of these data will be able to represent a population of fishermen in Buhias Village. The population in this study were hand line fishermen in Buhias Village. The analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. Quantitative analysis is to provide a discussion using calculations. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze hand line business in Buhias village, Wori sub-district, North Minahasa regency Data analysis was carried out quantitatively through the data processing stage in the form of tables and descriptive data interpretation. The financial analysis used is to calculate the Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Even Point and Payback Period Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the hand line business in Mantehage Buhias Village is feasible to run, because it gets a net profit of Rp18,543,333 with an Operating Profit (OP) value of Rp20,113,333 and the Profit Rate (PR) is 129%. Profitability value > 100%, namely 220%, BCR value > 1, namely 2.29, BEP Sales value from the hand line business is Rp2,572,469, as well as Unit BEP 85.75 and the Payback Period is 5.28 months or 5 months 10 days. Keywords: financial analysis; long-line fishing business; Mantehage Buhias Village   Abstrak Desa Mantehage Buhias memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha dimana sebagian besar di antaranya berupa lahan perkebunan sebesar 127,5 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui struktur biaya dari usaha pancing ulur dan mengetahui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Buhias. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari sensus berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi nelayan yang ada di Desa Buhias. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang ada di Desa Buhias. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif adalah untuk memberikan bahasan dengan menggunakan perhitungan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisis usaha pancing ulur di desa Buhias kecamatan wori kabupaten minahasa utara Analisis data yang dilakukan secara kuantitatif melalui tahap pengolahan data berupa tabel dan interpretasi data secara deskriptif. Analisis finansial yang digunakan yaitu dengan menghitung Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point dan Payback Period Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pancing ulur di Desa Mantehage Buhias layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp18.543.333 dengan nilai Operating Profitnya (OP) adalah Rp20.113.333 dan nilai Profit Rate (PR) yaitu 129%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 220%, nilai BCR > 1 yaitu 2,29, nilai BEP Penjualan dari hasil usaha pancing ulur sebesar Rp2.572.469, maupun BEP Satuan 85,75 dan Payback Periodnya 5,28 bulan atau 5 bulan 10 hari. Kata Kunci: analisis finansial; usaha pancing ulur; Desa Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Anjas A. Gagola; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51536

Abstract

Abstract Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is located in a coastal area causes many people to have a livelihood as fishermen, one of which is hand line fishing. The level of fishermen's income is largely determined by the catch where the number of catches is also reflected in the amount of income received. This income, which depends on erratic catches, raises questions about how much the hand line fishermen's catch contributes to meeting their daily needs. The purpose of this study is to find out how much the contribution of capture fisheries products using hand line fishing gear to the income of fishermen households in Tinongko Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were all hand line fishermen who had families in Tinongko Village. The data collection method used is the census method, which is a complete data collection procedure for all population units. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews using a list of questions asked directly. Secondary data was collected through existing data at the village administration office, or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. The purpose of this study was achieved by analyzing the calculation of fishermen's household income and analyzing the contribution of income from capture fisheries. Based on the results of the study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Tinongko Village per year is Rp40,911,600. The income of fishermen families in Tinongko Village is Rp45,378,267 per year, sourced from the main livelihood, namely as fishermen using hand line fishing gear plus fishery income outside of hand line fishing gear and income outside fisheries. The contribution of handline catches to fishermen's household income is 90.16%, this means that work as handline fishing gear fishermen is the main job, but income from outside handline fishing gear also affects fishermen's families in meeting their daily needs.   Keywords: contribution; family income; long fishing line Abstrak Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya di daerah pesisir menyebabkan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tangkap pancing ulur. Tingkat pendapatan nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapannya dimana banyaknya tangkapan tercermin pula dari besarnya pendapatan yang diterima. Pendapatan yang begantung pada hasil tangkapan yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan mengenai berapa kontribusi hasil tangkapan nelayan pancing ulur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kontribusi hasil perikanan tangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yang ada di Desa Tinongko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, yaitu prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor pemerintahaan desa, atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini dicapai dengan analisis perhitungan pendapatan rumah tangga nelayan dan analisis kontribusi hasil pendapatan dari perikanan tangkap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan alat tangkap pancing ulur di Desa Tinongko per tahun adalah sebesar Rp40.911.600. Pendapatan keluarga nelayan di Desa Tinongko sebesar Rp45.378.267 per tahun, bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur ditambah dengan penghasilan perikanan diluar alat tangkap pancing ulur dan penghasilan diluar perikanan. Kontribusi dari hasil tangkapan pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yaitu 90,16% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan alat tangkap pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar alat tangkap pancing ulur juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata kunci: kontribusi; pendapatan keluarga; pancing ulur
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
KONTRIBUSI USAHA NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Vicky Imanuel Langi; Grace O. Tambani; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51778

Abstract

Abstract Buhias Village is one of four villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. Its location is in a coastal area so that some people have a livelihood as fishermen, one of which is traditional fishermen with hand line fishing gear. In fulfilling the family economy, the income of hand line fishermen depends on the size of the catch. This is of concern to the author in examining how the hand line fishing business's income contributes to family income. The purpose of this study was to find out how much hand line fishermen's income is and how the hand line fishermen's income contributes to the total family income in Buhias Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were hand line fishermen who had families in Buhias Village. The data collection method used is the census method, by making all populations as respondents. The data collected are primary data and secondary data. Primary data will be collected by means of interviews guided by questionnaires and observations. Secondary data obtained through government agencies and other related agencies or previous research. The data analysis used in this study is a qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family income and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much hand line fishermen's income is and its contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the income of handline fishermen in Mantehage Buhias Village is Rp19,150,000 per year. The total income of a hand line fisherman's family is Rp25,083,333, sourced from work as hand line fishermen and side jobs. The contribution of hand line fishermen's income to family income is 76.35%, this means that work as hand line fishermen has a large contribution in meeting the needs of family life. Keywords: contribution; income; hand line fishermen Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu dari empat desa yang berada di Pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya yang berada di daerah pesisir sehingga sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tradisional dengan alat tangkap pancing ulur. Dalam memenuhi ekonomi keluarga, pendapatan nelayan pancing ulur bergantung pada besarnya hasil tangkapan. Hal ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti bagaimana kontribusi pendapatan usaha nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan bagaimana kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap total pendapatan keluarga yang ada di Desa Buhias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Buhias. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, dengan menjadikan semua populasi sebagai responden. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan dikumpulkan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui instansi pemerintah dan instansi lain terkait ataupun penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis depkriptif kualitatif dan kuantittif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskrptif kualitatif seperti kondisi pendapatan keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa pendapatan nelayan pancing ulur di Desa Mantehage Buhias adalah Rp19.150.000 per tahun. Total pendapatan keluarga nelayan pancing ulur adalah Rp25.083.333, bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga yaitu 76,35%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur memiliki kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; nelayan pancing ulur
KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE DENGAN KERAMBA JARING APUNG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Jeksen Tiago Wahyu Kulangke; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51784

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much income trevally fish farmers earn and how much contribution the results of the trevally fish farming business make to the income of fishing families in Sindulang I Village. The research method used in this research is a survey. The population in this study are fishermen who work as pompano fish farmers. Data collection was carried out by sampling. Sampling was carried out by purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection in this research was carried out through observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data was obtained from agencies related to research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, the following results were obtained: 1) the income of fishing families from the trevally fish cultivation business using floating net cages is IDR 74,000,000 per year; 2) opinion outside the cultivation business Rp. 51,000,000; and 3) the contribution of the pompano fish cultivation business to family income is 59.20%. Key words: cultivator; giant trevally; profit; contribution Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui berapa besar pendapatan pembudidaya ikan kuwe dan seberapa besar kontribusi hasil usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga nelayan yang ada di Kelurahan Sindulang I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan kuwe. Pengambilan data dilakukan secara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut: 1) pendapatan keluarga nelayan dari usaha budidaya ikan kuwe dengan keramba jaring apung yaitu Rp74.000.000 per tahun; 2) pendapat di luar usaha budidaya Rp51.000.000; dan 3) kontribusi usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga 59,20%. Kata kunci: pembudidaya; ikan kuwe; keuntungan; kontribusi