Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPROVING TEACHER PERFORMANCE IN SCHOOLS THROUGH HUMANISTIC LEADERSHIP Fauzan Fauzan; Fajriyah Fajriyah; Moh Dannur; Wawan Ridwan
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i1.232

Abstract

The leadership model in an educational setting influences the effectiveness of the learning process in schools. Effective principal leadership can improve teacher performance and the quality of education. Humanistic leadership can be applied at all levels of education, including early childhood education (PAUD). The education process starts at the lowest education level, namely PAUD. This level of education needs full attention because it is the foundation of children's education, where early childhood is at the best stage of physical and brain development. The creation of quality PAUD is influenced by the leadership of the school principal. With humanistic leadership, it is hoped that the principal is able to meet the basic needs of teachers, which can create teacher satisfaction so that they can improve their performance. Job satisfaction and teacher performance have a very close relationship because it is important and is an aspect of organizational psychology.
SOCIAL MEDIA AS A PUBLIC SPHEREMENGUATNYA GERAKAN ISLAM KONSERVATIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN Alfiansyah Alfiansyah; Fajriyah Fajriyah
Molang: Journal Of Islamic Education Vol. 1 No. 01 (2023): Molang
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Khiarat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/qcjaeb32

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana media sosial melibatkan individu dalam tindakan komunikatif untuk menciptakan ranah publik dan demokrasi partisipatif, serta bagaimana deviasi interpretasi terjadi di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang berasal dari media online dan media sosial. Data dipilih berdasarkan beberapa kategori, termasuk konten berita dari pemerintah, tanggapan dari tokoh publik yang mencakup tokoh agama, politik, dan masyarakat, serta deviasi interpretasi yang terjadi di media sosial. Beberapa temuan penelitian ini antara lain: pertama, sejak 1966, Keputusan Bersama (SKB) telah menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang bersifat lintas sektoral. Keberadaan SKB diharapkan menjadi solusi atas berbagai konflik antar atau intern agama. SKB Tiga Menteri juga menjadi bukti komitmen pemerintah untuk membangun moderasi dan toleransi beragama di dunia pendidikan. Namun, di era modern ini, sulit untuk menafikan peran media sosial dalam membentuk pemahaman publik. Beberapa temuan menjadi dasar terjadinya deviasi interpretasi di ranah publik, khususnya di media sosial. Pertama, di tengah menguatnya politisasi agama di Indonesia, kebijakan SKB rentan digunakan oleh pihak tertentu untuk melegitimasi opini publik tentang posisi mayoritas dan minoritas. Kedua, perumusan formulasi SKB sebanyak mungkin menyertakan beberapa kasus, sehingga tidak timbul kecurigaan dari komunitas mayoritas atas keberpihakan pemerintah. Ketiga, dalam perumusan kebijakan, utamanya berkenaan dengan dunia pendidikan yang menjadi hajat orang banyak, pembangunan opini publik menjadi tolak ukur efektivitas sebuah kebijakan
PEMBERDAYAAN PETANI TEMBAKAU MELALUI PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS PASCAPANEN DAN PENGUATAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI TEMBAKAU DI DESA PRANCAK KABUPATEN SUMENEP Afandi Afandi; Fauzan Fauzan; Fajriyah Fajriyah; Artamin Hairit
Ngejha Vol. 5 No. 2 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v5i2.2041

Abstract

Tembakau merupakan komoditas unggulan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Sumenep, khususnya di Desa Prancak. Namun demikian, petani tembakau masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain rendahnya pemahaman mengenai teknik penanganan pascapanen yang baik, fluktuasi harga jual, serta keterbatasan akses pemasaran. Kondisi tersebut menyebabkan nilai jual tembakau yang dihasilkan belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani tembakau dalam pengelolaan pascapanen serta memperkuat strategi pemasaran hasil produksi tembakau. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi praktik, dan pendampingan kepada kelompok petani tembakau di Desa Prancak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terkait teknik sortasi, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan tembakau. Selain itu, petani mulai memahami pentingnya pengelompokan kualitas tembakau serta strategi pemasaran berbasis kelompok tani. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hasil panen dan potensi peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu, program pendampingan berkelanjutan diperlukan guna memperkuat kemandirian ekonomi petani tembakau di Desa Prancak.