Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RANCANGAN EXTEND PIT KAKAO R7 PADA PENAMBANGAN BATUBARA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Yauri Imanuel Tobak; Harjuni Hasan; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1403

Abstract

Pada perhitungan cadangan dalam perencanaan tambang diperlukan perancangan pit yang merupakan batas akhir dari suatu kegiatan penambangan. Perancangan pit akan berpengaruh terhadap nilai cadangan yang diperoleh. Oleh karena itu, perancangan pit harus dilakukan dengan baik sehingga dapat diperoleh suatu rancangan yang mengoptimalkan perolehan dari cadangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang extend pit yang optimal berdasarkan rancangan pit yang telah ada sebelumnya, serta mengkaji perancangan extend pit tersebut dari 2 (dua) base seam yang berbeda, sehingga didapatkan extend pit yang paling efisien. Penelitian ini dilakukan di PT.Khotai Makmur Insan Abadi, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur . Perancangan Extend pit pada penelitian ini d ilakukan dengan menggunakan software dan perhitungan volume dengan menggunakan metode blok. Perancangan Extend pit berdasarkan pit limit pada blok Kakao dilakukan dengan melihat nilai striping ratio per blok dan juga untuk mendapatkan luasan area pit potensial yang dapat dijadikan tambahan dari pit yang lama.Terdapat 2 (dua) base seam utama yang dijadikan objek penelitian yaitu Base seam N2 total floor dan N0 total floorHasil penelitian yang dilakukan diperoleh perencanaan extend pit dilakukan pada base seam N2 total floor dengan luas total extend pit sebesar 174 Ha dengan elevasi terendah mencapai -45 meter dan elevasi tertinggi mencapai 40 meter pada extend pit kakao r7 dan perhitungan cadangan tertambang dengan menggunakan metode block model diperoleh penambahan dari 6,388,781 MT menjadi 10,276,721 MT dan Overburden dari 49,409,149 BCM menjadi 110,265,354 BCM sehingga diperoleh nilai stripping ratio sebesar 10,74 dimana nilai stripping ratio ini masih layak untuk ditambang
ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGH WALL BERDASARKAN NILAI FAKTOR KEAMANAN DENGAN METODE BISHOP SIMPLIFIED PADA PIT S12GN PT. KITADIN EMBALUT SITE, KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Sony Mahardika; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i2.1399

Abstract

PT. Kitadin Embalut Site merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dengan sistem tambangterbuka, salah satu kegiatannya adalah pembentukan lereng. Analisis kestabilan lereng menggunakan Metode Bishopyang disederhanakan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai faktor keamanan ≥ 1,3. Saat ini nilai faktor keamanan (FK)merupakan indikator pada penentuan lereng menjadi stabil. Faktor keamanan dianggap sebagai parameter dari nilai rataratayang mewakili karakteristik tersebut. Di sisi lain secara aktual parameter tersebut memiliki variasi nilai dengankarakteristik yang berbeda. Parameter yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng adalah sifat fisik dan mekanikbatuan yang berupa bobot isi (ϒ), kohesi (c) dan sudut geser dalam (φ). Berdasarkan analisis pada desain awal yangdibagi menjadi beberapa section dari section A-A’ – H-H’. Dari seluruh section, hanya section F-F’ yang memiliki nilaiFK tidak aman, sedangkan section lainnya dinyatakan aman. Sehingga untuk mengoptimalkan agar memperoleh nilai FKyang aman diperlukan redesain geometri berdasarkan hasil analisis pada soft clay material dan original material. Softclay material dengan rekomendasi tinggi 5 m, single slope 20° dan overall slope 8° (dalam kondisi kering). Jika soft claymaterial dalam kondisi jenuh ada tambahan counter berm di elevasi -10 msl dengan panjang 15 m, tinggi 5 m, dan singleslope 20°. Untuk Original matrial dengan rekomendasi tinggi 10 m, single slope 60°, berm 5 m dan safety berm 15 m dielevasi -40 msl. Setelah dilakukan redesain geometri lereng pada section A-A’ sampai section H-H’ didapatkan nilai FKyang optimal.