Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Pasien Coronavirus Disease-19 (Covid-19) Saphira Murfi; Tri Umiana Sholeha; Rani Himayani
Medula Vol 12 No 4 (2022): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v12i4.581

Abstract

Coronavirus disease-19 (Covid-19) is a disease caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) virus that has caused a worldwide pandemic and reached Indonesia in March 2020. This disease causes a various clinical manifestations from mild to severe, one of which also depends on risk factors that can exacerbate Covid-19 patients to the point of causing death. Risk factors that are often associated with Covid-19 diseases, such as age, race and ethnicity, gender, obesity, history of hypertension, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), and diabetes mellitus. This is also related to the entry of viruses into the body that uses angiotensin-converting enzyme-2 (ACE-2), causing various risk factors to appear. This article is a literature review that was compiled using articles as references that were used between 2020-2022.
Perbandingan Efektivitas Terbinafin dengan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata. L) terhadap Pertumbuhan Jamur (Malassezia Furfur) sebagai Etiologi Pityriasis Versicolor Tri Umiana Sholeha; Muhammad Ricky Ramadhian; Efrida Warganegara; Diana Mayasari; Delvi Rusitaini Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit jamur yang menginfeksi kulit dengan prevalensi yang tinggi di daerah tropis (50%), penyakit ini disebabkan oleh Malassezia Furfur. Daun ketepeng cina (Cassia alata. L) merupakan salah satu bahan alam kaya kandungan kimia yang memiliki khasiat sebagai anti-jamur. Terbinafin adalah obat anti-jamur yang efektif dalam pengobatan Pityriasis versicolor yang disebabkan oleh Malassezia Furfur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan terbinafin dengan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap pertumbuhan jamur (Malassezia Furfur) sebagai etiologi Pytiriasis versicolor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik menggunakan modifikasi Kirby Bauer. Variabel bebas penelitian adalah kadar ekstrak daun ketepeng cina dan variabel terikat adalah pertumbuhan jamur Malasezia Furfur. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova dengan nilai kemaknaan p< 0,05. Kadar ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, terbinafin sebagai kontrol positif dan aquabides sebagai kontrol negatif dengan masing- masing dilakukan empat pengulangan sehingga didapatkan 28 sampel. Hasil penelitian didapatkan diameter rerata zona hambat pada konsentrasi 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% pada jamur Malasezzia Furfursecara berturut- turut adalah 11,78 mm, 13,52 mm, 15,44 mm, 18,98mm, dan 25,46 mm. Pada terbinafin sebagai kontrol positif adalah 35,09 mm.Kata Kunci: daun ketepeng cina (cassia alata.l), malassezia furfur, pityriasis versicolor, terbinafin.
Antibiotik sebagai Praterapi Fecal Microbiota Transplantation pada Inflammatory Bowel Disease: Tinjauan Sistematis dari Uji Acak Terkendali dan Studi Kohort Prospektif Jihan Siti Muthmainah; Altisa Liviadianti; Fayyaza Khairunnisa; Inas Qonita; Anisa Nuraisa Djausal; Tri Umiana Sholeha; Lydia Theresia; Zahara Nurfatihah Z
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1165

Abstract

Pendahuluan: Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran cerna yang berhubungan dengan disbiosis mikrobiota usus. Fecal Microbiota Transplantation (FMT) dikembangkan untuk memulihkan keseimbangan mikrobiota, tetapi efektivitasnya masih bervariasi akibat banyaknya variasi praterapi. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan pemberian antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Metode: Tinjauan sistematis ini disusun sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed/MEDLINE dan ScienceDirect hingga Mei 2026. Studi yang diinklusi meliputi uji acak terkendali dan studi kohort prospektif yang mengevaluasi penggunaan antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Luaran utama adalah respons dan remisi klinis, sedangkan luaran sekunder meliputi remisi endoskopik, engraftment mikrobiota donor, biomarker inflamasi, dan keamanan terapi. Hasil: Antibiotik sebelum FMT berpotensi mendukung keberhasilan terapi dengan mengurangi disbiosis dan memfasilitasi kolonisasi mikrobiota donor. Sebagian besar studi melaporkan perbaikan respons dan remisi klinis, diversitas mikrobiota, engraftment donor, serta komposisi bakteri usus, meskipun besar manfaat bervariasi antarstudi. Beberapa studi juga melaporkan perubahan biomarker inflamasi dan metabolik. Simpulan: Pemberian antibiotik sebagai praterapi FMT berpotensi meningkatkan efektivitas terapi pasien IBD melalui peningkatan respons, remisi klinis, perbaikan komposisi mikrobiota usus, serta keberhasilan engraftment donor. Penelitian lebih lanjut dengan protokol yang terstandar diperlukan untuk menentukan jenis, dosis, dan durasi pemberian yang paling efektif.