Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas 1 MI Mluweh Tahun Pelajaran 2025/2026, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian siswa dalam proses pembelajaran yang diduga berdampak pada capaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas 1A MI Mluweh yang berjumlah 19 siswa, sehingga penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur tingkat keaktifan siswa serta tes hasil belajar untuk mengetahui capaian akademik siswa. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam pengambilan data. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi sebesar 70,5% mengindikasikan bahwa variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh keaktifan siswa, sedangkan 29,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, maka semakin optimal hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa.