Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERSEPSI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU TENTANG KONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PARU (OAT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMUNDOL KECAMATAN DOLOK SIGOMPULON KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2015 Damanik, Dady Hidayah; Pohan, Mahdalena .; Herawati, Lili .
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 1 No 2 (2016): vol.1 No.2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a disease caused by mycobacterium tuberculosis, the aerobic bacteria that can live primarily in the lungs or in various other body, resistant to acids and growth of bacteria occurs very slowly, these bacteria are not resistant to ultra violet, because it is transmitted on the evening. This study is a qualitative study aimed to describe Tuberculosis Patient Perceptions of AntiTuberculosis Drug Consumption (OAT) in the sub-district Puskesmas Simundol Dolok Sigompulon North Padang Lawas District in 2015. This study used in-depth interviews as a tool to collect data. Informants in this study as many as six people. The results showed that the overall informant tuberculosis has a good perception about the disease tuberculosis, perception enough about the causes of lung tuberculosis, the perception is quite the transmission of lung tuberculosis, the perception is quite the cure for tuberculosis, the perception is quite the anti-tuberculosis drugs lungs and perception both the old and the type of anti-tuberculosis drugs lungs.
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KEDARURATAN DI RUANG GAWAT DARURAT Pujiati, Lilis; Br Siregar, Sri Dewi; Nisa, Era Zana; Damanik, Dady Hidayah
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.421

Abstract

The condition of patient admission to the Emergency Room due to urgent medical conditions often triggers feelings of anxiety in patients. Anxiety can increase stress and have a negative impact on patients' physical and emotional conditions. One approach that can be used to reduce anxiety in emergency patients is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effect of implementing SEFT therapy on reducing anxiety in emergency patients. This research used a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The study was conducted at Sundari General Hospital Medan with a population of 250 emergency patients. Using the G*Power application, a sample of 30 respondents was selected. Data analysis was carried out using the Paired Sample T-Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before SEFT therapy, most emergency patients experienced severe anxiety (56.7%) with a mean score of 29.93 ± 6.938. After therapy, most patients experienced mild anxiety (43.3%) with a mean score of 17.67 ± 5.365. Statistical tests showed a significant effect of SEFT therapy on reducing anxiety levels, with a p-value of 0.000 (< 0.05) and t-count 25.217 greater than t-table 1.699. Conclusion: SEFT therapy effectively reduces anxiety levels in emergency patients. Nurses are encouraged to integrate SEFT therapy into holistic care approaches for emergency patients. Abstrak Keadaan masuknya pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kondisi medis yang mendesak sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan dapat meningkatkan stres dan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun emosional pasien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pasien kedaruratan adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kedaruratan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dengan populasi 250 pasien kedaruratan. Dengan aplikasi G*Power, diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi SEFT, sebagian besar pasien mengalami kecemasan berat (56,7%) dengan rata-rata skor 29,93 ± 6,938. Setelah terapi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dengan rata-rata skor 17,67 ± 5,365. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan dengan p-value 0,000 (< 0,05) dan t-hitung 25,217 lebih besar dari t-tabel 1,699. Kesimpulannya Terapi SEFT efektif dalam menurunkan kecemasan pasien kedaruratan. Disarankan kepada perawat untuk mengintegrasikan terapi SEFT sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pelayanan keperawatan pasien gawat darurat.
PENDAMPINGAN CARA MENGHADAPI MENSTRUASI DAN PERUBAHAN TUBUH DENGAN AMAN DAN NYAMAN DI SDN 064979 MEDAN SUNGGAL Nisa, Era Zana; Pujiati, Lilis; Sri Dewi Br.; Damanik, Dady Hidayah; Padang, Alisarjuni
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8760

Abstract

 Menstruasi merupakan proses biologis alami, namun masih sering dianggap tabu dan mengakibatkan banyak remajaputri mengalami kebingungan serta kurangnya penanganan yang tepat terhadap perubahan siklus dan gejala yangdialami. Siswa/I kelas 6 SD berada pada ambang awal masa pubertas, sehingga sangat memerlukan pemahamanmemadai dan informasi akurat mengenai perubahan fisik, hormonal, dan psikologis. Kegiatan ini sejalan denganTridharma Perguruan Tinggi dan kebijakan kesehatan reproduksi yang menekankan edukasi komprehensif bagiremaja, termasuk pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat(PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/I kelas 6 SDN 064979 Medan Sunggal mengenaiperubahan tubuh saat menstruasi serta membekali mereka dengan cara menghadapi fase ini secara aman, nyaman,dan positif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan interaktif. Penyuluhan 1 menggunakanpendekatan yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar (tahap konkret), denganmemanfaatkan media pembelajaran interaktif seperti boneka anatomi sederhana, video animasi, dan gambar visual.Materi yang disampaikan meliputi konsep menstruasi, pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi, HigieneMenstruasi (termasuk penggantian pembalut setiap 3–4 jam dan teknik membersihkan organ intim), sertapengelolaan gejala fisik dan psikologis seperti dismenore (kompres hangat) dan mood swings. Siswa/I kelas 6 SDNEGERI 064979 Medan Sunggal.