Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA KANTOR KELURAHAN MUNDAM KECAMATAN MEDANG KAMPAI Muhalida Zia Ibhar; Nurmala Sari; Lili Suryani; Tengku Cantika Putri
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.408 KB) | DOI: 10.36917/japabis.v4i2.53

Abstract

Pada era organisasi modern pelayanan publik menjadi berharga karena merupakan proses dimana ada orang yang dilayani, melayani dan jenis pelayanan yang diberikan. Peran penting pelayanan publik ada pada setiap jenjang instansi pemerintah agar dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Sebagai suatu kewajiban instansi pemerintah pelayanan publik dituntut memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat yang merupakan sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah dalam rangka memberikan kepuasan yang optimal bagi masyarakat pengguna layanan. Penelitian dilakukan di kantor kelurahan mundam kecamatan medang kampai. Tujuannya adalah untuk mengetahui efek langsung dari Dimensi dari SERVICE QUALITY yaitu Tangible, Emphaty, Reliability, Responsivennes dan Assurance terhadap kepuasan dan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini mengambil Sampel sebanyak 100 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Tangible, Emphaty, Reliability, Responsivennes dan Assurance terhadap kepuasan masyarakat dan. Sedangkan Emphaty dan Assurance tidak berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat dan terdapat pengaruh antara variabel kepuasan masyarakat terhadap kepercayaan masyarakat , semakin tinggi tingkat kepuasan masyarakat maka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat
ANALISIS TATA RUANG KANTOR PADA KANTOR KELURAHAN LAKSAMANA KECAMATAN DUMAI KOTA KOTA DUMAI Lili Suryani; Nurmala Sari; Muhalida Zia Ibhar
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.67 KB) | DOI: 10.36917/japabis.v4i2.54

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai. Penelitian ini fokus pada tata ruang kantor. Penelitian ini menggunakan jenis penelititan deskriptif dengan analisa kualitatif. Menurut Miles dan Huberman dalam Nugroho (2014:121) mengemukakan bahwa analisa data kualitatif terdiri dari tiga langkah,yaitu: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Untuk membahas tentang Tata Ruang pada Kantor Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai, penulis menggunakan teori menurut The Liang Gie (2009) terdapat tempat faktor dalam merancang suatu tata ruang kantor yaitu cahaya, warna, udara dan suara
Peran Kepemimpinan Adat Dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa Studi Kasus Desa Tanjung Koto Kampar Hulu Lili Suryani; Sujianto Sujianto; Nurmala Sari; Lilis Wahyuni; Latip Latip
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3383

Abstract

This study aims to analyze the role of traditional leadership in village governance in Tanjung Village, Koto Kampar Hulu District, Riau. Tanjung Village is an indigenous village that upholds the principle of Tali Bapilin Tigo as a foundation of unity between customary law, religion, and government. The study employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation. The results reveal that traditional leadership plays a crucial role in conflict resolution, decision-making, and strengthening the legitimacy of village governance. Although village governance is conducted democratically, the presence of traditional leaders from the four clans (Bomo, Melayu, Piliang, and Pitopang) remains a primary reference in social and political life. A comparison with other indigenous villages in Indonesia shows that Tenganan Village (Bali) is dominated by customary law, Minangkabau Nagari emphasizes the integration of customary law and Islam, while Tanjung Village represents an integration of customary law, religion, and government. This study highlights that traditional leadership can synergize with formal democracy, though challenges remain in administrative governance and village economic development
Digital Transformation in Public Services:Literature Review of E-Government Implementation in Indonesia Nurmala Sari; Lili Suryani
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36917/k1se3n89

Abstract

Digital transformation has become a mainstream agenda in the reform of public services in Indonesia, marked by the widespread adoption of electronic government (e-government) across various levels of government. This study aims to map the development of research on the digital transformation of public services through a literature review approach on twenty previous studies published between 2023 and 2026. The method used is a library research with thematic analysis of the focus, objectives, and findings of each study. The results show that the existing literature can be grouped into six major themes: (1) e-government implementation at various levels of government; (2) the contribution of e-government to service efficiency and effectiveness; (3) the utilization of smart technologies such as artificial intelligence, big data, and smart cities; (4) the Electronic-Based Government System (SPBE) and its regulatory aspects; (5) the relationship between digital transformation and the principles of good governance, transparency, and accountability; and (6) innovation and digital bureaucratic transformation. This study concludes that although the literature on e-government in Indonesia is growing rapidly, research gaps remain in the evaluation of long-term impacts, human resource readiness, and the equitable distribution of digital infrastructure in non-urban areas