Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TATA RUANG KANTOR PADA KANTOR KELURAHAN LAKSAMANA KECAMATAN DUMAI KOTA KOTA DUMAI Lili Suryani; Nurmala Sari; Muhalida Zia Ibhar
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.67 KB) | DOI: 10.36917/japabis.v4i2.54

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai. Penelitian ini fokus pada tata ruang kantor. Penelitian ini menggunakan jenis penelititan deskriptif dengan analisa kualitatif. Menurut Miles dan Huberman dalam Nugroho (2014:121) mengemukakan bahwa analisa data kualitatif terdiri dari tiga langkah,yaitu: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Untuk membahas tentang Tata Ruang pada Kantor Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai, penulis menggunakan teori menurut The Liang Gie (2009) terdapat tempat faktor dalam merancang suatu tata ruang kantor yaitu cahaya, warna, udara dan suara
Peran Kepemimpinan Adat Dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa Studi Kasus Desa Tanjung Koto Kampar Hulu Lili Suryani; Sujianto Sujianto; Nurmala Sari; Lilis Wahyuni; Latip Latip
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3383

Abstract

This study aims to analyze the role of traditional leadership in village governance in Tanjung Village, Koto Kampar Hulu District, Riau. Tanjung Village is an indigenous village that upholds the principle of Tali Bapilin Tigo as a foundation of unity between customary law, religion, and government. The study employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation. The results reveal that traditional leadership plays a crucial role in conflict resolution, decision-making, and strengthening the legitimacy of village governance. Although village governance is conducted democratically, the presence of traditional leaders from the four clans (Bomo, Melayu, Piliang, and Pitopang) remains a primary reference in social and political life. A comparison with other indigenous villages in Indonesia shows that Tenganan Village (Bali) is dominated by customary law, Minangkabau Nagari emphasizes the integration of customary law and Islam, while Tanjung Village represents an integration of customary law, religion, and government. This study highlights that traditional leadership can synergize with formal democracy, though challenges remain in administrative governance and village economic development