Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS BAHASA LISAN DALAM PELAYANAN SURAT MENYURAT KAPAL DI KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN K.S.O.P (KELAS 1) BANJARMASIN Hidayati Desy; Irnita Rosaria Santi
Pena Jangkar Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini sebagai Kaidah bahasa sebenarnya tidak semata berurusan dengan usaha menggambarkan lisan ke bentuk tulisan. Dalam konteks pembicaraan ini, baik kita katakan bahwa ejaan adalah sebuah ikhtiar merekam bahasa lisan sepersis mungkin ke bentuk tulisan dan kemudian menatanya sedemikian rupa demi mendapatkan kualitas komunikasi yang efektif, sehingga sangat berpengaruh pada pelayanan. Pelayanan pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai aktifitas seseorang, sekelompok atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan pada penelitian ini Mengetahui penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin, dan Mendeskripsikan penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati Moleong, (3:2000) Teknik pengumpulan data menurut Arikunto adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, di mana cara tersebut menunjukan pada suatu yang abstrak, tidak dapat di wujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi dapat dipertontonkan penggunaannya. Hasil pembahasan Pelayanan surat menyurat untuk calon penumpang sebagai salah satu kegiatan yang terfokuskan pada penggunaan bahas lisan saat mengurus berkas administrasi tersebut. Pada bahasa lisan sesuai faktor waktu maka bahasa lisan sangat baik dalam penggunaan Bahasa resmi dalam pelayanan surat menyurat, adapun bahasa resmi menyesuaikan waktu pada pelayanan sehingga di jam istirahat bisa saja menggunakan bahasa resmi lisan dan tidak lisan. Bahasa ,lisan yang digunakan pun sesuai pada dialog dari calon penumpang yang memerlukan syarat sebagai surat-menyurat tersebut.Pada ragam bahasa resmi pafa faktor waktu sebagai salah satu bahasa resmi saat bekerja, bukan hanya untuk pelayanan namun juga untuk menyakinkan bahwa bahasa resmi Indonesia sebagai salah satu Bahasa persatuan dengan banyaknya kegiatan saat dialog lisan dituturkan, salah satunya pada saat diskusi bidang rapat, penyuluhan, seta pelayanan bidang surat-menyurat di K.S.O.P Tersebut.
STUDIUM GENERALE AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN DENGAN TEMA “FUNGSIMAHKAMAH PELAYARAN DALAM PENEGAKKAN KODE ETIK PROFESI DAN KOMPETENSI NAHKODA DAN/ATAU PERWIRA KAPAL” Kamsariaty; Irnita Rosaria Santi; Hidayati Desy; Irtania
BALANTING Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v2i1.111

Abstract

AbstractCourt means the body where the law is decided on a case or violation; court. Thus, a decision that is in accordance with thelaw cannot be contested after the decision is made. Orderly service and operation of facilities and infrastructure is still relativelylow, it turns out there are still many factors that contribute to this, such as weak awareness (awareness) of ship owners andcompanies in implementing effective safety systems and implementation in the field, ship seaworthiness which includesmore certification. In fact it is not supported by careful inspection, nor is the supervision carried out by the government regardingthe implementation (drilling) of shipping safety requirements inconsistent.The shipping court is a panel of experts who are under and responsible to the minister who is tasked with carrying outfurtherexaminations of ship accidents such as shipwrecks, fires, rapid take-offs and sinkings, which are examined bythe ship's crew,namely the captain and officers.The Studium Generale activity of the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy with the theme The function of theshipping court in enforcing the professional code of ethics and competence of ship captains and/or officers, was givendirectly bythe resource person, namely Capt. Muhammad Ghazali, S.H., M.H., M.Mar. This is part of community service, so that thecadets who will later work in the shipping and port sector are equipped with the rules and functions provided by the resourceperson for this activity. This is able to protect all matters according to the rules of each incident. All causes and effects will havestages to solve the problem with research and actions adapted to these rules.Keywords: Stadium Generale, Voyages, Codes of Conduct
(Latihan Dasar Kepemimpinan Taruna) Batalyon Taruna Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin Moch. Nurdin; Kamsariaty; Irnita Rosaria Santi; Hidayati Desy; Juhrani; Prihatin; Irtania; Ahmad Shofi Khairian
BALANTING Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v1i2.118

Abstract

Abstract Training can also be said as a systematic practice process that is carried out repeatedly, the amount of training load is increasing day by day. Based on the description above, it can be concluded that training is a process of sports activity that is carried out consciously, systematically, gradually and repeatedly, with a relatively long time, to achieve the ultimate goal of an appearance, namely an increase in optimal performance. This activity aims to instill identity as a leader who can be responsible, disciplined and beneficial to those around him. After the material was explained, it was followed by a discussion in the form of questions and answers between the speaker and the participants, namely the Banjarmasin Archipelago Maritime Academy cadets. Discussions are held so that the trainees better understand the material that has been presented. Techniques or stages of implementing community service in basic leadership training for cadet Battalion cadets at the Banjarmasin Archipelago Maritime Academy. The community service program is carried out in the form of training for cadets of the Banjarmasin Archipelago Maritime Academy and the material is in the form of material presentation.
AKSI PEDULI LINGKUNGAN: JALAN GATOT SUBROTO SEBAGAI RUANG PUBLIK RAMAH LINGKUNGAN Veby Senopati Silam; Irnita Rosaria santi; Kamsariaty Kamsariaty; Hadiansyah Hadiansyah; Ahmad Ahmad; Ahmad Gajali; Hafiz Padillah Manan; Daffa Ilham Ramadhan
Balanting Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v4i2.211

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para taruna Akademi Maritim Nusantara (AMNUS) di Jalan Gatot Subroto, Komplek Kelapa Gading, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai bagian dari pengabdian, para taruna melaksanakan kegiatan bersih-bersih di sekitar area tersebut, dengan fokus pada pengumpulan sampah, pembersihan saluran air, serta pemeliharaan kebersihan fasilitas umum. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus memberikan contoh konkret bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggal mereka. Meskipun masyarakat setempat tidak terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, melalui aksi bersih-bersih yang dilakukan, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran para taruna dalam membersihkan area tersebut memberikan dampak positif dalam menciptakan ruang yang lebih bersih, serta menyampaikan pesan yang jelas mengenai pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui pengabdian ini, para taruna AMNUS tidak hanya berupaya untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan merawat lingkungan mereka di masa depan.
PROSES PENYIJILAN CREW KAPAL (SIGN ON / OFF) DI PT. BARUNA PASIFIK RAYA CABANG BANJARMASIN Jamri Jamri; Firdaus Suwestian; Irnita Rosaria santi; Andri Ali Wardhana; Marianus George Gifta; Hadiansyah Hadiansyah
Pena Jangkar Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyijilan crew kapal, baik sign on maupun sign off, merupakan bagian penting dalam manajemen operasional di perusahaan pelayaran. PT. Baruna Pasifik Raya, sebagai salah satu pemain utama di industri pelayaran Indonesia, memerlukan proses yang efektif untuk memastikan kelancaran operasi kapal serta kepuasan dan keselamatan crew. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi prosedur yang ada, mengidentifikasi masalah, dan memberikan rekomendasi perbaikan.           Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, termasuk: Wawancara, Observasi  dan Analisis Dokumen Berdasarkan hasil Proses sign on dan sign off di PT. Baruna Pasifik Raya Cabang Banjarmasin memainkan peran penting dalam operasional kapal. Meskipun proses ini efektif secara umum, terdapat berbagai tantangan yang mempengaruhi efisiensi. Penerapan rekomendasi yang diberikan dapat membantu memperbaiki proses, mengurangi keterlambatan, dan meningkatkan kepuasan serta keselamatan crew.            Pembahasan yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan Proses Penyijilan crew sebuah kapal yang akan ditangani oIeh perusahaan PT. Baruna Pasifik Raya Cabang Banjarmasin Kalimantan Selatan terlebih dahulu menerima mutasi crew naik melalui email dari perusahaan pelayaran yang akan mengganti crew nya. Pemberitahuan itu diberikan secepatcepatnya 1 minggu sebelum pergantian crew. Mengenai saran kepada PT. Baruna Pasifik Raya dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada costumer, termasuk respontif dalam menanggapi kebutuhan, masukan mereka dan perusahaan tetap menjalankan etika bisnis yang tinggi dalam setiap proses kegiatan operasional sehingga terjaga integritas dan reputasi perusahaan tetap baik di mata costumer.