Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN KONVENSIONAL PADA MATERI OPERASI PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 SIANTAR T.A. 2012/2013 Gayus Simarmata
JURNAL TEMATIK Vol 4, No 01 (2014): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v4i01.3157

Abstract

Kecenderungan anggapan siswa bahwa materi operasi pecahan yang dipelajari tidak bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari disebabkan  karena dalam proses belajar mengajar, guru menggunakan pendekatan konvensional. Alternatif dari solusi masalah tersebut adalah  pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Penelitian eksperimen dikelas VII SMP Negeri 1 Siantar menunjukkan hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (kelas eksperimen) lebih baik dan berbeda secara signifikan dari pembelajaran dengan pendekatan konvensional (kelas kontrol). Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, disarankan guru mata pelajaran matematika memilih pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.
Analysis of Numeracy Ability of Class VII Students SMP Negeri 1 Siantar Gayus Simarmata
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.289 KB) | DOI: 10.51276/edu.v4i1.374

Abstract

Arithmetic is a field of mathematics closely related to human existence. It will be helpful for anyone to perform any task that requires calculation if they have a basic understanding of mathematics. However, sometimes it is optional to carry out precise calculations. Counting is the backbone or breath of learning mathematics. Students' ability to count becomes vital in teaching mathematics to students. The research aimed to measure Class VII students' numeracy skills at SMP Negeri 1 Siantar, Simalungun Regency. The method used is a descriptive-quantitative approach. The population is nine classes with 254 students, and the sample is taken in layers and randomly as many as four classes with 112 students. The nine classes consist of 2 groups, namely the Superior Class (KU) of 2 classes, namely class VII1 and class VII2, and the Ordinary Class (KB) of 7 classes, namely class VII3, VII4, VII5, to class VII9. The research concluded that the Superior Class could count, while the Ordinary Class was 5.95% unable to count. The findings of this study imply that apart from providing students with a better learning environment and infrastructure, it is essential to improve their arithmetic skills.
Motivasi dalam Pembelajaran Mate Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Siswa di SMK Teladan Tanah Jawa: Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Siswa di SMK Teladan Tanah Jawa Gayus Simarmata; Christa Voni Roulina Sinaga
PendIPA Journal of Science Education Vol 7 No 2 (2023): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.7.2.299-303

Abstract

Learning mathematics in vocational high school (SMK) is not always easy. There are times when vocational high school mathematics teachers complain about learning problems. This study aims to determine learning motivation and its contribution to student learning outcomes at SMK Nusantara Tanah Jawa. The research method used was a survey method with correlational analysis, with a total sample of 79 people. The data collection techniques used were interviews, questionnaires and documentation. From the results of the research, it was obtained; that the measure of student motivation was 64.61, while the learning outcomes were 64.61 (complete). A 54.80% of students' mathematics learning outcomes were determined by their learning motivation, with the regression equation Y' = 9.86 + 0.86X. The magnitude of the contribution of learning motivation to learning outcomes does not determine the level of learning outcomes.
Pengaruh Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Pematangsiantar Hosea Togatorop; Christa Voni R Sinaga; Gayus Simarmata
Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/konstanta.v1i4.1547

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method on the mathematical communication skills of class VIII students at SMP Negeri 9 Pematangsiantar after applying the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method. The type of research used is experimental research. In this research the author used a quantitative approach. The design used in this research is One Group Pretest-Posttest Design. This research involved an experimental class that was treated with the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning method and then given pre-test and post-test treatment to draw conclusions. For more details, see table 3.1 below. The research results obtained showed that the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method had an influence on students' mathematical communication skills, reaching an average pre-test score in the Experiment class of 48.63, while the average score was 48.63. Post-test average in the Experiment class was 78.63. This proves that the Experimental class has further improved abilities after being given treatment using the TAPPS Method.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME GURU SESUAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Eva Pratiwi Pane; Theresia Monika Siahaan; Eduward Situmorang; Gayus Simarmata; Vita Riahni Saragih; Rina Devi Romauli Siahaan; Benjamin A Simamora; Sunggul Pasaribu; Reagan Surbakti Saragih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.348-355

Abstract

Banyak tindakan positif telah diambil dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah, namun perlu disajikan dengan cara yang lebih efektif agar dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi para guru. Literasi digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses, keterampilan, dan pemahaman akan pentingnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk memperkuat literasi digital guru melalui platform digital. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan yang muncul dalam memperkuat literasi digital melalui platform digital, serta memberikan rekomendasi konstruktif untuk mengembangkan literasi digital guru. Beberapa peluang dalam penguatan literasi digital melalui platform digital meliputi mempermudah akses informasi, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan metode yang bervariasi dan menarik, serta mengembangkan keterampilan kritis seperti berpikir, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkreasi. Di sisi lain, beberapa tantangan dalam penguatan literasi digital melalui platform digital mencakup keterbatasan akses, kurangnya keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital, dan ketidakpahaman tentang manfaat serta dampak penggunaan platform digital dalam proses pembelajaran. Beberapa masih menganggap platform digital hanya sebagai alat hiburan atau sarana komunikasi, bukan sebagai alat pembelajaran yang serius. Upaya meningkatkan literasi digital diharapkan dapat membantu guru mencapai profesionalisme yang lebih tinggi dengan pemahaman yang mendalam tentang kurikulum merdeka, kompetensi yang diperlukan oleh pendidik, dan pentingnya literasi digital. Dengan demikian, guru dapat menguasai literasi digital dengan baik, menjalankan tugas mereka secara optimal dan profesional, dan siap menghadapi tantangan pendidikan sesuai dengan kurikulum merdeka.
Analisis Bahan Ajar Kimia SMA/MA Analisis Bahan Ajar Kimia SMA/MA Berdasarkan Pendekatan Science, Technology, Engineering and Mathematic (STEM): Analisis Bahan Ajar Kimia SMA/MA Berdasarkan Pendekatan Science, Technology, Engineering and Mathematic (STEM) Eva Pratiwi Pane; Anita Debora Br Simangunsong; Ropinus Sidabutar; Gayus Simarmata
PendIPA Journal of Science Education Vol 8 No 1 (2024): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.8.1.35-40

Abstract

Good teaching materials have certain criteria or certain standards, such as their relevance to the current curriculum. The STEM approach offers teachers the opportunity to introduce students to various concepts to teach teaching materials that can be integrated into natural sciences including chemistry. This research aims to describe the presentation of STEM aspects in class XI high school chemistry teaching materials regarding reaction rates. The method in this research is a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The data source comes from three books for class XI high school chemistry teaching materials which are most widely used in Pematangsiatar City. The technique for selecting research objects uses purposive sampling technique. Data collection was carried out analyzing material based on STEM indicators. Testing the validity of the instrument uses the Gregory formula, while testing the validity of the data uses data triangulation. The results of the research show that the percentage of quotations appearing in each book, namely in book A, has aspects of Science 30%, Technology 40%, and Mathematics 30%. In book B, the Science aspect is 19.05%, Technology 42.86%, Engineering 9.52% and Mathematics 28.57%. In book C, the Science aspect is 25%, Technology 25%, Engineering 18.75% and Mathematics 31.25%. Based on the total occurrence of STEM aspect indicators, the order of teaching materials that fulfill the STEM aspect is Book B > Book C > Book A, so that Book B has the highest number of occurrences of STEM aspect quotes.
Pelatihan Penerapan Modul Ajar Interaktif Berbasis Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Pane, Eva Pratiwi; Purba, Nancy Angelia; Sianipar, Vina Merina br; Sauduran, Golda Novatrasio; Hutagalung, Sampe Roly; Hutagalung, S.Lamriana; Sihombing, Sabar Dumayanti; Simarmata, Gayus; Sitorus P, Lampola; Pasaribu, Sunggul
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.12252

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari oleh hasil studi awal yang mengungkapkan bahwa banyak guru IPA di Kota Pematangsiantar belum memahami konsep pembelajaran terdiferensiasi dalam kurikulum merdeka dan belum pernah mengikuti pelatihan tentang modul ajar. Selain itu, guru belum menguasai konsep dan penerapan pembelajaran terdiferensiasi, sehingga masih mengandalkan pendekatan, media, dan metode pengajaran tradisional tanpa memanfaatkan atau menggunakan modul ajar. Terakhir, guru belum pernah mengikuti pelatihan terkait pembuatan dan pengembangan modul ajar interaktif, terutama yang berbasis teknologi. PkM ini bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan pembuatan modul ajar interaktif berbasis teknologi guna mendukung penerapan pembelajaran terdiferensiasi dalam kurikulum merdeka melalui empat kegiatan utama. Metode pelaksanaan PkM ini mencakup tahap persiapan program, yang terdiri dari analisis situasi, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan kebutuhan pelatihan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, yang mencakup penyampaian materi pelatihan. Tahap akhir meliputi monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program, yang mencakup pengumpulan data hasil pelatihan serta langkah-langkah tindak lanjutnya. Kegiatan PkM ini menghasilkan empat capaian utama. Pertama, telah dilaksanakannya pelatihan yang mencakup penyampaian materi tentang kurikulum merdeka, pembelajaran terdiferensiasi, dan pengembangan modul ajar interaktif. Kedua, telah dilaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun materi pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kurikulum merdeka. Ketiga, telah dilaksanakan workshop mengenai pembuatan modul ajar interaktif yang berbasis teknologi. Keempat, telah dilaksanakan pendampingan dalam pembuatan modul ajar interaktif untuk mitra
Sosialisasi Media Audio Visual Berbasis Kearitan Lokal Di Sd Negeri 095205 Parbalokan Nagori Perbalokan Kec. Tanah Jawa Simalungun Sitio, Hetdy; Pangaribuan, Firman; Siregar, Junifer; Simarmata, Gayus; Sidabutar, Ropinus; Pasaribu, Eva
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v3i2.764

Abstract

Dari hasil nilai rata-rata siswa yang semula 53 dan setelah diberlakukan Media Audio Visual naik menjadi 82. Hasil perhitungan dengan tes diperoleh thitung sebesar 19,040 yang kemudian dibandingkan dengan ttabel sebesar 1,797 dengan df=29 dan taraf signifikan 0,05. Jika thitung > ttebel maka Ho ditolak dan Ha diterima, dan jika thitung > ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan data ternyata thitung > ttabel(19,040 > 1,797) pada perhitungan uji beda mean hasil belajar dengan menggunakan test. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa skor mengalami peningkatan hasil belajar siswa signifikan sehingga Ha hasil belajar diterima. Kriteria pengujiannya adalah hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak jika thitung > ttabel Sebaliknya, hipotetis Ho ditolak dan Ha diterima jika nilai thitung > ttabel, artinya ada pengaruh terhadap media audio visual.