Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN MEMBUAT KUE TRADISIONAL TALAM JAGUNG DI SEKOLAH PEREMPUAN DUSUN KARAK APUNG Marlinda Astuti; Arisman Sabir; Yelvia Prahagia; Ratih Juwita Novalia; Fitria Retno Indarsih; Oryza Wisanggeni Azlin
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1113

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah: meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga dalam Pelatihan Membuat Kue Tradisional “Talam Jagung di Desa Karak Apung. Tujuan ini dapat dicapai menggunakan model Model (Pendampingan) dan metode pelaksanaa kegiatan ini metode (Pendampingan), secara khusus metode yaitu : (1). Pelatihan dalam bentuk penyajian praktek tentang pelatihan pembuatan kue tradisioanl Talam Jagung. Kegiatan ini didampingi oleh seluruh tim pelaksana (2). Penugasan membuat kue tradisional talam jagung didampingi oleh pemateri yang ahli dibidangnya. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, terlihat bahwa aktivitas peserta sangat baik, ini dapat dilihat dari banyaknya indikator-indikator aktivitas pelatihan yang muncul. Begitu juga dengan hasil angket yang diberikan ke peserta diakhir kegiatan, 91 % peserta puas dengan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang diharapkan, terlihat dari pertanyaan yang diberikan kepada ketua dalam bertanya tentang bahan olahan kue tradisional Talam Jagung. Harapan kegian PKM ini peserta diharapkan dapat berkarya dalam mengolah kue tradisional Talam Jagung di desa Karak Apung.
Implementasi Teaching Factory pada Pendidikan Vokasional Seni Kuliner: Kajian Literatur Fitria Retno Indarsih; Nurzahra Fathiyanabila Wicaksono; Vanesa Remania
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching Factory merupakan pendekatan pembelajaran berbasis industri yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan vokasional dan kebutuhan dunia kerja. Dalam pendidikan vokasional seni kuliner, penerapan Teaching Factory menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan menyerupai lingkungan industri nyata. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, model implementasi, manfaat, serta tantangan Teaching Factory pada pendidikan vokasional seni kuliner melalui kajian literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka terhadap buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Teaching Factory mampu meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa, memperkuat keterampilan teknis dan soft skills, serta mendorong pembelajaran yang lebih autentik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas praktik, kesiapan kurikulum, kompetensi pengajar, serta kolaborasi dengan dunia industri. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi konseptual bagi pengembangan pembelajaran berbasis Teaching Factory pada pendidikan vokasional seni kuliner.
PEMANFAATAN GLEPUNG GAPLEK SEBAGAI ALTERNATIF PELAPISAN TEMPE BENGUK DI KABUPATEN TEBO Enjel Efani; Nurzahra Fathiyanabila Wicaksono; Fitria Retno Indarsih
Jurnal Pendidikan Vokasi dan Seni Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Vokasi dan Seni, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Vokasi Seni Kuliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jpvs.v5i1.4719

Abstract

Tempe benguk is a traditional food product from Tebo Regency with potential for development through the utilization of local ingredients. This study aimed to evaluate the use of gaplek flour (dried cassava flour) as an alternative coating for tempe benguk, as well as to assess its organoleptic characteristics and the level of public acceptance. An experimental study with a quantitative approach was conducted, involving 96 residents of Karang Dadi Village, Rimbo Ilir District, Tebo Regency, as respondents. Sample 01 served as the control, while Sample 10 represented the treatment group coated with gaplek flour. Data were collected through observation, interviews, documentation, and organoleptic testing, and subsequently analyzed at a 5% significance level. Sample 10 scored higher than Sample 01 across all aspects: shape, color, aroma, texture, and taste. The mean preference scores for Sample 10 were 3.25, 3.70, 3.50, 3.83, and 4.30, respectively. Significant differences were observed in all aspects (p=0.000; p<0.05). Gaplek flour is a viable alternative coating for tempe benguk and enjoys a high level of public acceptance, indicating its potential for development as a local food innovation in Tebo Regency.