Veibe Warouw
Universitas Sam Ratulangi

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI DESA DARUNU KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Immanuel S. T. Septian; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; James J. H. Paulus; Rosita A. J. Lintang; Reny L. Kreckhoff
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55015

Abstract

Seagrass meadows have ecological roles such as habitats of other organisms, as primary producers in shallow waters, as substrates stabilizer, as well as carbon storage. The seagrass meadow community structure and condition of Darunu Village Waters has never been reported. The study purposes are to find out and analyze seagrass species abundance, community structure and diversity index. Data collection of seagrass community structure was taken using the line transect method. Three 100 m line transects were laid from the coast perpendicular to the sea. The distance between each transect is 50m . Then the data was taken using a 50 x 50 cm2 quadrant. The quadrat was placed from 0 m to 100m and the distance between each quadrat was 10 meters. This study found 6 types of seagrasses, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, and Syringodium isoetifolium. The diversity index of seagrass species at the research site was moderate (1 ≤ H' ≤ 3 diversity of medium species). Keywords: Darunu Village, Community Structure, Padang Lamun. ABSTRAK Kawasan ekosistem padang lamun yang ada di Perairan Desa Darunu sampai saat ini belum pernah ada informasi tentang keadaan struktur komunitas lamun yang ada disana. Padang lamun memiliki nilai ekologis seperti habitat organisme lain, produsen primer di perairan dangkal, penstabil substrat, dan bahkan penyimpan karbon di perairan dangkal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis lamun apa saja yang terdapat di perairan Desa Darunu dan juga untuk mengetahui gambaran dari struktur komunitas lamun yang ada di perairan Desa Darunu. Pengambilan data bioekolgi lamun struktur komunitas diambil dengan menggunakan metode line transect yang ditarik tegak lurus ke arah laut menjauhi pantai dengan jarak sejauh 100 meter, kemudian dilakukan pengamatan menggunakan kuadran cm2 yang sebelumnya sudah diletakkan pada titik awal 0 meter sampai dengan seterusnya di sepanjang garis transek dengan jarak antar kuadran yaitu 10 meter. Hasil penelitian menemukan 6 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, Syringodium isoetifoliumKeanekaragaman jenis lamun di lokasi penelitian berdasarkan Shannon-Wiener memiliki tingkat keanekaragaman sedang (1 ≤ H’ ≤ 3 keanekaragaman spesies sedang). Kata Kunci: Desa Darunu, Struktur Komunitas, Padang Lamun.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAUN Thalassia hemprichii DI PERAIRAN SEKITAR DESA TULUSAN KECAMATAN TAGULANDANG KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO Steven Medellu; Calvyn F.A. Sondak; Erly Y. Kaligis; Frans Lumuindong; Agung B. Windarto; Veibe Warouw
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.1.2024.55071

Abstract

Seagrass is a flowering plant that can grow well in shallow marine environments. All seagrasses are one-seed plants that have roots, rhizomes, leaves, flowers and fruit just like plants on land. This research was carried out from August to September 2023 in the nearby waters of Tulusan Village, Tagulandang District, Sitaro Islands Regency. This research aims was to determine the growth rate of Thalassia hemprichii leaves on two different substrate types. Analysis of seagrass growth rate was measured using the seagrass leaf growth rate test, normality test and independent T-test. The results of this research showed that the average growth rate of young leaves was 0.29 cm/day and old leaves 0.15 cm/day on the sandy substrate, while on the mixed sand substrate and dead coral fragments, young leaves were 0.24 cm/day and old leaves 0.09 cm/day with a measurement interval of 7 days. The results of the normality test using the Liliefors formula for seagrass data show that it has a normal distribution. The results of the independent T-test on mixed sandy substrate and coral fragments showed that there were significant differences in seagrass leaf growth. The results of parameter measurements on sandy substrates ranged in temperature from 30˚C - 37˚C, salinity 30 ppt - 31 ppt, pH 8 and on coral rubble sand substrates ranged from 30˚C - 35 ˚C salinity 30 - 32 ppt, pH 8. Keywords: Seagrass, Substrate, Growth ABSTRAK Lamun adalah tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Semua lamun adalah tumbuhan berbiji satu yang mempunyai akar, rimpang, daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan yang ada didarat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2023 di perairan sekitar Desa Tulusan Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii pada dua tipe substrat berbeda. Analisis laju pertumbuhan lamun diukur menggunakan uji laju pertumbuhan daun lamun, uji normalitas dan uji T independen. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata laju pertumbuhan daun muda yaitu 0,29 cm/hari dan daun tua 0,15 cm/hari pada tipe substrat berpasir, sedangkan pada tipe substrat pasir pecahan karang mati, daun muda 0,24 cm/hari dan daun tua 0,09 cm/hari dengan interval pengukuran 7 hari. Hasil uji normalitas dengan menggunakan rumus liliefors data lamun menunjukan mempunyai sebaran normal. Hasil uji t independen pada tipe substrat berpasir dan pecahan karang menunjukan ada perbedaan nyata pertumbuhan daun lamun. Hasil pengukuran parameter pada substrat berpasir berkisar suhu 30˚C - 37˚C, salinitas 30 ppt – 31 ppt, pH 8 dan pada substrat pasir pecahan karang berkisar suhu 30˚C -35 ˚C salinitas 30 – 32 ppt, pH 8.. Kata Kunci: Lamun, Substrat, Pertumbuhan
KONDISI PADANG LAMUN DI SEKITAR PERAIRAN DESA BOWONGKALI KECAMATAN TABUKAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Dedyes Alescandro Darui; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; Kurniati Kemer; Grevo Soleman Gerung; Billy Theodorus Wagey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.1.2024.55379

Abstract

Seagrass is a flowering plant (Angiospermae) that can live in the sea. Seagrass ecosystems have a very important role both ecologically and biologically in coastal and estuary areas. These plants provide food for many marine animals include herbivorous invertebrates, and herbivorous fish. This study aims to determine the condition of seagrass beds in the waters of Bowongkali Village, Central Tabukan District, Sangihe Islands Regency based on the percentage cover. Data collection method in this study uses the quadratic transect method with three transect lines with a length of 100m each and a distance between each transect is 50m. Data was collected by determining the percentage of seagrass cover and seagrass species composition in each small box in the quadrat frame on each transect. The results of this study obtained the total average percentage has a percentage value of seagrass cover of 48.67% and categorized as "medium". The types of seagrasses found are Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis. Envoronmental parameters recorded temperature range 31.5-32 ° C, salinity range 26-28‰ and pH 8.02-8.07. Keywords: Seagrass beds, Condition, Waters of Bowongkali Village. ABSTRAK Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat hidup di laut. Ekosistem padang lamun memiliki peran sangat penting baik secara ekologi maupun biologi di kawasan pesisir dan estuari. Tumbuhan ini berperan sebagai produsen dan menyediakan makanan bagi invertebrata herbivora, dan ikan herbivora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis lamun dan kondisi padang lamun di Perairan Desa Bowongkali, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pengambilan Data pada penelitian ini mengunakan metode transek kuadrat dengan tiga line transek yang memiliki panjang masing-masing 100m dengan jarak antar tiap transek adalah 50m (100 x 100 m²). Pengambilan data dilakukan dengan cara mentukan nilai persentase tutupan lamun dan komposisi jenis lamun pada setiap kotak kecil dalam frame kuadrat pada masing-masing transek. Hasil penelitian ini didapatkan, nilai persentase tutupan padang lamun sebesar 48,67% termasuk dalam kategori “sedang”. Jenis-jenis lamun yang ditemukan yaitu, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis. Parameter di Perairan Desa Bowongkali yaitu suhu, salinitas, pH, nilai suhu 31,5-32°C, nilai salinitas 26-28‰ dan nilai pH 8,02-8,07. Kata Kunci: Padang lamun, Kondisi, Perairan Desa Bowongkali