Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pola Makan dan Hubungannya dengan Kadar Asam Urat pada Masyarakat Pesisir Yolandari, Sri; Syafriah, Wa Ode; Mustiqawati, Evi; Nurwanti, Ratih; Yanti, Desi Dwi
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2157

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang dapat menyebabkan gout arthritis dan komplikasi sistemik lainnya. Kondisi ini banyak ditemukan pada masyarakat pesisir yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan laut tinggi purin namun rendah konsumsi serat, serta minim edukasi gizi. Pola makan menjadi salah satu determinan penting dalam peningkatan kadar asam urat. Penelitian ini menyoroti urgensi pendekatan farmasi komunitas untuk mencegah hiperurisemia melalui edukasi pola konsumsi berbasis bukti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kadar asam urat pada masyarakat pesisir. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 47 responden usia 45–59 tahun dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi makanan dan alat pengukur kadar asam urat digital. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Sebanyak 55,31% responden memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kadar asam urat (p = 0,000). Pola makan berhubungan secara signifikan dengan kadar asam urat. Edukasi oleh tenaga farmasi sangat diperlukan dalam upaya preventif dan promotif, khususnya di wilayah masyarakat pesisir dengan risiko tinggi asupan purin.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Nurwanti, Ratih; Hamzah, Hasty; Yolandari, Sri; Apriyani DS, Wa Ode
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1346

Abstract

Daun binahong adalah tanaman obat yang mengandung senyawa flavonoid yang merupakan salah satu jenis antioksidan, dan memiliki sifat yang sensitif terhadap panas. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar flavonoid ekstrak etanol pada daun binahong (Anredera cordifolia) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Pengujian Kadar flavonoid dilakukan dengan 2 tahap yaitu pengujian secara kualitatif mengunakan pereaksi magnesium dan HCl sehingga mengahasilkan perubahan warna kuning dimana mendandakan adanya senyawa kadar flavonoid. dan uji kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis. hasil penelitian kadar flavonoid daun binahong (Anredera cordifolia) diperoleh hasil bahwa pada ekstrak etanol daun binahong terdapat senyawa flavonoid dengan absorbansi yang diperoleh panjang gelombang yaitu 439 nm, dan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol yang terdapat pada dau binahong (Anredera cordifolia) sebesar 0,0889/mg/QE/g.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Hair tonic Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L) Damayanti, Restu Harisma; Nurwanti, Ratih; Mustiqawati, Evi; Rahayu, Yayuk Sri; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2313

Abstract

Daun pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang menunjukkan aktivitas antibakteri, antioksidan, dan keratolitik, yang berpotensi meningkatkan mikrosirkulasi kulit kepala dan mendorong pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sifat fisik tonik rambut yang mengandung ekstrak etanol daun M. charantia. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, dan tiga formulasi disiapkan dengan konsentrasi ekstrak 2%, 3%, dan 4%. Evaluasi fisik meliputi sifat organoleptik, berat jenis, pH, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi persyaratan untuk uji organoleptik dan berat jenis. Nilai pH formulasi 2 dan 3 berada dalam kisaran yang dapat diterima untuk aplikasi kulit kepala (3,0–7,0), sedangkan formulasi 1 berada di bawah tingkat yang direkomendasikan. Namun, nilai viskositas semua formulasi lebih rendah dari standar yang disyaratkan (<5 cP). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Momordica charantia dapat dimasukkan ke dalam formulasi tonik rambut, meskipun optimasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan viskositas dan stabilitas produk secara keseluruhan.
Kenali Berbagai Macam Profesi Farmasi Sebagai Salah Satu Key Answer Dunia Kerja Generasi Z Mustiqawati, Evi; Yolandari, Sri; Nurwanti, Ratih; Supardi, Suparman; Syafriah, Wa Ode
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan sedian farmasi untuk mencapai hasil yang pasti demi meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian dibantu oleh seorang apoteker pendamping dan/atau tenaga teknis kefarmasian yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker. Banyak Masyarakat maupun Pelajar masih sangat minim mengetahui lebiih luas tentang profesi kefarmasian, olehnya itu dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan terhadap peserta didik SMA N 1 Pasar wajo dengan tujuan untuk memperkenalkan peserta didik Sekolah Menegah Atas (SMA) terkait pembelajaran kesehatan kefarmasian serta meningkatkan pengetahuan peserta didik terhadap peran seorang profesi farmasis dalam dunia kerja. Kegiatan ini dibantu oleh 1 Mahasiswa D3 Farmasi. Kegiatan  pertama  yaitu  menjelaskan tentang pengertian farmasi, profesi farmasi, ruang lingkup berbagai macam profesi kefarmasian, serta tugas profesi farmasi yang dilanjutkan sesi Tanya jawab, Kegiatan kedua yaitu mengenalkan   dunia kerja dan education terhadap profesi sebagai Farmasi yaitu terkait tenaga kesehatan, industri obat, makanan dan kosmetik dengan materi. Kegiatan ini di lakukan dengan menunjukkan gambar diserta penjelasan, kemudian akan ditanyakan kembali ke siswa benar telah paham terhadap materi yang diberikan dan kegiatan ketiga yaitu memberikan informasi mengenai pemakain obat secara rasional, obat tradisional maupun obat sintetik beserta materi, dan juga melakukan penyuluhan terkait peluang-peluang apa saja yang dapat diraih dalam dunia kerja yang semakin berkembang sebagai seorang berprofesi  kefarmasian.  Kegiatan  ini  bertujuan  untuk      memberikan informasi kepada peserta didik mengenai penggunaan obat yang rasional dengan tepat dosis, jika mendapatkan obat maka sesuai aturan penggunaan obatnya. Diperhatikan penyimanan dan kadaluarsa/rusak suatu obat. Pada akhir kegiatan    disampaikan    begitu pentingnya peran profesi kefarmasian dan   banyaknya peserta didik yang tertarik untuk menjadi seorang profesi                                                                                                            Farmasi