Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Amino Acid Content Profile and Antioxidant Activity Test of Spirulina Platensis Bioactive Protein Extract Using DPPH Method Tahirah Hasan; Nur Ida; Yasnidar Yasir
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10916

Abstract

The study of Amino Acid Content Profile and Antioxidant Activity Test of Spirulina platensis Bioactive Protein Extract with DPPH Method has been conducted. This study aims to determine the protein content and IC50 value of Spirulina platensis bioactive protein extract with DPPH method. The research method includes extraction of Spirulina platensis powder using buffer A solvent. Determination of protein content with Lowry method using Bovine Serum Albumin (BSA) as standard solution and antioxidant activity test with DPPH method. The results of the analysis of protein content of Spirulina platensis extract obtained a level of 39.51%. The antioxidant activity test against DPPH free radicals showed that Spirulina platensis protein extract has antioxidant activity with IC50 value of 599.17 ± 3.75 ppm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Pepaya (Carica papaya L.) Asal Daerah Galesong Sulawesi Selatan Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Muhaya Elwahan; Ayu Wandira Baso Amri; Nur Ida
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.777

Abstract

Bunga Pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri esktrak Bunga Pepaya          (Carica papaya L.) terhadap bakteri propionibacterium acne. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, penentuan Nilai KHM dengan menggunakan metode dilusi cair, Pengujian aktivitas antibakteri Bunga Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnemenggunakan metode difusi agar. Hasil penelitiandiperoleh nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) yaitu 2,5%. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Propionobacterium acne diperoleh diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 2,5%; 5%; dan 10% masing-masing yaitu 8,10 mm; 9,55 mm; 11,13 mm. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Salep, Krim, Gel Ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellusida L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Risna Risna; Nur Ida; Rusli Rusli
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.810

Abstract

Daun Suruhan (Peperomia pellusida L.) memiliki kandungan senyawa aktif diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan senyawa triterpenoid. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat salah satunya sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri salep, krim dan gel ekstrak daun suruhan (Peperomia pellusida L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia daun suruhan secara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%, pengujian KHM menggunakan metode difusi agar padat, dilanjutkan formulasi sediaan salep, krim, gel, yang mengandung 5% ekstrak daun suruhan (Peperomia pellusida L.) dan dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap sediaan menggunakan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rendamen ekstrak 15,21%, nilai KHM 5%. Sediaan salep, krim dan gel ekstrak daun suruhan dapat menghambat bakteri dengan diameter hambatan rata-rata terhadap bakteri Propionibacterium acnes masing-masing sebesar 10,15 mm, 13,52 mm dan 16,81 mm. Kesimpulan penelitian yaitu ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.) dapat diformulasi menjadi sediaan salep, krim dan gel dengan aktivitas antibakteri sediaan gel lebih besar dibandingkan salep dan krim. Kata Kunci: Antibakteri; Salep, krim dan gel; Daun Suruhan (Peperomia pellucida L.); Propionibacterium acnes
Uji Efek Sediaan Tonik Rambut Ekstrak Daun Mangga Manalagi (Mangifera Indica L. var.manalagi) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Rambut Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Ilma Rafidah Sulaiman; Nur Ida; Mustainah Mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan tonik rambut yang terbuat dari ekstrak daun mangga manalagi (Mangifera indica L. var. manalagi) dalam meningkatkan pertumbuhan rambut pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan air suling yang kemudian diformulasi menjadi sediaan tonik rambut dengan variasi konsentrasi (1%, 2%, dan 4%) untuk diuji efektivitasnya. Kontrol positif menggunakan Minoxidil 2% dan kontrol negatif berupa basis sediaan. Pengujian efektivitas menggunakan parameter panjang rambut pada hari ke-7 dan hari ke-14 pasca perlakuan. Skrining fitokimia juga dilakukan untuk identifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak termasuk mangiferin, kuersetin, dan kaempferol, yang diketahui memiliki potensi dalam merangsang pertumbuhan rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan tonik dengan konsentrasi 4% ekstrak daun mangga manalagi memiliki efek yang setara dengan kontrol positif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan memahami mekanisme kerja senyawa aktif dalam meningkatkan pertumbuhan rambut
Uji Aktivitas Antijamur Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Asal Nusa Tenggara Timur Terhadap Jamur Candida albicans. Nurweintia MD Toro; Nur Ida; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1744

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab didiasis, sariawan, lesi pada kulit, kandiduria bahkan dapat menjadi komplikasi kanker. Tumbuhan keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam kelompok herbal kecil dengan tinggi maksimal hingga 40 cm dan umbinya berbentuk bulat dengan diameter hingga 2 cm. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Kandungan kimia dari keladi tikus yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, glikodisa dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan piper disk didalam media agar yang telah diinokulasikan dengan jamur. Kata Kunci: Candida albicans,kandidiasis,keladi tikus,skrining fitokimia. Hasil penelitian didapatkan daya hambatan yang terbentuk pada ektrak daun keladi tikus: 16,53 mm, kontrol positif: 19,22 mm dan kontrol negatif: 5,33 mm.
Skrining Fitokimia, Analisis Kandungan Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Batang Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Asal Makassar dengan Metode DPPH Anugrah Aprilinda Saputri; Tahira Hasan; Nur Ida
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1859

Abstract

Mungkin terdapat metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan pada batang Ageratum conyzoides L. Riset ini bertujuan memastikan kandungan total flavonoid, menilai nilai IC50 ekstrak dari Makassar menggunakan metode DPPH, serta mengidentifikasi kelompok senyawa kimia dalam ekstrak etanol batang Ageratum conyzoides L. Beragam teknik diaplikasikan, seperti maserasi dengan etanol 70% untuk ekstraksi, spektrofotometri dengan aluminium klorida sebagai reagen untuk mengukur flavonoid total, dan uji DPPH guna menilai aktivitas antioksidan. Analisis fitokimia mengungkap keberadaan terpenoid, alkaloid, saponin, dan flavonoid. Konsentrasi flavonoid total ditentukan sebesar 0,1650 ± 0,0397%. Asam askorbat memiliki nilai IC50 2,242 ± 0,001 µg/mL, sementara ekstrak etanol 70% batang Ageratum conyzoides L. menunjukkan IC50 157,18 ± 0,11 µg/mL. Oleh karenanya, ekstrak batang tersebut beraktivitas antioksidan yang lemah.