Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Deteksi Antimikroba Secara KLT- Bioautografi Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) Yasnidar Yasir; Herlina Rante; Sitti Nur Aminah Emba Semsuli
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 1 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.978 KB) | DOI: 10.32814/jpms.v3i1.61

Abstract

Indonesia memiliki banyak tanaman yang digunakan sebagai obat salah satunya adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari buah A. bilimbi dan untuk mengetahui golongan senyawa kimia aktif dari buah A. bilimbi terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara KLT-Bioautografi. Buah A. bilimbi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96% sedangkan metode difusi agar dilakukan untuk mengetahui aktivitas bakteri. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol dan partisi buah A. bilimbi pada konsentrasi 10% dapat menghambat bakteri E. coli dan S. aureus. Identifikasi senyawa kimia aktif dari ekstrak etanol yang diduga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus secara KLT-Bioautografi secara berturut-turut yaitu senyawa terpenoid pada Rf = 0,11 dan 0,81. Sedangkan partisi n-heksana yaitu terpenoid yang dapat hanya mampu menghambat E. coli pada nilai Rf 0,78. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah A. Bilimbi dapat digunakan sebagai alternative dalam menghambat pertumbuhan bakteri.
PENINGKATAN MUTU PRODUK IKAN TONGKOL ASAP MELALUI SOSIALISASI TEKNIK PENGEMASAN PADA POKLASHAR MARNIATI DI WILAYAH DESA TRITIRO Yasnidar, Yasnidar; Hasan, Tahirah; Helena, Shifa; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Bina Bahari Vol 2, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v2i2.37

Abstract

Smoked cob fish is one of the processed marine fisheries commodities which is much loved by the community, both local people and outside the Tritiro village area. The marketing of this smoked fish product reaches outside the Tritiro village area, which causes the need for packaging that can maintain the quality of the fish until it reaches the customer. This independent community service activity (PKM) aims to improve the quality of smoked fish products produced by smoked fish processing groups through socialization of packaging techniques using a vacuum sealer so as to extend the shelf life of smoked fish, especially in distribution outside the region. The activity was attended by smoked fish processor Poklashar Marniati in the South Kalumpang sub-village, with lecture and practice methods or demonstrations in using a vacuum sealer. The results of the activity show that packaging with a vacuum sealer can increase the durability of smoked tuna so that the risk of damage when shipping out of the area can be minimized. Monitoring and evaluation of packaging socialization activities with this technique is carried out during the PKM activity and up to 3 months after the completion of the activity. The monitoring and evaluation results show that this packaging socialization can increase the productivity of processed smoked fish in the village.Keywords : smoking, vacuum, sealer, smoked cob fish, Tritiro village
Amino Acid Content Profile and Antioxidant Activity Test of Spirulina Platensis Bioactive Protein Extract Using DPPH Method Tahirah Hasan; Nur Ida; Yasnidar Yasir
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10916

Abstract

The study of Amino Acid Content Profile and Antioxidant Activity Test of Spirulina platensis Bioactive Protein Extract with DPPH Method has been conducted. This study aims to determine the protein content and IC50 value of Spirulina platensis bioactive protein extract with DPPH method. The research method includes extraction of Spirulina platensis powder using buffer A solvent. Determination of protein content with Lowry method using Bovine Serum Albumin (BSA) as standard solution and antioxidant activity test with DPPH method. The results of the analysis of protein content of Spirulina platensis extract obtained a level of 39.51%. The antioxidant activity test against DPPH free radicals showed that Spirulina platensis protein extract has antioxidant activity with IC50 value of 599.17 ± 3.75 ppm.
Uji Aktivitas Antibakteri Getah Jarak Pagar Asal Kabupaten Gowa Terhadap Bakteri Penyebab Karies pada Gigi Asti Angriani; yasnidar Yasir; Rusli Rusli
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.782

Abstract

Tanaman getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) mengandung flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif getah jarak pagar terhadap Porphyromonas gingivalis dan Streptococcus mutans. Getah jarak pagar diambil langsung dari batangnya dengan cara memotong batangnya dengan menggunakan pisau aseptik dan di tampung dalam botol vial. Pengujian aktivitas antibakteri getah jarak pagar terhadap Porphyromonas gingivalis dan Streptococcus mutans menggunakan metode dilusi cair dan difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh pada uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi cair yaitu 4%. Uji aktivitas menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi yang digunakan adalah 4%; 8%; 16% dan 32%. Diameter hambat pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis 4%: 6,55 mm; 8%: 7,59 mm; 16%: 8,51 mm dan 32%: 10,32 mm sedangkan diameter hambat pada bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 4%: 7,50 mm; 8%: 8,22 mm; 16%: 9,47 mm dan 32%: 10,89 mm, sehingga dapat disimpulkan konsentrasi yang efektif pada pengujian zona hambatan bakteri Porphyromonas gingivalis dan Streptococcus mutans pada keempat konsentrasi yang diujikan adalah konsentrasi 32% Kata Kunci: Antibakteri; getah jarak pagar; Jarak pagar L.; Porphyromonas gingivalis; Streptococcus mutans.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Papasan (Coccinia grandis (L.) Voigt.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Muliati Anggriani; Yasnidar Yasir
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.830

Abstract

Daun papasan (Coccinia grandis (L.) Voigt.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Daun papasan secara empiris digunakan masyarakat untuk mengobati demam, gatal-gatal pada kulit, infeksi pada saluran kemih, gonore dan menurunkan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun papasan, menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol daun papasan, dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun papasan yang memiliki aktivitas paling besar terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian diperoleh nilai KHM terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu 4% dan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa yaitu 8%. Konsentrasi ekstrak etanol daun papasan yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri adalah 8%; 16% dan 24%. Diameter hambatan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu 9,57 mm; 11,48 mm dan 15,46 mm sedangkan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa yaitu 9,53 mm; 11,29 mm dan 14,22 mm. Ekstrak etanol daun papasan yang memiliki diameter hambatan paling luas terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa yaitu pada konsentrasi 24%. Kata kunci: Daun papasan, Coccinia grandis (L.) Voigt., antibakteri; Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa