Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Ecological and Physiological Adaptation of Food Crops on Food Security in the Banyumas Highlands Region Kartika Eka Wijayanti; Altri Mulyani; Syahrul Ganda Sukmaya; Sifa Aulia Wicaksari; Wahyu Adhi Saputro
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.8090

Abstract

This study aims to analyze the influence of ecological and physiological adaptations of food crops on food security in the highland area of Banyumas Regency. The research area includes Baturaden, Kedungbanteng, and Cilongok Districts, which are known to have a surplus of rice food reserves. Ecological adaptation includes how food crops adapt to specific environmental conditions at high altitudes, while physiological adaptation includes plant responses to factors such as temperature, humidity, and soil type. The data used in this study came from the Central Statistics Agency of Banyumas Regency in 2021. The results show that food accessibility, measured through physical and social access, has a significant correlation with food security. Physical and social access were significantly correlated with food security, with significance values of 0.046 and 0.017, respectively. The study concluded that the ecological and physiological adaptations of food crops play an important role in supporting food security in the Banyumas highlands, and that increased physical and social accessibility can improve food security stability in the region. Local governments need to focus on providing facilities and infrastructure that support food accessibility to ensure sustainable food security in the highlands.
Keputusan Pekebun dalam Menerapkan Sistem Penyerahan Tebu Muhammad Ivan Zulhilmi; Yusmi Nur Wakhidati; Altri Mulyani; Dindy Darmawati Putri; Irene Kartika Eka Wijayanti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pekebun dalam menerapkan sistem penyerahan tebu di Provinsi Jawa Tengah. Sistem penyerahan tebu terdiri atas dua skema, yaitu Sistem Bagi Hasil (SBH) dan Sistem Pembelian Tebu (SPT), yang masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan sehingga memengaruhi keputusan pekebun dalam memilih skema yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 125 pekebun tebu yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Variabel dependen adalah sistem penyerahan tebu, sedangkan variabel independen meliputi persepsi, kepuasan, usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengalaman berusahatani, luas lahan, pendapatan usahatani, harga, waktu pencairan, jenis pekebun, dan peran pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas variabel yang dianalisis, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pekebun, yaitu harga, waktu pencairan, dan peran pabrik gula. Pekebun tebu dengan kondisi harga yang tinggi dan waktu pencairan yang cepat, serta tidak mempersoalkan peran pabrik gula cenderung memilih sistem penyerahan tebu skema SPT. Kondisi pekebun yang tidak mempersoalkan mengenai harga dan kecepatan waktu pencairan, serta mengharapkan peran pabrik gula yang baik cenderung memilih menerapkan sistem penyerahan tebu skema SBH
Peningkatan Ekonomi Lokal melalui Diversifikasi Olahan Produk Sampingan (By-Product) Pisang di KWT Mekarsari Desa Jatisaba Kabupaten Banyumas: Enhancing Local Economy through Banana By-Product Diversification at Mekarsari Women Farmer Group, Banyumas Regency Alpha Nadeira Mandamdari; Altri Mulyani; Anggi Fitria Cahyaningsih; Pepita Haryanti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 5 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i5.11867

Abstract

Banana plants in Jatisaba Village, Banyumas Regency, offer abundant raw material potential; however, their utilization remains limited to the fruit, while by-products such as banana blossom and leaves have not been economically optimized. This community service program aims to empower the Mekarsari Women Farmer Group (KWT) by diversifying its zero-waste food products to enhance family income. The implementation method employed a participatory approach, encompassing socialization, technology transfer training for processing, and production management assistance. Technological intervention focused on processing banana hearts and young leaves into marketable chips, supported by the facilitation of an oil spinner machine. The results indicated a significant improvement in partner competence, evidenced by an increase in the participants' average knowledge scores. The average score increased from 44.6 (Poor) in the pre-test to 86.6 (Very Good) in the post-test. With this assistance, KWT Mekarsari successfully produced marketable product samples, marking their readiness to proceed to the home-scale commercialization stage.
Dampak Sertifikat Halal Terhadap Pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas Nabila Nur Azizah; Altri Mulyani; Syahrul Ganda Sukmaya
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 2 No 1 (2026): Hakikat : Journal of Halal Studies April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2026.2.1.17898

Abstract

Sertifikat halal merupakan dokumen resmi dari BPJPH yang menjamin kehalalan produk melalui sistem jaminan produk halal. Sertifikasi ini memberikan berbagai manfaat bagi produsen, seperti meningkatkan daya saing, memperluas akses ke pasar global, serta memperbaiki sistem dokumentasi dan administrasi perusahaan. Kewajiban sertifikasi halal di Indonesia diatur dalam UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 39 Tahun 2021 seiring dengan meningkatnya permintaan produk halal baik dari konsumen muslim maupun non muslim. Implementasi sertifikasi masih menghadapi kendala, terutama terkait kesadaran, biaya, dan waktu yang diperlukan UMKM dalam mengurus sertifikat halal. Peneltian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui rata-rata pedapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal, 2) mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik snowball sampling pada pengambilan sampel. Sampel yang digunakan sebanyak 68 yang kemudian di analisis dengan metode analisis biaya dan pendapatan serta uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sesudah memperoleh sertifikat halal meningkat sebesar Rp1.845.183 atau sekitar 27%, dari semula Rp8.239.941 sebelum sertifikasi menjadi Rp10.085.123 setelah tersertifikasi halal. Hasil penelitian secara statistic juga menunjukan adanya perbedaan rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sebelum dan sesudah memperoleh sertifikat halal.