Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelaksanaan Program Gizi Pada Kelompok Ibu Hamil Di Pekon Pasir Ukir Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2022 Dwi Pamela; Ermi Yulianti; Umi Indri Oktaviani; Abdullah Abdullah; Afiska Prima Dewi
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang didapatkan di Pekon Pasir Ukir Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu adalah anemia. Anemia dapat dipengaruhi oleh pendapatan keluarga, pendidikan ibu, usia ibu dan pengetahuan ibu. Tujuan dari program gizi ini adalah menurunkan pravalensi ibu hamil anemia melalui beberapa cara yaitu MMD (Musyawarah Mufakat Desa) menggunakan metode Group discussion and Socialized recitation , Pemantauan kepatuhan mengonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) metode pengisian kuisioner kepatuhan TTD, Edukasi Gizi metode diskusi, ceramah dan tanya jawab, Bantuan bahan Pangan metode survei, dan Konseling Gizi menggunakan metode diskusi dua arah. Setelah dilakukan program gizi terdapat perubahan pengetahuan gizi dan peningkatan konsumsi TTD setiap harinya pada ibu hamil.
Hubungan Status Gizi, Tingkat Stress Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Madrasah Tsanawiyah (Mts) Negeri 2 Tanggamus Tahun 2024 Meliana Meliana; Abdullah Abdullah; Alifiyanti Muharramah; Mayesti Akhriani
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6987

Abstract

The menstrual cycle in adolescent girls or women ranges from 21 up to 35 days, with 10 up to 15% having a menstrual cycle of 28 days and a menstrual duration of 3 up to 5 days. However, some also last 7 to 8 days, depending on each individual. Irregular menstrual cycles can have an impact on fertility and reproductive disorders and can make it difficult to get pregnant because ovulation does not occur. The research objective was to determine the correlation between nutritional status, stress levels and the menstrual cycle in female students of Islamic Schooling of Madrasah Tsanawiyah State 2 Tanggamus 2024. Data collection was carried out using analytical survey analysis with a cross-sectional design. The population of this research was 328 class VII and class VIII female students, with a sample of 90 female students. Data analysis used the Chi-square statistical test and gamma test. After conducting statistical tests using the gamma test, a p-value of 0.044 was obtained, meaning Ha was accepted and Ho was rejected. This shows there was a correlation between nutritional status and the menstrual cycle in female students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) State 2 Tanggamus in 2024. On the other hand, the results of statistical tests using the chi-square test show a p-value of 0.725, which means Ho is accepted and Ha is rejected. In other words, there is no correlation between stress levels and the menstrual cycle of female students at Madrasah Tsanawiyah (MTS) State 2 Tanggamus in 2024. It was concluded that there was a correlation between nutritional status and the menstrual cycle in female students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) State 2 Tanggamus in 2024, there was no correlation between stress levels and the menstrual cycle in female students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) State 2 Tanggamus in 2024.
Hubungan Tinggi Badan Ibu Dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Stunting Pada Balita Usia 6-23 Bulan Di Pekon Sumberagung Kecamatan Ambarawa Arina Sofiyanti; Abdullah Abdullah; Alftulesi Nurhayati; Dera Elva Junita
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7035

Abstract

Stunting in toddlers is caused by two factors, namely direct causes, one of which can be seen from macronutrient intake, and indirect causes can be seen from genetic factors, short maternal height caused by pathological conditions or having genes that carry short traits. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal height and macronutrient intake with stunting of toddlers aged 6-23 months in Pekon Sumber Agung, Ambarawa District. Type of quantitative research with cross-sectional design. The study population was toddlers aged 6-23 months in Pekon Sumber Agung Ambarawa District, with a total of 222 and a sample of 119 using the Cluster Sampling technique. This research was conducted in Pekon Sumber Agung Ambarawa District from June 3 to 10, 2024. Data collection methods with anthropometric measurements in the form of height using a microtome and body weight longboard, interviews through 2x 24-hour food recall form sheets. Bivariate analysis in this study used the T-test. This study found that there was no relationship between maternal height and stunting with a P-value of 0.071, there was no relationship between fat intake and stunting P-value of 0.065, and there was a relationship between energy intake and stunting P-value of 0.001 protein P-value 0.006 carbohydrates P-value 0.002. Suggestions for further researchers are expected to add variables or data related to the father's height due to the risk of genetic factors obtained from both parents, namely mothers and fathers and biased consumption surveys using SQ-FFQ to determine the diversity of foods that toddlers have consumed in the past.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Leaflet Dan Video Animasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Muhammadiyah Ambarawa Kabupaten Pringsewu 2024 Annie Asma Wati; Alifiyanti Muharramah; Abdullah Abdullah; Masayu Dian Khairani
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7204

Abstract

Anemia is a world health problem, especially in developing countries. Anemia is a condition where there is a decrease in hemoglobin levels or a decrease in the number of red blood cells circulating in the body compared to normal values ​​based on age, gender and physiological conditions. Adolescent girls are a group that is more prone to suffering from anemia than adolescent boys. Because every month young women experience menstruation, apart from that, young women often maintain their appearance and want to be thin so they go on a diet and eat less. Knowledge of young women regarding anemia is still low, namely 64.3%, so this will have an impact on preventing anemia. Other research results show that young women's knowledge about anemia The risk of anemia is still low, namely around 61%. The aim of this research is to determine the influence of animated videos as educational media on increasing knowledge about anemia among female students at SMK Muhammadiyah Ambarawa. The research design uses a quasi-experimental research design with a two group pre-test post test design. The sampling technique used was a random sampling technique with a sample size of 40 respondents, which were divided into 2 groups, namely 20 respondents for leaflet educational media and 20 respondents for animated video media. Based on the results of research that has carried out data analysis using the Wilcoxon test, there is no significant influence between leaflet media on the level of knowledge, p-value 0.008. There is a significant influence between animated video media on the level of knowledge, p-value 0.001.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Di Puskesmas Pringsewu Tahun 2024 Yetty Nurul Kamilah; Abdullah Abdullah; Putri Rahmah Alamsyah; Masayu Dian Khairani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3626

Abstract

Masih tingginya angka kematian pada ibu dan bayi disebabkan  status gizi yang buruk pada ibu hamil. Adapun akibat dari status gizi yang buruk pada ibu hamil adalah KEK (Kurang Energi Kronis). Prevalensi KEK pada ibu hamil di Kabupaten Pringsewu berdasarkan Laporan Gizkia Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu pada tahun 2023 mencapai 11.9%. Berdasarkan laporan Puskesmas Pringsewu  angka KEK ibu hamil pada tahun 2023 mencapai 9% dan bedasarkan laporan Puskesmas Pringsewu, angka KEK pada ibu hamil pada semester satu (Januari-Juni 2024) sebesar 8.5%. Tujuan penelitain ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas di Puskesmas Pringsewu. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 118 orang, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 52 orang dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada 11 (21,2%) ibu hamil dengan status gizi KEK dan 41 (78,8%) ibu hamil dengan status gizi normal. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tingkat pendapatan keluarga (p=0,023) dan frekuensi konsumsi makanan (p=0,01) dengan status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,461) dengan status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas.
Hubungan Pengetahuan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Anemia Remaja Putri Inayati Suffara; Abdullah Abdullah; Rini Palupi; Alifiyanti Muharramah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6529

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (hb) dalam darah lebih rendah dari normal yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Prevalensi anemia remaja putri tahun 2023 sebesar 47% dan pada tahun 2024 naik menjadi 68,2%. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al Huda Bandungbaru Kecamatan Adiluwih. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Analisis bivariat menggunakan uji gamma. Sampel yang digunakan sebanyak 80 remaja putri usia 14-16 tahun. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada sebanyak 71,3% remaja putri anemia, dengan tingkat pengetahuan mayoritas kurang sebanyak 45% dan tingkat kepatuhan konsumsi TTD mayoritas tidak patuh sebanyak 76,3%. Hasil uji bivariat diperoleh p-value < 0,05 yang artinya adanya hubungan secara signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al Huda Bandungbaru Kecamatan Adiluwih. Kesimpulan: Tingginya kejadian anemia pada remaja putri dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang kurang dan tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah.