Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Struktur, Makna, dan Fungsi Mantra Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Kumun Mudik dan Desa Kumun Hilir, Kec. Kumun Debai, Kota Sungai Penuh Fitriyanti Fitriyanti; Irma Suryani; Dwi Rahariyoso
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i1.23289

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur, makna, dan fungsi mantra pengobatan tradisional Desa Kumun Mudik dan Kumun Hilir Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang menjadi data dalam penelitian yaitu, mantra pengobatan, mantra tawo capo, mantra dipanah setan/kuping sakit, mantra luka bakar, mantra sakit perut, mantra kena racun, mantra penawar racun, tawa mantra semua penyakit, tawar terkena angin duduk, dan sakit gigi. Sumber data dukun atau orang yang mengerti mantra.Sebanyak dua informan yaitu, Mamok Yani dan Mamok HamdaniHasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mantra pengobatan tradisional di Desa Kumun Mudik dan Desa Kumun Hilir menemukan sembilan mantra dan masing-masing terdapat struktur, makna, dan fungsi mantra yaitu, ditemukan struktur irama (datar atau lembut) yang ditemukan irama sama,  rima (asonansi, aliterasi, sempurna, tak sempurna akhir, awal, horizontal dan rima vertikal), terdapat 10 bait dan 57 larik, serta ditemukan sembilan diksi. Selanjutnya, makna yang ditemukan di dalam mantra pengobatan tradisional masyarakat Kumun Mudik dan Kumun Hilir yaitu, makna denotasi dan makna konotasi. Fungsi mantra pengobatan tidak hanya untuk pengobatan melainkan digunakan untuk penangkal tubuh, acara rumah atau syukuran rumah yang mau ditempatkan, dan untuk pawang hujan, pembacaan mantra dapat memberikan rasa aman di lingkungan yang memungkinkan timbulnya marabahaya, pembacaan mantra dapat dipercaya mengusir roh jahat yang sering mengganggu kehidupan manusia. Abstract This study aims to describe the structure, meaning, and function of traditional healing mantras in Kumun Mudik and Kumun Hilir villages, Kumun Debai district, Sungai Penuh City. The research approach is descriptive qualitative. The objects of research that become the data in the study are healing spells, tawo capo spells, devil arrow arrow spells/painful ears, burns spells, stomach pain spells, poisoned spells, antidote spells, laughter X spells for all diseases, bargaining with the wind sitting, and XX toothache. Data sources are shamans or people who understand mantras. A total of two informants, namely, Mamok Yani and Mamok Hamdani The results in this study indicate that traditional healing spells in Kumun Mudik Village and Kumun Hilir Village found nine mantras and each of them has the structure, meaning, and function of the mantra, namely, rhythm structure (flat or soft) found the same rhythm, rhyme (assonance) , alliteration, perfect, incomplete ending, beginning, horizontal and vertical rhyme), there are 10 stanzas and 57 lines, and nine dictions are found. Furthermore, the meanings found in the traditional healing mantras of the Kumun Mudik and Kumun Hilir communities are denotative meaning and connotative meaning. The function of healing spells is not only for treatment but is used for antidote to the body, house events or house celebrations that are to be placed, and for rain handlers, chanting mantras can provide a sense of security in an environment that allows for distress. human life.
Pemberdayaan Masyarakat Pascabanjir Bandang melalui Instalasi Wash Station, Edukasi, dan Penanganan Penyakit Kulit di Desa Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Padang Fitriyanti Fitriyanti; Huntari Harahap; Riska Amalya Nasution
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i6.3097

Abstract

Banjir bandang di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada 27 November 2025 menyisakan risiko penyakit kulit akibat paparan air tercemar yang berkepanjangan. Pengabdian ini bertujuan menginstalasi unit penjernihan air siap minum (wash station) guna memulihkan akses air bersih warga terdampak di Desa Batu Busuk RT 01 sampai RT 04, dan memberikan edukasi dan pelayanan penanganan penyakit kulit. Kegiatan berlangsung pada 28 Januari-28 Februari 2026 oleh tim mahasiswa Kedokteran, Profesi Dokter, dan S1 Keperawatan Universitas Jambi dalam program mahasiswa berdampak. Data klinis dikumpulkan sebagai karakterisasi kasus yang telah ditangani. Sebanyak 22 warga dengan diagnosis terbanyak dermatofitosis, dermatitis, skabies, dan kandidosis kutis, didominasi derajat ringan tanpa indikasi rujukan. Uji laboratorium air hasil filtrasi reverse osmosis dan ultraviolet menunjukkan kadar total coliform dan Escherichia coli sebesar 0 CFU per 100 mililiter mengindikasikan air yang dihasilkan memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Edukasi kesehatan kulit menggunakan leaflet diberikan kepada 30 peserta, terdiri atas 22 warga terdampak, 5 kader Puskesmas Pauh, dan 3 perwakilan kelurahan dengan pemahaman pada empat domain pengetahuan meningkat dari rerata 67,0% menjadi 89,7% pascaedukasi, sehingga program perlu dilanjutkan guna mempercepat pemulihan kesehatan kulit pascabencana.
Correlation Clinicopathological and Immunohistochemical Expression of Interleukin-6 (IL-6) in Keloid Fairuz Fairuz; Erisca Utami; Hasna Dewi; Fitriyanti Fitriyanti; Miftahurrahma Miftahurrahma; Budi Justitia; Mara Imam Taufiq Siregar; Humaryanto Humaryanto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.5844

Abstract

IL-6 has been shown to enhance collagen synthesis and prolong the fibroblast proliferative phase, potentially contributing to uncontrolled keloid growth. However, despite its frequent mention in the literature as a crucial factor in keloid formation, studies specifically exploring the molecular mechanisms of IL-6 in fibroblast regulation and its interaction with other cytokines within keloid tissue remain limited. This study aims to further investigate the role of IL-6 in keloid matrix formation. This study is an analytical study conducted cross-sectionally. The samples used were patients diagnosed with keloids histopathologically based on microscopic criteria. Clinical data were taken from medical records and microscopic and immunohistochemical assessments using paraffin blocks available in the anatomical pathology laboratory of hospitals in Jambi city. There were 36 cases of keloids, aged between 12 and 42 years, mostly in women (66.7%), occurring in the trunk area (77.8%) 30 cases of recurrence (83.3%). We found 24 cases (77.8%) with strong IL-6 immunoexpression. There were 3 cases (8.3%) with no immunoexpression. There was a strong correlation between IL-6 immunoexpression and gender (p=0.03), age(0.04) and recurrence (p=0.02). The role of fibroblast cells is very important for the process of collagen formation in wound healing. The role of fibroblast cells is very important for the process of collagen formation in wound healing, where interleukin-6 in various theories and studies supports the process of collagen formation.