Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian MPASI pada Balita di Posyandu Kenanga-III Kelurahan Pasar Merah Barat Gusti Indah Pertiwi; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11633

Abstract

Ibu berperan penting dalam tumbuh kembang balita dan pengetahuan ibu khususnya mempengaruhi pola piker dan tingkatkepedulian terhadap asupan gizi yang cukup bagi anaknya. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan usia akan menyebabkan gangguan dalampemenuhan kebutuhan nutrisi balita dan juga gangguan pencernaan balita. Sistempencernaan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan belum siap untuk menerima makanan semi padat dan beresiko terkena masalah gangguan pencernaan seperti diare dan buang air besar berdarah. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna sehingga sistem pencernaan belum mampu melakukanfungsinya dengan sempurna. Dilakukan dalam pelaksanaan KKN mandiri iniadalah sosialisasi mengenai kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita di Posyandu Kenanga-III Kelurahan Pasar Merah Barat. Pengaruh lingkungan,budaya,dan pengetahuan menjadu salah satu penyebab terjadinya pemberian MPASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberianMPASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku yang tepat.Kata Kunci: MPASI, Balita, Ibu Usia Subur, tumbuh kembang
Pencegahan Stunting melalui Edukasi pada Masyarakat Kelurahan Pasar Merah Barat Shelin Cantika Maharani; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11645

Abstract

Abstrak: Jurnal ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran berbasis ilmu pengetahuan dalam masalah peningkatan kualitas kesehatan manusia, dalam arti menginformasikan kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan deteksi stunting pada masyarakat pasar merah barat. Stunting adalah suatu keadaan dimana tinggi badan seseorang lebih pendek/rendah dari tinggi badan orang lain pada umumnya (seusia). Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, hal ini menyebabkan masalah di kemudian hari yaitu mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi kepada masyarakat yang dilakukan melalui media atau media informasi elektronik dan non elektronik, telah dilakukan berbagai rangkaian kegiatan penyuluhan yaitu penyebaran video edukasi, penyebaran brosur dan pembuatan spanduk stunting dengan tujuan untuk mengurangi angka stunting dan memberikan informasi tentang stunting kepada masyarakat Pasar Merah Barat.
Edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Siswa/i SD Negeri 060809 di Kelurahan Pasar Merah Barat Kota Medan Muhammad - Rizki; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11635

Abstract

Abstrak: Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu bentuk promosi kesehatan yang bertujuan agar penduduk Indonesia tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Program PHBS di daerah sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular. Selain itu berbagai indikator yang yang terdapat dalam program PHBS, terdapat faktor lain yang turut berperan yaitu perubahan-perubahan iklim yang bisa terjadi menjadi salah satu faktor risiko untuk terjadinya penyakit. Semakin tinggi nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, semakin rendah kejadian penyakit diare, demam berdarah dan angka bebas larva. Hasil studi ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan kesehatan untuk menempatkan PHBS sebagai faktor penentu dan menjadi program utama dalam pengendalian penyakit menular dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Program PHBS ini dilakukan pada siswa/I di SDN 060809 Pasar Merah Barat Kecamatan Medan Kota pada tahun 2022.
Causative Factors of Chronic Kidney Disease in Patiens with Hemodialysis Therapy Rahman, Shahrul; Santika, Kasih
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i1.28307

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a pathological process with various etiologies, causing decreased kidney function progressively and irreversibly. The prevalence of CKD in the last ten years has increased. Causative factors of CKD vary highly in each countries around the world. Hemodialysis is still the primary kidney therapy besides peritoneal dialysis and kidney transplantation. This study aims to discover the causative factors of chronic kidney disease in patients with hemodialysis therapy at the Medan Rasyida Kidney Specialty Hospital in 2019. The design of this research is a descriptive method, the respondents were 307 chronic kidney disease patients with hemodialysis therapy taken by total sampling. The most common factors causing chronic kidney disease in patients with hemodialysis therapy were hypertension (59.6%), diabetes mellitus (32.2%), obstructive nephropathy (2.6%), and gout nephropathy (2.3%), polycystic kidney (2.0%) and glomerulonephritis (1.3%). Hypertension is the most common cause of CKD in Medan Rasyida Kidney Hospital in 2019.
Tatalaksana Hemodialisis pada Anak dan Bayi Shahrul Rahman
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 4 (2020): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i4.370

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan serius pada anak dengan morbiditas dan mortalitas yang makin meningkat serta menimbulkan masalah sosial ekonomi yang signifikan. Penyebab utama PGK pada anak adalah anomali kongenital ginjal dan saluran kemih, diikuti nefropati herediter dan glomerulonefritis. Indikasi absolut untuk memulai dialisis pada anak meliputi anuria, gangguan elektrolit berat, gangguan neurologis pada gagal ginjal, perikarditis, diatesis perdarahan, mual berulang, gejala uremia, volume berlebihan, atau kegagalan pertumbuhan meskipun terapi medis sudah tepat, dan hipertensi. Mengoptimalkan status gizi dengan dukungan ahli diet adalah elemen dasar perawatan anak dengan penyakit ginjal kronik stadium 5. Peran ahli diet adalah meminimalkan gejala uremia, mencegah komplikasi penyakit tulang akibat gangguan ginjal (renal bone disease), dan mengoptimalkan pertumbuhan anak. Chronic kidney disease (CKD) is a serious health problem in children with increasing morbidity and mortality and creates significant socioeconomic problems. The main causes of CKD in pediatric are congenital renal and urinary tract anomalies, followed by hereditary nephropathy and glomerulonephritis. Absolute indications for dialysis in children include anuria, severe electrolyte disorders, neurological disorders found in renal failure, pericarditis, bleeding diathesis, repetitive nausea, uremia symptoms, excessive volume, or growth failure after appropriate medical therapy and hypertension. Optimizing nutritional status with the support of a dietitian is basic element of care for a child with stage 5 chronic kidney disease. The role of a diet expert is to minimize the symptoms of uremia, prevent complications of bone disease due to kidney disorders (renal bone disease), and optimize adequate child growth.
Efek Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Terhadap Kadar Kolesterol LDL Pada Serum Surya Alinta Putri; Shahrul Rahman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.5613

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi pada sebagian besar negara berkembang. Peningkatan kolesterol adalah penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyakit perlemakan hati sehingga meningkatkan beban penyakit keduanya. Salah satu alternatif yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah jangka panjang adalah penggunaan bahan alami seperti buah jambu biji merah diketahui mempunyai kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang dapat menghambat oksidasi LDL sehingga dapat menurunkan kadar LDL dan dapat mencegah terjadinya aterosklerosis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain pre test and post test tanpa grup kontrol, subjek penelitian diberikan jus buah jambu biji merah sebanyak 250ml/hari selama 14 hari. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan nilai rata-rata LDL sebelum perlakuan (pretest) 129.08 mg/ dl dan sesudah perlakuan (posttest) nilai rata-rata LDL 82.92 mg/dl. Pemberian jus jambu biji merah terdapat nilai pretest dan post-test, memiliki nilai p sebesar 0.0001.
EDUKASI KESEHATAN DAN HIGIENITAS SEBAGAI BENTUK UPAYA PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK DI KELURAHAN HAMDAN Isa Isa; Shahrul Rahman
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 3 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i3.216

Abstract

Pemerintah masih mengkhawatirkan masalah diare di kalangan anak -anak. Sebagai penyedia layanan kesehatan primer yang memiliki keterlibatan langsung dengan masyarakat, terdapat harapan bahwa upaya-upaya akan dilakukan untuk mengurangi kejadian diare pada anak. Memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat adalah salah satu tindakan yang akan kami lakukan. aktifitas pengabdian kepada masyarakat ini bermaksud untuk memberi tahu orang tua anak tentang penyakit diare, etiologinya, tanda dan gejalanya, serta pengobatan dan pencegahannya. Diharapkan tingkat kasus diare pada anak-anak, terutama anak-anak di Kelurahan Hamdan, akan menurun setelah pelaksanaan pendidikan kesehatan ini. Salah satu bentuk intervensi langsung yang dilakukan mahasiswa adalah melakukan kegiatan edukasi kesehatan. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi kepada orang tua dan masyarakat luas diharapkan akan terjadi penurunan angka kejadian diare pada anak di Desa Hamdan.
EDUKASI PENTINGYA PEMBERIAN MPASI PADA ANAK USIA 6 BULAN DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN HAMDAN KOTA MEDAN Syarifa Haliza; Shahrul Rahman
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 3 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i3.217

Abstract

1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas tumbuh kembang seorang anak dihitung dari awal masa kandungan seorang ibu hingga anak usia 2 tahun. Masalah kesehatan pada balita yang terjadi dibanyak negara yaitu masalah gizi, penyebab masalah gizi adalah faktor kurangnya pengetahuan pada orang tua pada pemberian MPASI. Pemberian MPASI diberikan pada anak usia 6 bulan dengan syarat pemberian tepat waktu, adekuat, aman, diberikan dengan cara yang aman. Konsistensi makanan MPASI yang diberikan sebaiknya ditingkatkan seiring bertambahnya usia. Tujuan dari kegiatan pelaksanaan KKN mandiri ini merupakan sosialisasi mengenai kesehatan dan meningkatkan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita di Lingkungan IV Kelurahan Hamdan. Metode yang digunakan merupakan penyuluhan kepada ibu perihal manfaat dari pentingnya pemberian MPASI.Pengaruh yang dicapai oleh lingkungan, budaya, dan pengetahuan menjadi salah satu penyebab terjadinya pemberian MPASI yang tidak baik. Sangat diperlukan peran aktif dalam melakukan cara pemberian MPASI pada balita untuk mengajak dan memberikan motivasi untuk menambah
EDUKASI PENTINGNYA IMUNISASI DINI PADA ANAK DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN, KELURAHAN HAMDAN Natasya Salsabilla; Shahrul Rahman
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 3 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i3.220

Abstract

Kualitas kesehatan yang baik merupakan hak sekaligus prioritas suatu bangsa untuk mencapai kemakmuran. Untuk itu, pemerintah Indonesia mendukung program imunisasi yang diberi sejak lahir dan lanjutan sesuai dengan jadwalnya. Imunisasi dini adalah suatu cara yang dilakukan dengan memberikan mikroorganisme dengan tujuan merangsang sistem imun yang ada di tubuh dan tersimpan secara pasif di pembuluh darah. Hasil Data Riset Kesehatan pada tahun 2018 menunjukkan persentase Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sebanyak 57,9%, imunisasi tidak lengkap 32,9%, dan yang tidak mendapat imunisasi 9,2%. Selama program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022, Sumatera Utara sendiri sudah mencapai 30,9% dari 95% yang merupakan angka herd immunity. Edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2023 kepada masyarakat di Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Hamdan dengan harapan agar para orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang luas mengenai pentingnya imunisasi dini yang diberi kepada anak mereka dan tidak terbuai akan hoax yang beredar di media, sehingga kedepannya akan lebih patuh dan melengkapi imunisasi anaknya yang tertinggal. Edukasi ini disampaikan melalui poster yang dilengkapi dengan gambar menarik serta penjelasan langsung dari pemateri kepada masyakarat yang berpartisipasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 orang partisipan yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan fisik.
PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF DAN TEKNIK MENYUSUI Zuhra Safitri; Shahrul Rahman
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 4 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i4.223

Abstract

Negara Indonesia menempati peringkat pertama angka kematian bayi (AKB) terbanyak di Asia Tenggara. Untuk menekan kejadian AKB ini, World Health Organization (WHO) dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) menganjurkan kepada ibu agar memberi ASI eksklusif serta teknik menyusui yang tepat. Sekitar 800.000 kematian bayi dapat cegah dengan pemberian ASI eksklusif. Di Provinsi Sumatra Utara hanya 41,3% atau sekitar 28.459 bayi yang mendapat ASI eksklusif. ASI eksklusif merupakan nutrisi yang diberi kepada bayi sejak lahir hingga berumur 6 bulan tanpa memberi makanan lain dan dilanjutkan sampai berumur 2 tahun. ASI terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kolostrum, ASI masa peralihan, dan ASI mature. Tetapi, kebanyakan ibu tidak memberi ASI eksklusif kepada bayinya karena mengeluh ASI tidak keluar sehingga memutuskan untuk memberi susu formula. Maka dari itu, pentingnya dilakukan penyuluhan mengenai ASI eksklusif dan teknik menyusui yang tepat. Metode kegiatan penyuluhan ialah dengan menggunakan media powerpoint (ppt). Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai manfaat dan keunggulan ASI eksklusif serta teknik menyusui yang benar. Penyuluhan ditujukan kepada ibu juga calon ibu yang ada di tempat. Penyuluhan diselenggarakan pada tanggal 26 Agustus 2023 di rumah peserta, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun dan dihadiri oleh 15 peserta.