Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penjadwalan Network Planning Berdasarkan Produktivitas Tenaga Kerja pada Pelaksanaan Konstruksi Kereta Layang Kayana, Reissa; Arifin, Muhammad Faizal Ardhiansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5964

Abstract

Indikator utama keberhasilan proyek konstruksi merupakan kemampuan suatu proyek dalam menyelesaikan pekerjaan lebih singkat dibandingkan dengan durasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Kinerja pada proyek dapat dipengaruhi oleh lamanya durasi pekerjaan pada proyek tersebut. Salah satu metode untuk mengatasi keterlambatan dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas melalui penambahan jumlah tenaga kerja per hari pada kegiatan kritis. Secara teoretis, peningkatan produktivitas pekerjaan berkorelasi dengan peningkatan biaya. Namun, penelitian ini hanya membahas durasi pelaksanaan dan tenaga kerja menggunakan aplikasi primavera P6. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi pelaksanaan proyek konstruksi kereta api P1B-P95B pada kondisi normal adalah 1115 hari dengan aktivitas pengeboran boredpile yang menjadi aktivitas dominan pada lintasan kritis. Metode percepatan waktu pada penelitian ini menggunakan teknik Fast Tracking dengan mengubah logika hubungan ketergantungan antar-aktvitas pengeboran antar tiang yang semula serial Finish – to – Start (FS) menjadi tumpang tindih Start – to – Start (SS + lag 1 hari). Setelah menerapkan metode fast tracking, diperoleh durasi yang sebelumnya 1115 hari mampu mereduksi durasi proyek sebesar 310 hari menjadi total 805 hari tanpa mengubah parameter kapasitas produksi tenaga kerja dan jalur intasan kritis yang terbentuk. Hal tersebut karena durasi pekrjaan untuk semua item pekerjaan bersifat tipikal dengan asumsi produktivitas yang seragam dimana boredpile  yang merupakan pekerjaan dengan durasi terlama.
Analisis Durasi Penjadwalan Linear Scheduling Method Berdasarkan Permen PUPR No.73 Tahun 2023 Pada Pembangunan Gedung Fahreza, Desta Atha; Arifin, Muhammad Faizal Ardhiansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6432

Abstract

Keberhasilan proyek konstruksi sangat bergantung pada ketepatan perencanaan dan pengendalian waktu, biaya, serta sumber daya, terutama tenaga kerja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap durasi dan biaya pelaksanaan proyek. Perencanaan tenaga kerja yang kurang akurat sering menimbulkan ketidakseimbangan antara rencana dan realisasi pelaksanaan, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek dan pemborosan biaya. Metode penjadwalan konvensional umumnya memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan pekerjaan yang bersifat berulang dan linear. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu menggambarkan hubungan antara waktu, lokasi, dan produktivitas tenaga kerja secara lebih efektif. Linear Scheduling Method (LSM) merupakan metode penjadwalan yang sesuai untuk proyek dengan karakteristik pekerjaan berulang karena mampu menampilkan laju produksi tenaga kerja secara visual dalam diagram waktu dan lokasi. Di sisi lain, perhitungan kebutuhan tenaga kerja dalam proyek konstruksi di Indonesia umumnya mengacu pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang menyediakan koefisien tenaga kerja sebagai dasar perencanaan biaya dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Linear Scheduling Method dengan menggunakan perhitungan tenaga kerja berbasis Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dalam perencanaan penjadwalan proyek konstruksi. Adapun batasan penelitian difokuskan pada perhitungan tenaga kerja langsung yang meliputi mandor, kepala tukang, tukang, dan pekerja, tanpa mempertimbangkan tenaga kerja tidak langsung, peralatan, serta material. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pengolahan data perencanaan proyek berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan koefisien tenaga kerja Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam penyusunan penjadwalan menggunakan LSM. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan perencanaan durasi proyek yang lebih akurat serta kebutuhan tenaga kerja yang lebih efisien dan terukur.