Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Analisis Branding Fotohokkie melalui Media Sosial Instagram Naufal Hisyam Silim; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6636

Abstract

Abstract. Branding is a strategy or method taken by a company or whatever as a marketing or promotion strategy so that the public or the public can know, be aware, and have a desire to buy products on a brand. Social media is very influential as a means or place to build branding. In this case, building brand awareness can be done through social media, especially Instagram. The purpose of this research is to find out how fotohokkie uses Instagram social media in building brand awareness and the reason fotohokkie uses Instagram social media as a means to build brand awareness. This study uses a qualitative method with a case study approach. In addition, this study also uses the theory of The Circular Model of Some as a reference and to strengthen the research. The results of the research are the spread of brand awareness activities through Instagram social media by introducing them in stages, starting with the naming of the background color. Therefore, the spread of brand awareness activities has reached the general public. The way that Fotohokkie does in packaging brand awareness activities through Instagram social media. Fotohokkie spreads softselling content in which there is a story in every post. The reason Fotohokkie uses social media to help brand awareness. Since fotohokkie was founded, they have taken advantage of all aspects of Instagram to help spread brand awareness. The use of wide lenses as a brand awareness activity3 Abstrak. Branding merupakan suatu strategi atau cara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau apapun sebagfai strategi pemasaran atau promosi agar khalayak atau masyarakat dapat mengetahui, sadar, dan ada keinginan untuk membeli produk pada sebuah brand tersebut. Media sosial sangat berpengaruh sebagai sarana atau tempat untuk membangun branding. Dalam hal ini, membangun brand awareness dapat dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fotohokkie menggunakan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness dan alasan fotohokkie menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori The Circular Model of Some sebagai rujukan serta untuk memperkuat penelitian. Hasil dari penelitian yaitu Penyebaran kegiatan brand awareness melalui media sosial Instagram dilakukan dengan cara mengenalkan terlebih dahulu produknya secara bertahap yang dimulai dengan penamaan warna background.. Maka dari itu, penyebaran kegiatan brand awareness sudah sampai kepada khalayak umum. Cara yang dilakukan fotohokkie dalam mengkemas kegiatan brand awareness melalui media sosial Instagram. Fotohokkie menyebarkan konten softselling yang didalamnya terdapat sebuah cerita dalam setiap postingannya Alasan fotohokkie menggunakan media sosial untuk membantu brand awareness. Sejak fotohokkie berdiri, mereka memanfaatkan segala aspek yang ada pada Instagram sebagai pembantu penyebaran brand awareness.
Strategi Pemasaran melalui Kegiatan Brand Equity di Media Sosial Instagram Keysa Jasmine Esvandiary; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14938

Abstract

Abstract. Digital payment platforms like IndibizPay, which are specifically designed to support MSMEs in adopting digital payments, have a great opportunity to leverage social media as a tool for building brand image. The aim of this research is to explore and understand how IndibizPay utilizes social media in building a brand image through programs, types of services, and reasons for marketing communications. The method in this research is qualitative using a case study approach. Researchers conducted interviews with the IndibizPay team and users. The results of this research show that: (1) Through these various initiatives, IndibizPay has succeeded in expanding its brand reach, increasing engagement, and building deeper relationships with its community. This IndibizPay program includes business webinars, weekly giveaways, collaboration with content creators via Instagram live streaming, and blog competitions with attractive prizes. (2) IndibizPay has prioritized creating fast QRIS as a superior service that differentiates them from similar competitors, strengthening its image as a service innovator digital finance and strengthen relationships with users.(3) IndibizPay adopts marketing communications through social media to strengthen brand equity, recognizing the importance of a deep understanding of the impact of social media in a rapidly evolving digital era Abstrak. Platform pembayaran digital seperti IndibizPay, yang dirancang khusus untuk mendukung UMKM dalam mengadopsi pembayaran digital, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk membangun citra merek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami bagaimana IndibizPay memanfaatkan media sosial dalam membangun citra merek melalui program, jenis layanan, dan alasan komunikasi pemasaran. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara terhadap tim IndibizPay dan pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Melalui berbagai inisiatif ini, IndibizPay berhasil memperluas jangkauan mereknya, meningkatkan interaksi, dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan komunitasnya. Program IndibizPay ini mencakup webinar bisnis, giveaway mingguan, kolaborasi dengan content creator melalui Instagram livestreaming, dan kompetisi blog dengan hadiah menarik.(2) IndibizPay telah memprioritaskan pembuatan QRIS cepat sebagai layanan unggulan yang membedakan mereka dari pesaing sejenis, mengukuhkan citra sebagai inovator layanan keuangan digital dan memperkuat hubungan dengan pengguna.(3) IndibizPay mengadopsi komunikasi pemasaran melalui media sosial untuk memperkuat brand equity, mengenali pentingnya pemahaman mendalam tentang dampak sosial media dalam era digital yang berkembang pesat.
Sikap Guru Dalam Menghadapi Siswa Yang Menggunakan Diksi Yang Terinspirasi TikTok di SDIT Persis Tarogong Garut 10080021246, Marsyanda Rizki Amalia; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.18659

Abstract

Abstract. The use of social media, particularly TikTok, has become a significant phenomenon in the lives of children and teenagers, including within educational settings. Trends in content and language that develop on TikTok influence word choice in everyday communication, which has the potential to alter communication norms in schools. This phenomenon challenges teachers in guiding students to continue using language that aligns with Islamic values and school norms. SDIT Persis Tarogong Garut, as a school based on religious values, also experiences this phenomenon, where students tend to use informal language popularized by TikTok. This study aims to analyze teachers' attitudes in addressing the diction choices of TikTok-using students, including their understanding, feelings, and actions toward changes in students' word choices in the school environment. The novelty of this research lies in its specific focus on a particular social media platform—TikTok—in influencing children’s diction, as well as the application of Islamic values in evaluating teachers’ attitudes. The research method employed is quantitative with a descriptive approach. Data were collected through questionnaires distributed to teachers at SDIT Persis Tarogong Garut. The results show that although some teachers are concerned about the negative effects of using diction that does not align with school norms, the majority tend to have an adaptive attitude and strive to understand the social and cultural context influencing the students. Abstrak. Penggunaan media sosial khususnya TikTok telah menjadi fenomena yang signifikan dalam kehidupan anak – anak dan remaja termasuk di lingkungan pendidikan. Tren konten dan bahasa yang berkembang di TikTok berdampak pada pilihan diksi dalam komunikasi sehari – hari, yang dapat berpotensi merubah norma komunikasi di sekolah. Fenomena ini menantang guru dalam membimbing siswa untuk tetap menggunakan bahasa yang sesuai dengan nilai – nilai keislaman dan norma sekolah. SDIT Persis Tarogong Garut sebagai sekolah berbasis nilai – nilai agama juga mengalami fenomena ini, di mana siswa cenderung menggunakan bahasa informal yang populer dari TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap guru dalam menghadapi pemilihan diksi siswa pengguna TikTok yang mencakup pemahaman, perasaan, dan tindakan guru terhadap perubahan diksi siswa di lingkungan sekolah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya yang spesifik terhadap suatu platform media sosial yaitu TikTok dalam mengubah diksi anak – anak serta penerapan nilai – nilai keislaman dalam mengevaluasi sikap guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada guru – guru di SDIT Persis Tarogong Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa guru mengkhawatirkan dampak negatif dari penggunaan diksi yang tidak sesuai dengan norma sekolah, mayoritas guru cenderung memiliki sikap yang adaptif dan berusaha memahami konteks sosial budaya yang memengaruhi siswa.
Manajemen Reputasi Media Cetak di Era Konveregensi Digital Pilar Raditya Pratama Ar Rahman; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.19631

Abstract

Abstract. This study analyzes print media reputation management in the era of digital convergence, with a particular focus on the editorial team of the online media outlet Pikiran Rakyat. To remain relevant to their audience, print media must adapt and manage their reputation effectively. The objective of this research is to identify the content methods used by Pikiran Rakyat to strengthen its brand image, analyze how visual elements capture the audience's attention, and explore how reputation management is applied in media convergence. The Circular Model of SOME and Charles J. Formbun's Reputation Management theories are employed in this study, along with qualitative methods, a constructivist paradigm, and a case study approach. The research focuses on the use of blue-yellow visuals on digital platforms, the integration of three platforms (print, online, and radio), the positioning of Pikiran Rakyat as the fifth-largest news portal in Indonesia by 2023, and financial management innovations implemented during the 2020 pandemic through a profit-sharing system. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. In addition, data is processed through analysis involving reduction, presentation, and drawing conclusions. The results indicate that Pikiran Rakyat has evolved through strategic collaboration and digital technology, maintaining its identity through neutral visual elements, successfully adapting to the challenges of the modern era while upholding journalistic principles and developing a strong brand within a sustainable media ecosystem. Abstrak. Penelitian ini menganalisis manajemen reputasi media cetak di era konvergensi digital, dengan penekanan khusus pada redaksi media online Pikiran Rakyat. Untuk tetap relevan bagi audiensnya, media cetak harus beradaptasi dan mengelola reputasi mereka secara efektif. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan metode konten Pikiran Rakyat untuk memperkuat citra merek, menganalisis bagaimana elemen visual menarik perhatian audiens, dan mengeksplorasi bagaimana manajemen reputasi diterapkan dalam konvergensi media. Teori Circular Model of SOME dan Manajemen Reputasi Charles J. Formbun digunakan dalam penelitian ini serta penggunaan metode kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian adalah penggunaan visual biru-kuning di platform digital, integrasi tiga platform (cetak, online, dan radio), penempatan Pikiran Rakyat ke posisi kelima sebagai portal berita terbesar di Indonesia pada tahun 2023, dan inovasi manajemen keuangan yang dilakukan selama pandemi 2020 melalui sistem bagi hasil. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, data diproses melalui analisis melalui pengurangan, penayangan, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Pikiran Rakyat berkembang melalui kolaborasi strategis dan teknologi digital, mempertahankan identitasnya melalui elemen visual netral, berhasil menyesuaikan diri dengan tantangan era modern sambil mempertahankan prinsip jurnalistik dan mengembangkan branding yang kuat dalam ekosistem media yang berkelanjutan.