Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Kondisi Eksisting Fasilitas Pejalan Kaki di Jalan Kamboja Kecamatan Denpasar Utara Ni Ketut Sri Astati Sukawati; Cokorda Putra Wirasutama; Dichtermon Ina Dangga Loma
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.732 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i1.3936

Abstract

Jalan Kamboja merupakan salah satu kawasan dengan jumlah pejalan kaki yang padat terletak di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. Selain jumlah pejalan kakinya yang padat, kondisi totoar yang ada juga terlihat kurang baik. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab terganggunya keselamatan para penguna trotoar. Tujuan penulisan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fasilitas trotoar yang mempengaruhi tingkat keselamatan pejalan kaki. Selain itu juga, dilakukan survei terhadap penyimpangan kondisi trotoar dan penyimpangan kerusakan permukaan trotoar dan hambatan samping yang nanti semuanya akan dianalisis untuk mencari persentase penyimpangannya. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara survei audit kondisi trotoar dan fasilitas pendukungnya yang nantinya akan dianalisis dengan acuan pedoman Spesifikasi Trotoar, SK SNI S-03-1990-1. Setelah selesai dianalisis maka diperoleh prsentase penyimpangan kondisi terhadap Spesifikasi Trotoar SK SNI S -03 -1990 -1 yaitu sebesar 10% (sangat baik) di sebelah kanan dan 5% (sangat baik) disebelah kiri untuk penyimpangan luas trotoar, 10% (sangat baik) di sebelah kanan dan 5% (sangat baik) disebelah kiri untuk penyimpangan lebar trotoar, 12% (sangat baik) disebelah kanan dan 8% (sangat baik) disebelah kiri untuk penyimpangan tinggi trotoar, 100% (sangat kurang) disebelah kanan dan 50% (cukup) disebelah kiri untuk penyimpangan kebebasan samping, 67% (kurang) disebelah kanan dan 67% (kurang) disebelah kiri untuk penyimpangan kebebasan jalur lalu lintas, 3,13% (sangat baik) di sebelah kanan dan 3,66% (sangat baik) disebelah kiri untuk penyimpangan kerusakan permukaan trotoar, 36% (baik) di sebelah kanan dan 30,85% (baik) disebelah kiri untuk penyimpangan kerusakan jalur disabilitas, dan 0,48% (sangat baik) di sebelah kanan dan 0,20% (sangat baik) disebelah kiri untuk penyimpangan hambatan samping.
Desain Ruang Parkir Kendaraan Roda Dua Kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar Cabang Gianyar Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; Krisna Kurniari; I Made Dwi Setiawan
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.216 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i2.5431

Abstract

Seiring berjalannya waktu, begitu pula tuntutan untuk melanjutkan pendidikan akademik. Dengan kemajuan dunia akademik, Universitas Mahasaraswati Denpasar memiliki delapan fakultas. Ini adalah program pascasarjana di mana pelatihan dan pendidikan guru, hukum, kedokteran gigi, teknik, pertanian dan bisnis, bisnis dan ekonomi, bahasa asing, farmasi, dan program dibuka. Baik program pendidikan maupun non-pendidikan. Untuk itu, setiap bab memiliki fasilitas untuk mendukung operasional akademik, termasuk menyediakan perencanaan ruang untuk mengakomodasi kebutuhan parkir. Sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian mengenai analisis kapasitas parkir kendaraan roda dua di kawasan Universitas Mahasaraswati Denpasar Gianyar. Parkir di tempat di kampus ini hanya untuk kendaraan kendaraan roda dua. Berikut hasil jumlah petak dari desain rencana parkir A dan B dengan ukuran petak parkir 0,75 x 2,00 m. Desain A dengan menggunakan sudut parkir 90° dan 45° (Sesuai Gambar Desain) ini mendapatkan hasil SRP sebanyak 105 SRP. Dimana akses manuver masuk dan keluar yang sulit menyebabkan saat memarkirkan kendaraan roda dua harus mengangkat kendaraan roda dua terlebih dahulu, yang membuat rasa kenyaman untuk parkir menjadi berkurang. Desain B dimana penggunaan sudut parkir 90°, 60° dan 45° (Sesuai Gambar Desain) ini mendapatkan hasil SRP sebanyak 97 SRP. Dimana yang menyebabkan petak parkir menjadi berkurang sedangkan untuk rasa kenyamanan pengemudi melakukan manuver masuk dan keluar menjadi nyaman. Maka desain B yang terpilih dengan jumlah SRP (Satuab Ruang Parkir) sebanyak 97, maka untuk menghitung luas lahan kebutuhan parkir kendaraan roda dua dari jumlah pengguna parkir tertinggi di kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar Cabang Gianyar saat ini sebanyak 283 SRP atau setara dengan 423,41 m², sedangkan jumlah ruang parkir yang tersedia sebanyak 97 SRP atau setara dengan 163,51 m². Maka kebutuhan ruang parkir tambahan yang diperlukan untuk memenuhi permintaan parkir sebanyak 186 SRP atau setara dengan 259,90 m².
Perbandingan Metode Penjadwalan Line Of Balance (LoB) Dengan Precedence Diagram Method (PDM) Pada Proyek Kontruksi Repetitif (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Struktur Villa Cemongkak Pecatu Kabupaten Badung) I Komang Alit Astrawan Putra; I Wayan Diasa; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Gusti Ngurah Eka Partama; I Made Yogi Antara Putra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v6i1.771

Abstract

Perkembangan pekerjaan konstruksi khususnya yang berskala besar pada saat ini cukup pesat. Disamping membutuhkan biaya yang besar, juga membutuhkan metode kerja yang baik agar dapat meningkatkan kualitas proyek. Para kontraktor sering kali dihadapkan dengan pekerjaan konstruksi yang terdiri dari beberapa unit yang sama seperti pada pekerjaan jalan raya, perumahan atau villa, dan pembangunan apartemen. Proyek pembangunan struktur Villa Cemongkak adalah proyek dengan jenis pekerjaan berulang. Proyek ini terdiri dari enam unit bangunan Villa yang sama. Lokasi proyek terletak di daerah Kuta Selatan tepatnya di jalan Pantai Cemongkak, Pecatu, Badung, Bali. Rencana metode penjadwalan  proyek ini menggunakan metode barchart dalam bentuk kurva S. Proyek ini mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya karena dalam proses pengerjaan ada item pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan karena terkendala pekerjaan yang merupakan lintasan kritis dan villa yang lain masih dalam proses pekerjaan galian sehingga belum bisa dilanjutkan untuk pekerjaan item selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan lain untuk mengetahui efesiensi biaya dan waktu yang sesuai dibandingkan dengan kurva S. Proyek repetitif memiliki durasi item pekerjaan yang seragam dan jumlah pekerjaan yang relatif sedikit, sehingga penggunaan metode LoB dikenal lebih efektif. PDM merupakan metode jaringan kerja yang penyajiannya lebih sederhana jika diterapkan pada pekerjaan konstruksi yang repetitif. Hasil yang didapatkan  dengan menggunakan metode LoB yaitu 151 hari dan metode PDM yang lebih efektif yaitu 73 hari, sehingga menghasilkan metode PDM lebih cepat pengerjaan 78 hari dibandingkan dengan metode LoB dengan biaya yang hampir mirip yaitu metode LoB membutuhkan biaya sebesar Rp. 158.951.026 dan untuk metode PDM membutuhkan biaya sebesar Rp. 155.618.055. Terdapat selisih perbandingan biaya sebesar Rp. 3.332.971.
Analisis Volume Lalu Lintas Pada Jalan Raya Guwang : Studi Kasus: di depan Indomaret Guwang Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Ketut Sudipta Giri; I Kadek Anom Mayora
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i1.6410

Abstract

ABSTRAK: Transportasi adalah suatu kegiatan yang melibatkan pemindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Kegiatan ini melibatkan unsur pergerakan dan fisik dalam bentuk perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat transportasi ke area tujuan. Namun, kemacetan lalu lintas merupakan masalah serius yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia. Masalah ini menyebabkan gangguan dalam mobilitas dan transportasi, sehingga mempengaruhi aktivitas dan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat di kota tersebut. Jalan Raya Guwang adalah jalan utama yang berperan sebagai penghubung antara kota utama dan kabupaten lain di Bali. Jalan ini termasuk dalam kategori jalan kolektor primer dan sering digunakan oleh banyak pengendara sehingga arus lalu lintasnya cenderung padat. Tingginya aktivitas di jalan tersebut seringkali menimbulkan konflik yang berdampak pada kinerja jalan raya Guwang. Hal ini dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan serta memperlambat mobilitas di kawasan tersebut. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar.Penelitian ini dilakukan selama 2 hari yaitu hari senin dan hari minggu selama 13 jam per hari. Penelitian dilakukan dengan cara merekem setiap jenis kendaraan yang melewati titik pengamatan dengan menggunakan kamera video dengan ketinggian maksimal 6 meter. Analisis volume lalu lintas berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Dari hasil analisis diperoleh, volume lalu lintas tertinggi dihari Senin terjadi pada pukul 17.15 wita-18.15 wita sebesar 1444,3 smp/jam. Sedangkan puncak volume lalu lintas tertinggi hari minggu terjadi pukul 16.15-17.15 wita sebesar 1376,6 smp/jam. Kata kunci: Volume, Kapasitas, Tingkat pelayanan Jalan. ABSTRACT: Transportation is an activity that involves moving people and goods from one place to another. This activity involves movement and physical elements in the form of moving people or goods by means of transportation to the destination area. However, traffic congestion is a serious problem faced by big cities in Indonesia. This problem causes disturbances in mobility and transportation, thus affecting the socio-economic activities and activities of the people in the city. Jalan Raya Guwang is the main road that acts as a link between the main city and other districts in Bali. This road is included in the category of primary collector roads and is often used by many motorists so that the traffic tends to be heavy. The high activity on the road often creates conflicts that affect the performance of the Guwang highway. This can affect the comfort and safety of road users and slow down mobility in the area. The research was conducted by conducting field surveys to obtain primary data and secondary data obtained from the Gianyar Regency Central Bureau of Statistics (BPS). This research was conducted over 2 days, Monday and Sunday for 13 hours per day. The research was conducted by recording each type of vehicle that passed the observation point using a video camera with a maximum height of 6 meters. Analysis of traffic volume was guided by the 1997 Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI). From the results of the analysis, the highest traffic volume on Monday occurred at 17.15 WITA-18.15 WITA at 1444.3 pcu/hour. While the peak of the highest traffic volume on Sunday occurred at 16.15-17.15 WITA at 1376.6 pcu/hour. Keywords: Volume, Capacity, Road service level.
ANALISIS KECEPATAN KENDARAAN DAN KINERJA RUAS JALAN RAYA KAPAL AKIBAT AKTIVITAS RUMAH SAKIT MANGUSADA KAPAL, MENGWI, BADUNG I KETUT SUDIPTA GIRI; I GUSTI AGUNG GDE SURYADARMAWAN; NI KETUT SRI ASTATI SUKAWATI
GANEC SWARA Vol 17, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i3.564

Abstract

Mangusada Hospital is one of the hospitals in Badung Regency, which is located in Kapal Village. Hospital activities during operating hours will directly affect the smoothness of traffic on the roads around the hospital caused by the activity of entering and leaving vehicles to or from the hospital. To find out the performance of the Ship Highway section, a research was conducted in the area for three days, namely Monday and Friday representing working days, Sunday representing holidays. Analysis of road performance using the 1997 MKJI calculation procedure for urban road sections. Based on the results of data analysis it is known that the highest vehicle traffic volume on Monday was 3046.05 pcu/hour occurred at 07.15 WITA -08.15 WITA, on Friday it was 2802 pcu/hour occurred at 07.00 WITA - 08.00 WITA, Sunday at 2372.9 pcu/hour occurred at 16.45 WITA - 17.45 WITA. The level of road service during Monday's peak hour was at level C with a degree of saturation value of 0.59, the average speed of light vehicles reached 39 km/hour. The condition of the vehicles at the road service level illustrates that traffic flow conditions are still stable, travel speed and freedom of movement are affected by the large volume of traffic so that the driver can no longer choose the desired speed
PENERAPAN PENGADAAN MATERIAL UDITCH DENGAN SISTEM MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN. (Study Kasus: Pembangunan Konstruksi Jalan Batas Kota Singaraja - Mengwitani Titik 7A, 7B, 7C dan Titik 8) Made Agus Pramana; I Komang Alit Astrawan Putra; I Wayan Diasa; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; Juniada Pagehgiri
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v6i2.891

Abstract

Dalam tahap perencanaan proyek konstruksi, terdapat kegiatan perencanaan pengadaan material yang akan digunakan pada proyek konstruksi tersebut. Perencanaan tersebut harus direncanakan dengan baik mengingat ketersediaan material yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya dan waktu dalam proses konstruksi yang akan dilakukan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam perencanaan kebutuhan material adalah dengan melakukan analisis Material Requirements Planning (MRP). Material Requirements Planning (MRP). Proyek Pembangunan Konstruksi Jalan Batas Kota Singaraja – Mengwitani Titik 7A, 7B, 7C dan Titik 8 dibagi menjadi 4 titik pekerjaan yaitu titik 7A, titik 7B, titik 7C dan titik 8. Semua titik tersebut memiliki bangunan pelengkap uditch sebagai saluran drainase. Uditch yang dipakai adalah tipe DS 4 yang merupakan uditch dengan dimensi saluran (DS) 1000 x 1000 x 1200 mm. Dalam analisis Materials Requirement Planning (MRP), ada beberapa teknik yang bisa dipakai yaitu: Lot for lot merupakan sebuah teknik penentuan ukuran lot yang menghasilkan apa yang diperlukan untuk memenuhi rencana secara tepat. Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebuah teknik statistic yang menggunakan rata-rata (seperti permintaan rataan satu tahun). Dari hasil analisis diperoleh efektivitas kebutuhan material uditch DS 4 sepanjang penanganan konstruksi dari titik 7A, 7B, 7C dan titik 8. Melalui analisis Lot for lot (LOL) dan teknik Economic Order Quantity (EOQ) diperoleh selisih biaya yang sama terhadap biaya actual dalam Sembilan minggu pelaksanaan. sedangkan teknik Economic Order Quantity (EOQ) pada minggu ke 34 sampai dengan minggu ke 42 memiliki selisih biaya lebih besar terhadap biaya actual dibandingkan dengan teknik Lot for lot (LOL).
Evaluasi Kebutuhan Ruang Parkir Di Pasar Burung Satria Denpasar Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; I Wayan Gede Darma Yoga; Christianto Imanuel Madi Mase
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i2.7902

Abstract

Fasilitas parkir di Pasar Burung Satria Denpasar terdapat permasalahan mendasar, seperti parkir kendaraan yang tidak teratur atau penggunaan tempat parkir yang tidak berdasarkan stall yang ada. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menghitung kebutuhan ruang parkir di Pasar Burug Satria Denpasar.Adapun Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan, Untuk Pengamatannya dilakukan selama Tiga Hari yaitu pada Hari Selasa,Sabtu dan Minggu. Dari hasil pengamatan secara langsung dilapangan selanjutnya dilakukan analisis untuk mendapatkan Volume Parkir,Petak Parkir,Durasi Parkir danKebutuhan Ruang Parkir dari hasil analisis di dapat untuk Volume maximum Kendaraan Roda Dua untuk Hari Selasa berada pada Sore hari dengan jumlah Kendaraansebanyak 208 Kendraan dan pada Hari Sabtu jumlah Kendaraannya sebanyak 318 untuk Sore hri dan Pada Hari Minggu Jumlah Maximumnya 325 Kendaraan Pada Sore. Dan Volume maximum Kendaraan Roda Empat utuk hari selasa terjadi pada sore hari dengan jumlah kendaraan 4 kendaraan dan pada hari sabtu terjadi pada sore dengan jumlah kendaraan sebanyak 5 kendaraan dan pada minggu sore terjadi pada pagi hari dengan 4 kendaraan Sedangkan Rata-rata durasi parkir untuk motor adalah 37,42 menit dan rata-rata durasi parkir untuk mobil adalah 60,26 menit dan Rata-rata kebutuhan ruag parkir motor sebanyak 48,44 petak dan rata-rata kebutuhan ruang parkir untuk mobil adalah 2,16 petak
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN BUS TRAYEK BALI-SURABAYA Cokorda Putra Wirasutama; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; Luh Putu Widiantari
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i1.9079

Abstract

Pertumbuhan industri penjualan jasa dapat dirasakan dalam kehidupan seharihari, salah satu contohnya adalah perusahaan jasa transportasi dalam dan antar kota. Biaya operasional kendaraan (BOK) mengacu pada total biaya per kilometer yang diperlukan suatu jenis kendaraan untuk melakukan perjalanan dalam kondisi lalu lintas dan jalan tertentu, dihitung dalam rupee per kursi kilometer. Saat memilih pelabuhan untuk pengoperasian kendaraan, setiap biaya dapat dihitung menggunakan biaya tetap, biaya variabel, dan kepemilikan asset biaya-biaya ini dapat dihitung dan dijumlahkan. Bus yang akan ditinjau adalah Bus Bali Perdana yang merupakan angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi dari Bali menuju Surabaya. Data sekunder yg diperlukan mencakup data operasional kendaraan serta tarif bus kendaraan, literatur dan akibat-akibat penelitian terdahulu menjadi referensi serta sumber-sumber lainnya yang bekerjasama dengan topik penelitian diantaranya peta administrasi lokasi penelitian. berdasarkan hasil penelitian perbandingan metode perhitungan porto kendaraan di Bus Bali Perdana rute Bali-Surabaya, data dan analisis dapat disimpulkan yaitu , Hasil perhitungan biaya operasional kendaraan menggunakan metode Departemen Perhubungan adalah sebesar Rp.5.393,22/bus-km dan biaya fasilitas tambahan sebesar Rp.175,07/bus-km. Hasil perhitungan menggunakan metode FSTPT adalah sebesar Rp.4.483,34/bus-km. Selisih hasil perhitungan biaya operasional kendaraan menggunakan kedua metode tersebut adalah sebesar Rp. 1.084,95/bus-km. Dari metode Departemen Perhubungan dan metode FSTPT pada penelitian ini yang paling besar yaitu metode Departemen perhubungan sebesar Rp. 5.568,29/bus-km.
ANALISIS DESAIN REVETMENT BATU ARMOR DALAM PENANGGULANGAN KERUSAKAN PANTAI TEGAL BESAR DI KABUPATEN KLUNGKUNG Diasa, I Wayan; Semarabawa, I Gusti Agung Bagus; Sri Astati Sukawati, Ni Ketut
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v7i1.1012

Abstract

Pantai Tegal Besar berlokasi di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, merupakan salah satu pantai di Bali yang mengalami abrasi cukup parah akibat gempuran gelombang. Di lokasi studi bangunan-bangunan yang ada seperti vila-vila dan pura sudah sangat dekat dengan laut sehingga hampir tidak ada sempadan pantai. Pada lokasi studi sudah terdapat revetment dengan batu armor sepanjang 230 m untuk mencegah atau mengurangi abrasi yang lebih parah. Tujuan dari studi ini ialah untuk menentukan desain bangungan batu armor pada penanggulangan kerusakan Pantai Tegal Besar,sesuai data yang ada pada pantai tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data angin dan peramalan gelombang, analisis kala ulang gelombang rencana, analisis pasang surut, dan analisis refraksi/defraksi yang menggunakan data sekunder diperoleh dari BMKG Bali, Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP) dan konsultan perencana. Selanjutnya hasil analisis digunakan untuk perhitungan perencanaan desain revetment batu armor.Hasil analisa menunjukkan bahwa abrasi di Pantai Tegal Besar disebabkan oleh gelombang yang cukup tinggi yaitu kala ulang 25 tahun sebesar 3,679 m dan menyusur pantai. Gelombang ini menyebabkan terjadinya perpindahan sedimen menyusur pantai, sehingga direncanakan bangunan revetment dengan lapis batu armor untuk mencegah kemunduran garis pantai di lokasi tersebut. Adapun hasil analisis desain revetment lapis batu armor yang didapat yaitu : tinggi revetment adalah 5,20 m dari LWL dengan sudut kemiringan bangunan 1:2, lapisan utama digunakan batu andesite dengan berat 1500 kg dengan tebal 1,8 m, lapisan kedua menggunakan batu andesite dengan berat 375 kg dengan tebal 1,2 m, lapisan pengisi digunakan batu andesite dan geotextile dengan berat 15 kg dengan tebal 2,2 m, lebar puncak 1,97 m dengan elevasi puncak 5,2 m, tinggi toe protection 1,8 m dengan panjang 3,0 m dan total panjang revetment rencana 750 m.
Perhitungan Prosentase Kelulusan Emisi Gas Buang Terhadap Kendaraan Bermotor Roda 4 dengan Bahan Bakar Bensin Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; I Wayan Gede Darma Yoga; Ni Komang Ayu Windisari
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10231

Abstract

Kebutuhan alat transportasi di Indonesia, terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun. Kesadaran masyarakat akan pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor di kota – kota besar seperti Kota Denpasar saat ini makin rendah. Salah satu cara pengendalian tersebut adalah dengan melakukan uji emisi gas buang pada kendaraan bermotor beroda empat berbahan bakar bensin di Kota Denpasar tepatnya di kawasan Terminal Ubung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase kelulusan emisi gas buang kendaraan bermotor yang berupa CO dan HC produksi tahun < 2007 dan >2007. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil pengukuran kadar emisi gas buang yang berupa CO dan HC pada kendaraan roda empat berbahan bakar bensin dengan sistem pembakaran karburator ataupun injeksi tergantung variable tahun produksinya yang melebihi dari ambang batas yang ditentukan, yaitu kadar CO karburator < 2007 berjumlah 47,7 %, kadar CO injeksi produksi < 2007 berjumlah 33,33 %, kadar CO injeksi produksi >2007 berjumlah 10,20 %, kadar HC karburator < 2007 berjumlah 0 %, kadar HC injeksi produksi < 2007 berjumlah 0 %, kadar HC injeksi produksi >2007 berjumlah 8,20%.