Syamsul Bardi, Syamsul
Unknown Affiliation

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Fahrina, .; Hasmunir, .; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i2.12072

Abstract

Studi ini dilakukan pada murid ruang 11 IS SMAN 11 Banda Aceh. Metode distudi ini ialah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek distudi ini ialah murid ruang XI IS3 SMAN 11 Banda Aceh tahun pelajaran 2017/2018 yang bertotal 25 murid. Penghimpunan evidensi dilaksanakan atas mempergunakan (I) Lembar pre-test post-test; (II) Lembar obervasi aktivitas pengajar murid; (III) Lembar pengamatan keterampilan pengajar; (IV) Angket respons murid. Data dianalisis dengan mempergunakan statistik deskriptif persentase. Perolehan studi memperlihatkan bahwasanya (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 76% atas siklus 1 menjadi 84% atas siklus 2 96% atas siklus 3. Sementara ketuntasan klasikal, atas siklus 1 mencapai 60% kemudian meningkat atas siklus 2 menjadi 80%, 100% atas siklus 3. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas pengajar murid meningkat dari 7 (13%) aktivitas sesuai atas siklus 1 menjadi 11 (98%) aktivitas sesuai atas siklus 2 12 aktivitas sesuai atas siklus 3 (100%). (3) Keterampilan pengajar dalam mengelola pembelajaran meningkat dari nilai rerata 2,66 dengan kategori baik menjadi 3,33 atas siklus II dengan kategori baik terjadi peningkatan signifikan di sikulus III dengan nilai rata-rat 3,37 dengan kategori baik. (4) untuk respon murid hasil yang didapatkan masuk kedalam kategori baik dengan jumlah persentase mencapai 92% sehingga pembelajaran melalui Project Based Learning berbantuan media Flash Player mampu memberikan kontribusi dan solusi dalam mengatasi keterbasatan dalam menyampaikan materi.Kata Kunci: Project Based Learning, Macromedia Flash Player, Hasil Belajar Siswa
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI-ISI SMA 16 BANDA ACEH ., Hardi; Bardi, Syamsul; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i2.12080

Abstract

Pemanfaatan lingkungan sekolah dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai dalam lingkungan sekolah sebagai tempat proses pembelajaran ini tidak hanya keberhasilan siswa secara individu dalam menguasai materi pembelajaran, namun juga harus melihat langsung apa yang ada dilingkungan sekitar mereka. Pengamatan dalam penelitian memiliki tujuan untuk melihat (1) Hasil belajar murid; (2) aktivitas pengajar dan murid; (3) kemampuan pengajar dalam pengajaran; dan (4) kecakapan peserta didik pada pembelajaran pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai bahan belajar. sample penelitian yaitu seluruh Siswa KelasXI-ISI SMA Negeri 16 Banda Aceh adalah 21 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui (1) Lembar pretest dan postest; (2) Lembar kegiatan pengajar(guru) dan peserta didik; (3) Lembar pengamatan kegiatan guru; dan (4)instrumen kecakapan peserta didik. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil yang didapat yaitu (1) nilai presentase seecara individu naik dari 76% disiklus I menjadi 85% pada siklus ke-II dan 95% disiklus ke-III. Presentase klasikal meniingkat 60% pada siklus ke-I menjadi 80% pada siklus ke-II dan 90% pada siklus ke-III. (2) kegiatan pengajar dan peserta didik menaik dari 5 aktivitas pada siklus ke-I menjadi 8 aktivitas pada siklus ke-II dan 10 aktivitas pada siklus ke-III. (3) pengelolaan pembelajaran dari keterampilan pengajar meningkat 2,78 kriteria baik disiklus ke-I menjadi 3,0 dengan kriteria baik disiklus ke-II dan 3,27 dengan kriteria baik disiklus ke-III. (4) secara umum siswa menyatakan setuju bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menyenangkan dan membantu peserta didik untuk memahami materi pelajaran. Dari perolehan hasil penelitian pada siklus ke-I, ke-II, dan ke-III jadi dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Kata Kunci: Pemanfaatan Lingkungan Sekolah, Sumber Belajar, Hasil Belajar
KESESUAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA LAMPIRAN SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI GEOGRAFI FKIP UNSYIAH TAHUN 2015-2016 Fadhilah, Yuri; Hasmunir, .; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9901

Abstract

Perencanaan pembelajaran dibutuhkan oleh guru dalam proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan maksimal. Perencanaan pembelajaran juga merupakan langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kesesuaian perumusan indikator; (2) tingkat kesesuaian pengorganisasian materi ajar; (3) tingkat kesesuaian pemilihan sumber dan media pembelajaran; (4) tingkat kesesuaian model/metode pembelajaran: dan (5) tingkat kesesuaian penilaian hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh skripsi mahasiswa Prodi Geografi FKIP Unsyiah tahun 2015-2016 yang mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) didalamnya. Jumlah sampel dalam penilitan ini adalah 44 skripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengelompokan data yang terkumpul kemudian diberikan skor. Mengingat format pembelajaran bentuknya bervariasi, maka untuk memberi skor atau penilaian digunakan penilaian standar nasional yang tercantum dalam buku pedoman sertifikasi guru. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase aspek perumusan indikator dengan katagori sangat baik 56,9%; (2) Aspek pengorganisasian materi ajar sangat baik dengan persentase 79,5%; (3) aspek pemilihan sumber dan media pembelajaran diperoleh 84,1% dengan kategori sangat baik; (4) Aspek model atau metode pembelajaran dengan kategori sangat baik, 72,7%: (5) Aspek penilaian hasil belajar sangat baik dengan persentase 86,2%.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DAN QUICK ON THE DRAW DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 INGIN JAYA Fatahillah, Nur; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9893

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar siswa dari penerapan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) dan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi di SMAN Ingin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah murid kelas XI-IS SMAN 1 Ingin Jaya yang berjumlah 63 siswa. Untuk mendapatkan sampel menggunakan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 yaitu 22 siswa dan kelas XI-IS 3 yaitu 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni, pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian didapat thitung = 6,58 dan ttabel = 1,59 pada taraf signifikan 5% dan dk = 40, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima. Berdasarkan perolehan data tersebut jelas bahwa Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil yaitu hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran CIRC lebih baik daripada hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IS di SMAN 1 Ingin Jaya.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA ANIMASI DAN LKS UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X IS SMA NEGERI 12 KOTA BANDA ACEH Natasya Keumala, Cut Lidya; Kamaruddin, Thamrin; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9886

Abstract

Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Maksud dari Penelitian ini adalah mengetahui: (1) menaikan hasil belajar anak didik; (2) kegiatan guru dan anak didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon anak terhadap model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Data terkumpul dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test; (2) pengamatan aktivitas guru dan anak; (3) pengamatan keterampilan guru; dan (4) respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa tuntas pada siklus II, dan 25 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 40% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,49 kemudian siklus I dengan kategori sedang, skor 2,86 ditemukan pada siklus II dengan baik, dan 3,41 pada siklus III dengan kategori baik; (4) ketertarikan anak didik terhadap model penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS dikatakan baik
PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM Suherlin, .; Bardi, Syamsul; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5379

Abstract

Model mind mapping merupakan suatu model pembelajaran yang mempelajari konsep atau teknik mengingat sesuatu dengan bantuan mind map (teknik pembelajaran menggunakan peta konsep, pencatatan materi belajar dituangkan dalam bentuk diagram yang memuat simbol, kode, gambar dan warna yang saling berhubungan) sehingga kedua bagian otak manusia dapat digunakan secara maksimal. Media gambar merupakan suatu alat atau yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post- test; (2) Lembar pengamatan kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan Kecakapan guru; dan (4) lembar tanggapan siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini menunjukkan (1) Skor ketuntasan secara individual naik dari 12 siswa yang tuntas pada siklus I, 13 siswa tuntas pada siklus II, dan 20 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) kegiatan guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Kecakapan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,46 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat dikatakan baik, 86 persen dari 21 siswa berpendapat dengan belajar melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH MJ, Rizqi Amalia; Kamaruddin, Thamrin; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5375

Abstract

Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STAD MENGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARANGEOGRAFI SISWA KELAS XI IS MAN DARUL ULUM KOTA BANDA ACEH Rachman, Arif; Abdi, Abdul Wahab; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5268

Abstract

Model pembelajaran koperatif tipe STAD merupakan model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Media ulartangga adalah sebuah permainan yang mengunakan dadu atau board game. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik;(2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ulartangga. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IS MAN Darul Ulum Kota Banda Aceh dengan jumlah 22 orang. Pengambilan data diambil dengan menggunakan instrumen pembelajaran. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 19 siswa tuntas di siklus II, dan 21 tuntas pada siklus III, ketuntasan klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,53 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,00 di siklus II dengan kategori baik, dan 3,30 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon peserta didik, terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ular tangga dapat dikatagorikan baik.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN PERILAKU BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IS SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Ningsih, Veradillah Yuliya; Bardi, Syamsul; Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5199

Abstract

Penelitian ini berjudul hubungan keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 31 orang dengan kriteria pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi ganda, koefisien determinasi ganda, uji F dan regresi ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien korelasi ganda antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi sebesar 0,72 yang berarti terdapat korelasi positif dengan tingkat hubungan sedang. Nilai koefisien determinasi ganda sebesar 51,84% sisanya 48,16% ditentukan faktor lain. Hasil pengujian signifikansi diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 21 4,27 yaitu terima Ha. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Artinya semakin baik keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar maka semakin baik pula hasil belajar geografi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN BERBANTUAN MEDIA QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TANAH JAMBO AYE Savera, Rivatul; Abdi, Abdul Wahab; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5197

Abstract

Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Quick on the draw merupakan aktivitas riset untuk kerja tim agar menyelesaikan satu set soal dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quik on the draw. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, dan 23 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 3,00 pada siklus I dengan kategori baik, dan 3,33 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat dikatakan baik. 95 persen dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.