Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Akhlak Santri (Penelitian di Pondok Pesantren Modern Nurussalam Medangasem Jayakerta Karawang) Khalid Ramdhani; Ijudin; M.Tajudin Zuhri; Neneng Nafisah; Lalan Sahlani
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap akhlak santri Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Sampel populasi dalam penelitian ini adalah 62 santri Pondok Pesantren Modern Nurussalam Medangasem Jayakerta Karawang. Hasil penelitian yang diperoleh dilapangan menunjukan bahwa: Kompetensi kepribadian guru berpengaruh terhadap akhlak santri dengan koefisien deteminasi 15,76% dari pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai sig = 0,192 dan t hitung 1,758 sedangkan t table 2,00 karena nilai sig > 0,05 dan T hitung < T Tabel maka Ho diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variable bebas. Hasil ini memberikan pengertian bahwa keterkaitan variable terhadap akhlak santri signifikan dan positif.
Implementasi Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Neng Sopyah Fauziah; Lalan Sahlani
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 1 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.244 KB) | DOI: 10.54801/ijed.v2i1.172

Abstract

Fenomena saat ini yang masih banyak dijumpai adanya peserta didik yang cenderung kurang memiliki motivasi dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga seorang guru dituntut harus mampu mengalirkan motivasi kepada peserta didik dan membuat proses pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan supaya proses transfer ilmu menjadi lebih mudah dan mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Selain itu, guru dituntut untuk memilih model pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan menggunakan model PAIKEM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif yang di mana pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di MI Persis 08 Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa setiap peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar pasti memiliki kondisi motivasi yang berbeda baik yang cukup tinggi ataupun yang menurun. Kondisi motivasi yang menurun tidak dapat dibiarkan begitu saja karena akan menimbulkan masalah baru seperti mudah bosan, sering mengeluh, bahkan kurang semangat. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi model PAIKEM menjadi jawaban yang cukup tepat untuk mengembalikan motivasi belajar peserta didik menjadi meningkat, sehingga tujuan dari pembelajaran yang disampaikan pun dapat tercapai sesuai harapan karena suatu pembelajaran dapat dikatakan mencapai keberhasilan jika memiliki lima unsur penting di dalamnya, yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kelima unsur tersebut merupakan kesatuan dalam kegiatan belajar yang semuanya harus dimiliki dan model PAIKEM yang memiliki kelima unsur tersebut.
Muhammad Abduh's Islamic Educational Thoughts And Its Relevance To Education In The Contemporary Era M. Tajudin Zuhri; Rohmatulloh Rohmatulloh; Ijudin Ijudin; Masripah Masripah; Lalan Sahlani
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 8 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/alwijdn.v8i3.2806

Abstract

Muhammad Abduh was one of the leaders of the modernization of Islamic education. Muhammad Abduh's anxiety about the stagnation of Muslims made him excited and moved to modernize the Islamic education system to bring back the glory of Muslims. One of the things done by Muhammad Abduh was through reforming the Islamic education system and modernizing which was considered the most ideal step and effort in reforming the condition of Muslims at that time. This research attempts to unravel some of Muhammad Abduh's real thoughts and efforts in efforts to modernize and reform the Islamic education system and its relevance to contemporary-era education. By using the type of library research or literature. Muhammad Abduh's thoughts are very relevant to the world of contemporary education, i.e.: 1. Integration of general and religious knowledge in Islamic education, 2. Islamic education must cover all aspects which include cognitive, affective, and psychomotor, 3. Islamic education must activate students and emphasize students to have higher order thinking skills,4. Islamic education must pay attention to the psychological aspects of students   Keywords: Muhammad Abduh, Islamic education, contemporary education.
Dari Wacana ke Praktik: Pembacaan Pedagogi Naratif atas Penggunaan Kisah dalam Pembelajaran PAI di SMA Kabupaten Bandung Fayed Fauzan Al-Muta&#039;aliyah; Lalan Sahlani; Joyce Bulan Basrawy
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 10, No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v10i1.114072

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis wacana dan praktik guru PAI dalam menggunakan kisah pada pembelajaran di tingkat SMA. Subjek penelitian ini adalah guru PAI di SMA Kabupaten Bandung yang dipilih secara purposif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengintegrasikan pedagogi naratif Jerome Bruner dan teori tashwīr fannī Sayyid Qutb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara wacana guru memahami kisah sebagai sarana pembentukan nilai dan akhlak. Namun, dalam praktik, kisah lebih sering digunakan sebagai materi ajar yang disampaikan secara monologis. Kisah belum dimanfaatkan sebagai metode pedagogis yang mendorong dialog, refleksi, dan keterlibatan emosional peserta didik. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara pemahaman normatif dan praktik pedagogis serta pentingnya pengembangan pembelajaran PAI berbasis kisah yang lebih reflektif dan dialogis. From theory to practice: The implementation of narrative pedagogy in Islamic Religious Education at high schools in Bandung Regency Abstract: This study aims to critically analyze Islamic Religious Education (ISE) teachers' discourse and practices in using stories in high school learning. This study employed a qualitative approach with a critical-interpretive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed thematically by integrating Jerome Bruner's narrative pedagogy and Sayyid Qutb's tashwīr fannī theory. The results indicate that teachers discursively understand stories as a means of developing values and morals. However, in practice, stories are more often used as teaching materials delivered monologically. Stories have not been utilized as a pedagogical method that encourages dialogue, reflection, and emotional engagement in students. These findings highlight the gap between normative understanding and pedagogical practice and the importance of developing more reflective and dialogical story-based ISE learning.