Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari wacana ke praktik: Implementasi pedagogi naratif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Kabupaten Bandung Fayed Fauzan Al-Muta'aliyah; Lalan Sahlani; Joyce Bulan Basrawy
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 10, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v10i1.114072

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis wacana dan praktik guru PAI dalam menggunakan kisah pada pembelajaran di tingkat SMA. Subjek penelitian ini adalah guru PAI di SMA Kabupaten Bandung yang dipilih secara purposif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengintegrasikan pedagogi naratif Jerome Bruner dan teori tashwīr fannī Sayyid Qutb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara wacana guru memahami kisah sebagai sarana pembentukan nilai dan akhlak. Namun, dalam praktik, kisah lebih sering digunakan sebagai materi ajar yang disampaikan secara monologis. Kisah belum dimanfaatkan sebagai metode pedagogis yang mendorong dialog, refleksi, dan keterlibatan emosional peserta didik. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara pemahaman normatif dan praktik pedagogis serta pentingnya pengembangan pembelajaran PAI berbasis kisah yang lebih reflektif dan dialogis. From theory to practice: The implementation of narrative pedagogy in Islamic Religious Education at high schools in Bandung Regency Abstract: This study aims to critically analyze Islamic Religious Education (ISE) teachers' discourse and practices in using stories in high school learning. This study employed a qualitative approach with a critical-interpretive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed thematically by integrating Jerome Bruner's narrative pedagogy and Sayyid Qutb's tashwīr fannī theory. The results indicate that teachers discursively understand stories as a means of developing values and morals. However, in practice, stories are more often used as teaching materials delivered monologically. Stories have not been utilized as a pedagogical method that encourages dialogue, reflection, and emotional engagement in students. These findings highlight the gap between normative understanding and pedagogical practice and the importance of developing more reflective and dialogical story-based ISE learning.
Pendampingan Model Pembelajaran Naratif sebagai Upaya Revitalisasi Budaya Lokal di RA Al-Muta’alim Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg Intan Permanik; Joyce Bulan Basrawy; Siti Nurjannah; Fayed Fauzan Al-Muta'aliyah; Roni Nugraha
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23428

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas pedagogis guru Raudhatul Athfal (RA) melalui pendampingan model pembelajaran naratif sebagai upaya revitalisasi budaya lokal dan integrasi nilai-nilai Islam pada pendidikan anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di RA Al-Muta’alim, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, yang memiliki kekayaan budaya lokal Sunda namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif dan reflektif dengan melibatkan guru secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual pembelajaran naratif, pelatihan perancangan cerita, pendampingan praktik pembelajaran di kelas, serta refleksi dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi, dan refleksi guru, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta menerapkan pembelajaran naratif yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter anak. Guru mampu mengintegrasikan budaya lokal Sunda dan nilai-nilai Islam secara alami melalui alur cerita dan karakter tokoh, yang berdampak pada perubahan dinamika pembelajaran menjadi lebih dialogis dan partisipatif. Pengabdian ini menegaskan bahwa pembelajaran naratif berbasis budaya lokal dan nilai Islam merupakan strategi pedagogis yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendukung revitalisasi budaya lokal pada pendidikan anak usia dini.