Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Pendekatan Service Quality (SERVQUAL), Importance Performance Analysis (IPA) Dan Customer Satisfaction Index (CSI) haryati, Haryati; Sumarya, Edi; Purbasari, Annisa
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v4i2.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam menggunakan tiga metode, Service Quality (SERVQUAL), Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan analilis deskriptif kuantitatif. Metode penggumpulan data menggunakan kuesiner dalam bentuk skala Likert. Total responden dalam penelitian ini 125 responden. Hasil penelitian tingkat kesesuaian sebesar 98.96% pada Diagram Kartesius dari 30 atribut terdapat 5 atribut yang memerlukan perbaikan dan peningkatan yaitu atribut 7, 8, 20, 29, dan 30. Indexs kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam mendapatkan skor sebesar 82.73 % menunjukan bahwa pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam telah merasa “sangat puas” rentan skor berada pada rentang skala 0,80 % sampai dengan 0,100%, dapat diketahui bahwa kinerja PT. Pos Indonesia persero KCU Batam sudah bagus.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Metode DMAIC dan FMEA Pada Proses Produksi Industri 4.0 tampubolon, joni tampubolon; Sumarya , Edi; Purbasari, Annisa
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v4i2.804

Abstract

Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur, khususnya pada industri rokok yang memiliki standar mutu yang ketat. PT. Alcotraindo Batam mengalami peningkatan tingkat cacat produk yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1,5%, sehingga diperlukan upaya pengendalian kualitas yang sistematis dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk rokok serta merancang perbaikan proses produksi yang efektif guna menurunkan tingkat kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang didukung oleh Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Tahap Define dan Measure digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan dan mengukur kinerja proses produksi. Tahap Analyze dilakukan melalui Root Cause Analysis menggunakan diagram Fishbone dan analisis 5W+1H untuk menentukan akar penyebab kecacatan. Selanjutnya, tahap Improve difokuskan pada perancangan dan implementasi perbaikan teknis, sedangkan tahap Control digunakan untuk menjaga kestabilan proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan berasal dari ketidakkonsistenan pengaturan mesin, ketidakstabilan kadar air tembakau, serta metode kerja yang belum optimal. Implementasi usulan perbaikan berupa kalibrasi mesin, penyusunan SOP, pelatihan operator, dan pengendalian kadar air tembakau dapat menurunkan tingkat kecacatan produk dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses produksi di PT. Alcotraindo Batam.
STRATEGI OPTIMALISASI K3 DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE HSE (HEALTH AND SAFETY ENVIRONMENT) Berutu, Ribka Putri; Purbasari, Annisa; Afma, Vera Methalina
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/ayccj862

Abstract

Dalam perkembangan industri yang semakin pesat, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Dunia industri modern menghadapi beragam tantangan, mulai dari penggunaan teknologi mutakhir hingga kondisi kerja berisiko tinggi, seperti di sektor konstruksi, manufaktur, dan pertambangan. Tanpa penerapan K3 yang optimal, potensi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja akan meningkat, sehingga berdampak pada kesejahteraan pekerja sekaligus menurunkan efisiensi operasional perusahaan. K3 tidak hanya berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap kecelakaan, tetapi juga sebagai strategi untuk mendorong produktivitas dan efektivitas kerja. Perusahaan yang konsisten menerapkan standar K3 akan memperoleh manfaat berupa peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pengurangan biaya akibat insiden, serta meningkatnya motivasi dan kepuasan karyawan. Kepatuhan terhadap standar internasional, seperti ISO 45001, juga menjadi indikator penting dalam menjaga reputasi dan daya saing perusahaan. Permasalahan penelitian ini menyoroti adanya laporan kecelakaan kerja di bagian produksi, sehingga mendorong pengelola K3 untuk memperkuat implementasi program melalui Health and Safety Environment (HSE) Inspection, HSE Meeting, HSE Training, dan HSE Promotion.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Metode DMAIC dan FMEA Pada Proses Produksi Industri 4.0 tampubolon, joni tampubolon; Sumarya , Edi; Purbasari, Annisa
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v4i2.804

Abstract

Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur, khususnya pada industri rokok yang memiliki standar mutu yang ketat. PT. Alcotraindo Batam mengalami peningkatan tingkat cacat produk yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1,5%, sehingga diperlukan upaya pengendalian kualitas yang sistematis dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk rokok serta merancang perbaikan proses produksi yang efektif guna menurunkan tingkat kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang didukung oleh Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Tahap Define dan Measure digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan dan mengukur kinerja proses produksi. Tahap Analyze dilakukan melalui Root Cause Analysis menggunakan diagram Fishbone dan analisis 5W+1H untuk menentukan akar penyebab kecacatan. Selanjutnya, tahap Improve difokuskan pada perancangan dan implementasi perbaikan teknis, sedangkan tahap Control digunakan untuk menjaga kestabilan proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan berasal dari ketidakkonsistenan pengaturan mesin, ketidakstabilan kadar air tembakau, serta metode kerja yang belum optimal. Implementasi usulan perbaikan berupa kalibrasi mesin, penyusunan SOP, pelatihan operator, dan pengendalian kadar air tembakau dapat menurunkan tingkat kecacatan produk dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses produksi di PT. Alcotraindo Batam.
Analisis Program Keselamatan Kerja untuk Produktivitas dengan Pendekatan Fault Tree Analysis Sinaga, Dina; Irwan, Hery; Arifin, Zaenal; Purbasari, Annisa
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v4i2.805

Abstract

Salah satu aktivitas esensial yang dilakukan oleh individu atau komunitas untuk mempertahankan eksistensi adalah bekerja. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memegang peranan krusial dalam dunia industri, baik yang berskala kecil maupun besar. Maka dari itu, perlu adanya perbaikan serta pengembangan program terkait kesehatan dan keselamatan kerja di dalam perusahaan untuk mencapai produktivitas yang maksimal. Dalam studi ini, metode yang dipakai adalah analisis pohon kesalahan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung. Untuk analisis, pendekatan yang digunakan mencakup analisis kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Penilaian hasil keselamatan kerja dan status keselamatan menunjukkan angka frekuensi yang mencerminkan total kecelakaan yang terjadi per 1.000.000 jam kerja dalam tiga tahun terakhir. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kecelakaan kerja berimbas pada produktivitas. Sekitar 10, 7, dan 3 kecelakaan dilaporkan dari tahun 2022 sampai 2024. Sementara tingkat frekuensi untuk periode tersebut adalah 44,3; 39,9; dan 13,52 per satu juta jam kerja. Angka keparahan yang tercatat dari tahun 2022 hingga 2024 adalah 1.552,4; 395,25; dan 94,69 per satu juta jam kerja. Pada tahun 2023, diketahui Nts sebesar -304,79, sedangkan pada tahun 2024 ada di -1966,79. Dari data yang diterima, dapat diambil kesimpulan bahwa penurunan angka kecelakaan kerja berkontribusi pada peningkatan produktivitas dari tahun ke tahun.
Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Pendekatan Service Quality (SERVQUAL), Importance Performance Analysis (IPA) Dan Customer Satisfaction Index (CSI) haryati, Haryati; Sumarya, Edi; Purbasari, Annisa
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v4i2.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam menggunakan tiga metode, Service Quality (SERVQUAL), Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan analilis deskriptif kuantitatif. Metode penggumpulan data menggunakan kuesiner dalam bentuk skala Likert. Total responden dalam penelitian ini 125 responden. Hasil penelitian tingkat kesesuaian sebesar 98.96% pada Diagram Kartesius dari 30 atribut terdapat 5 atribut yang memerlukan perbaikan dan peningkatan yaitu atribut 7, 8, 20, 29, dan 30. Indexs kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam mendapatkan skor sebesar 82.73 % menunjukan bahwa pelanggan PT. Pos Indonesia persero KCU Batam telah merasa “sangat puas” rentan skor berada pada rentang skala 0,80 % sampai dengan 0,100%, dapat diketahui bahwa kinerja PT. Pos Indonesia persero KCU Batam sudah bagus.