Gusti Ayu Rai Saputri
Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS L.G.DON) DAN EKSTRAK CABAI JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL) SEBAGAI ANTIOKSIDAN SECARA IN VIVO Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Nanda Nurhasanah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8717

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat menyumbangkan elektron yang dikandungnya kepada radikal bebas. Namun, senyawa antioksidan tidak mampu menghambat oksidan yang terbentuk akibat stress oksidatif. Adapun tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah daun tapak dara (Catharanthus roseus L.G.Don) dan cabai jawa (Piper retrofractum Vahl). Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode Maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam ekstrak daun tapak dara dan cabai jawa positif mengandung Alkaloid, flavonoid dan saponin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Hasil pengujian menunjukkan pemberian perlakuan ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus L.G.Don) dan ekstrak cabai jawa (Piper retrofractum Vahl) mampu mengurangi kenaikan kadar MDA darah post-test yang dapat dilihat dari rerata kadar MDA yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kontrol. Penurunan kadar MDA yang paling tinggi terjadi pada kelompok uji 2 yaitu 1:3 dengan dosis (25mg:75mg). Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro wilk untuk semua kelompok P>0,05 sehingga dinyatakan berdistribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan distribusi data kadar MDA antara pre dan post pada masing-masing kelompok adalah homogen (P>0,05). Uji parametrik (ANOVA) didapatkan nilai (P<0,05) artinya ada pengaruh kombinasi ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus L.G.Don) dan cabai jawa (Piper retrofractum Vahl) terhadap penurunan kadar MDA plasma darah mencit. Penurunan kadar MDA darah yang paling tinggi terjadi pada kelompok uji 2 dengan dosis ekstrak 25mg:75mg.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK HERBA SURUHAN (Peperomia pellucida L.) DAN HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Rama Cahya Pranayudha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8544

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat proses oksidasi. Antioksidan dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Adapun tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida L.) dan meniran (Phyllanthus niruri L.). Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode Maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam ekstrak Herba Meniran dan Herba Suruhan positif mengandung Alkaloid, flavonoid dan saponin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Malondialdehid (MDA) adalah senyawa dialdehida yang merupakan produk akhir peroksidasi lipid dalam tubuh, konsentrasi MDA yang tinggi menunjukkan adanya proses oksidasi dalam membran sel. Pemberian perlakuan dan pengukuran kadar MDA plasma darah mencit dilakukan menurut Dewi (2013) menggunakan metode (TBARS) Thiobarbituric Acid Reactive Substancedengan beberapa modifikasi. Pengujian dilakukan pada 25 ekor mencit berumur 2-3 bulan dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor, dibagi dalam lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif dengan aquades, kelompok control positif dengan vitamin C, kelompok ekstrak 100 mg/kgBB dengan perbandingan 2:2, kelompok ekstrak 100 mg/kg BB dengan perbandingan 3:1, kelompok ekstrak 100 mg/kg BB dengan perbandingan 1:3. Hasil pengujian menunjukkan pemberian perlakuan ekstrak herba suruhan (Peperomia pellucida L.) dan herba meniran (Phyllanthus ninuri L.) mampu mengurangi kenaikan kadar MDA darah post-test yang dapat dilihat dari rerata kadar MDA yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kontrol. Penurunan kadar MDA yang paling tinggi terjadi pada kelompok perlakuan perbandingan 2:2 dengan dosis ekstrak 50 mg:50mg.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MAHONI (Swietenia mahagoni) PADA LARVA Artemia Salina DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Dwi Susanti; Selvi Marcellia; Gusti Ayu Rai Saputri; Ayu Nabila
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8892

Abstract

Abstract: NABILA, A., 2022, UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MAHONI (Swietenia mahagoni) PADA LARVA Artemia salina DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test), SKRIPSI, PROGRAM STUDI FARMASI, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS MALAHAYATI, BANDAR LAMPUNG.Mahoni merupakan salah satu tumbuhan yang sering digunakan masyarakat untuk pengobatan. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam kulit buah mahoni diantaranya yaitu saponin, flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek toksisitas ekstrak kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap larva udang (A. salina Leach) dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan mengetahui nilai LC50 ekstrak etanol kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap larva udang (A. salina Leach). Metode ekstraksi kulit buah mahoni dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi kulit buah mahoni sebanyak 38,52 gram dengan rendemen 5,502%. Ekstrak kulit buah mahoni di uji toksisitas terhadap larva Artemia salina dengan konsentrasi 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Pengamatan terhadap larva yang mati selama 24 jam setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan data, LC50 dari ekstrak etanol kulit buah mahoni ditentukan dengan analisis probit. Hasil dari analisis probit menunjukan nilai LC50 dari ekstrak etanol kulit buah mahoni adalah 299,003 ppm. Hasil tersebut menunjukan bahwa ekstrak kulit buah mahoni mempunyai potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina karena nilai LC50 <1000 ppm.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TERAPI KOMBINASI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RAWAT JALAN RSUD HASANUDDIN DAMRAH BENGKULU SELATAN PADA BULAN JANUARI-MARET 2021 Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri; Erpan Fahmi
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 4 (2022): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i4.8878

Abstract

Penelitian ini mengenai evaluasi efektivitas pengunaan terapi kombinasi pada pasien hipertensi dirawat jalan RSUD Hasanuddin Damrah Bengkulu Selatan pada Bulan Januari-Maret 2021. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik demografi dan karakteristik klinis pada pasien hipertensi yang menerima kombinasi obat hipertensi di Rawat jalan RSUD Hasanuddin Damrah Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui perbandingan efektivitas pengunaan kombinasi obat hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian ini dari total jumlah kontrol bulan Januari-Maret 2021 didapatkan penurunan tekanan darah pada terapi kombinasi Amlodipin + Candesartan pada tekanan darah sistolik sebesar 27,99 mmHg dan distolik 15,33 mmHg. Sedangkan untuk terapi kombinasi Candesartan + Furosemid pada tekanan darah sistolik mengalami penurunan sebesar 30,36 mmHg dan distolik sebesar 9,22 mmHg. Pada kedua kombinasi tersebut memiliki efektivitas penurunan tekanan darah yang sama baik dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna. Untuk karakteristik sosiodemografi yang paling banyak menderita penyakit hipertensi adalah Laki-laki (64%), dengan umur ≥60 Tahun (71%).
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Rhani Azijah; Rizki Hidayaturahma; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.8707

Abstract

Tanaman daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan sumber antioksidan alami. Senyawa antioksidan merupakan molekul yang dapat bereaksi dengan radikal bebas dan berfungsi menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan gel ekstrak daun kelor dapat diformulasikan sebagai sediaan bentul gel yang memenuhi syarat, untuk mengetahui ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antioksidan dan untuk mengetahui nilai IC50 gel ekstrak daun kelor. Ekstraksi daun kelor menggunakan teknik maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. kemudian dilakukan uji skrining fitokimia dan diformulasikan menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak dan melakukan uji evaluasi fisik sediaan gel. Uji evaluasi fisik yang dilakukan uji organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil rendemen yang didapat ekstrak daun kelor diperoleh sebesar 29,33%. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan tanin. Hasil uji evaluasi fisik dan hedonik sediaan gel memenuhi syarat. Sediaan gel formula I memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari IC50 sebesar 64,70 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat pada seri ppm 10-50 ppm. Formula yang baik yaitu formula I dapat dilihat dari hasil uji evaluasi fisik, hasil uji hedonik dan uji aktivitas antioksidan.
PENGARUH TEKNIK EKSTRAKSI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN Rattus Norvegicus YANG TELAH DIINDUKSI KAFEINA Kadek Sari Rahayu; Nofita Nofita; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.8701

Abstract

Penyakit asam urat adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam irat dalam darah belebihi batas normal menyebabkan penumpukan Kristal monosodium urat didalam persendian dan organ tubuh lainya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus Sprague Dawley. Ekstraksi daun kemangi dilakukan dengan perkolasi (ekstrak 1) dan sokletasi (ekstrak 2. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak 1 memiliki rendemen 21,2% dan ekstrak 2 rendemen 9,2%. Uji aktivitas penurunan kadar asam urat dilakukan pada 7 kelompok hewan uji (masing- masing 4 ekor ) yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (alopurinol), KP1 (ekstrak 1 dosis 40 mg/kgBB), KP2 (ekstrak 1 dosis 60 mg/kgBB), KP3 (ekstrak 2 dosis 40 mg/kgBB), KP4 (ekstrak 2 dosis 60 mg/kgBB). Hasil analisis statistika (uji pos hoc LSD) menunjukkan bahwa KP2 memberikan aktivitas paling baik dibandingkan kelompok uji lainnya. KP2 juga dinyatakan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas penurunan kadar asam urat lebih efektif menggunakan ektraksi  (tanpa pemanasan) lebih baik dari pada sokletasi (dengan pemanasan).
FORMULASI MASKER GEL EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) KOMBINASI EKSTRAK BUAH LEMON (Citrus limon L.BURM.FIL.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Gusti Ayu Rai Saputri; Selvi Marcellia; Lindia Eka Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.9318

Abstract

Masker gel termasuk salah satu masker yang praktis digunakan, karena setelah kering masker tersebut bisa langsung diangkat tanpa perlu dibilas. Senyawa antioksidan dapat mengurangi efek buruk radikal bebas terhadapt kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) kombinasi Buah lemon (Citrus limon L.Burm.fil.) sebagai antioksidan. Formulasi sediaan masker gel yang memiliki komponen diantaranya seperti daun teh hijau dan buah lemon, polivinil alkohol, HPMC, metyl paraben, polipropelin glikol, aquadest, dan etanol 96% Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun teh hijau kombinasi ekstrak buah lemon dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilaukan dengan menggunakan metode DPPH. Formulasi masker gel dibuat dengan basis HPMC. Evaluasi sediaan fisik masker ini gel ini dilakukan dengan pengamatan dengan melakukan uji perubahan warna, bau, pH, iritasi, kesukaan, homogenitas, waktu kering, dan daya sebar. Nilai IC50 dari ekstrak daun teh hijau kombinasi ekstrak buah lemon memiliki nilai IC50 21,82ppm.
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) METODE TRANSIT INTESTINAL DENGAN METODE PROTEKSI Reni Juliastini; Gusti Ayu Rai Saputri; Niken Feladita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.8715

Abstract

Diare merupakan suatu gejala klinis dari gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan defekasi berulang-ulang disertai perubahan dan konsentrasi feases. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiare ekstrak etanol daun kenikir terhadap mencit putih jantan dengan menggunakan metode maserasi. Dilakukan uji antidiare dengan menggunkan dua metode yaitu metode transit intestinal dengan metode proteksi. Daun kenikir memiliki senyawa tanin yang berkhasiat sebagai adstringensia sehingga diduga mampu memberikan efek antidiare. Mencit sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. K0 diberikan Na- CMC, KN diberikan larutan oleum ricini, KP diberikan obat loperamide dan KU1, KU2 dan KU3 diberikasn ekstrak daun kenikir dengan dosis 50 mg/KgBB, 100 mg/KgBB, 150 mg/KgBB secara oral setelah diinduksi olium ricini. Parameter yang dilihat adalah Pengukuran usus, dan menghitung frekuensi dan kosistensi feses selama 4-6 jam. Serta dianalisi menggunakan statistik One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan kelompok perlakuan dosis 100- 150 mg/kgBB dapat menjunjukan adanya aktivitas sebagai antidiare.
ANALISIS KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RUJUK BALIK GERIATRI DI APOTEK KIMIA FARMA 285 BANDAR LAMPUNG DHITA YULIANTIKA; Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin
PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48440

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg & tekanan darah diastolik >90 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. Penelitian ini bertujuan agar pasien PRB geriatri di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi sehingga mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan desain penelitian campuran dimana terdapat gabungan antara retrospektif yaitu data informasi pasien dibulan September-Desember 2022 dan prospektif dengan memberikan kuesioner MMAS-8 pada pasien dibulan Februari 2023 sebanyak 136 pasien. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil tingkat kepatuhan tinggi 34 pasien (25%), sedang 61 pasien (44,85%), dan rendah 41 pasien (30,15%). Berdasarkan uji Chi-Square tingkat pendidikan berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung dengan nilai P-value <0,05. Dapat disimpulkan bahwa pasien geriatri hipertensi di Apotek Kimia Farma 285 Bandar Lampung patuh terhadap penggunaan obat.
POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN KLINIK ALHAFA MEDIKA KOTA AGUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Fira Marisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10608

Abstract

Abstrak. Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Klinik Alhafa Medika Kota Agung. Hipertensi ialah kondisi dimana terdapat gangguan pada sistem peredaran darah tubuh yang ditandai oleh adanya naiknya tekanan darah yang jauh tinggi dari nilai normal dengan angka lebih dari 140 / 90 mm/Hg. Penggunaan obat dalam terapi hipertensi bertujuan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dengan cara yang nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui obat hipertensi apa sajakah yang diresepkan oleh dokter di Klinik Alhafa Medika dan Untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi rawat jalan di Klinik Alhafa Medika Kota Agung pada periode Januari – Maret 2021. Metode Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penderita hipertensi banyak didominasi oleh pasien dengan rentang usia 41-50 dan 51-60 sebanyak 31% (25 pasien) dan banyak terjadi pada perempuan sebesar 60% (48 pasien). Obat yang banyak digunakan adalah amlodipin yang termasuk golongan CCB sebanyak 81% (65 item obat). Pola peresepan yang paling banyak digunakan adalah pola peresepan tunggal sebanyak 91% (73 resep).