Gusti Ayu Rai Saputri
Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN GASTRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT IMANUEL BANDAR LAMPUNG Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Surya Mega Utami; Dwi Susanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9404

Abstract

Abstrak: Pola Peresepan Obat Pada Pasien Gatritis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Gastritis merupakan penyakit akibat proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat gastritis pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat non-analitik menggunakan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penderita gastritis banyak didominasi oleh pasien dengan rentang usia 36-45 tahun yaitu 33% (27 pasien) dan banyak terjadi pada perempuan yaitu 54% (44 pasien), dilanjutkan dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 33% (27 pasien) dan dialami oleh pasien yang bekerja sebanyak 65% (53 pasien). Item obat dan golongan obat yang banyak digunakan adalah ppi yaitu 35% (29 item obat). Pada peresepan tunggal yang paling banyak digunakan adalah golongan antasida yaitu 17% (21 resep) dan kombinasi yang paling banyak digunakan adalah Antasida+PPI yaitu 19% (16 resep) dengan dosis yang disarankan dokter sesuai keluhan dan penyakit pasien serta aturan pakai untuk penderita gastritis paling dominan yaitu sebelum makan. Dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah tablet yaitu 53% (43 obat) dengan obat penyerta yang paling banyak digunakan adalah clindamycin yaitu 17% (14 obat).
UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Gusti Ayu Rai Saputri; Dessy Hermawan; Salman Solah
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i3.9547

Abstract

Abstrak. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Terhadap Mencit (Mus musculus). Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman jenis sayuran di Indonesia. Kenikir merupakan tanaman tropis anggota suku Asteraceae yang berasal dari Amerika Tengah dan sebagian daerah beriklim tropis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) dapat memberikan efek analgesik pada mencit (Mus musculus) dan untuk menentukan dosis yang paling efektif dari ekstrak daun kenikir pada mencit jantan sebagai analgesik. Simplisia yang sudah dihaluskan dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit berjumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif paracetamol 500 mg/kg BB, kontrol negatif Na-CMC 1%, kontrol ekstrak daun kenikir dosis 150 mg/kg BB, kontrol ekstrak daun kenikir dosis 300 mg/kg BB, dan kontrol ekstrak daun kenikir dosis 600 mg/kg BB. Hasil dari uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal dengan p>0,05, sehingga uji dapat dilanjutkan menggunakan uji parametrik menggunakan One way ANOVA. Berdasarkan Multivariate Tests menunjukkan nilai signifikan yang didapat nilai 0,027; 0,042; 0,048; 0,034 dan 0,002 atau p<0,05 yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara F1, F2, F3 kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir dosis 150 mg/kg BB memiliki sediaan yang paling efektif yang memberikan sebagai uji analgesik.
UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Oktaviana Sari; Gusti Ayu Rai Saputri; Dessy Hermawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i3.9548

Abstract

Abstrak. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema canescans Jack) Terhadap Mencit (Mus musculus). Di indonesia tanaman sungkai (Peronema canescans Jack.) yaitu merupakan tanaman yang sudah tergolong dalam keluarga Verbanaecae. Tanaman ini memeiliki nama daerah yang sering disebut sekai., sungkih, (sumatera). Pada daerah kalimantan disebut longkai, lurus, sungkai, pada daerah jawa  disebut jati sabrang, sungke. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sungkai sebagai analgesik.Simplisia yang sudah dihalus dilakukan ekstraksi mengunakan metode perkolasi dengan pelarut etanol 70%. Hewan ujiyang digunakan dalam penelitian adalah mencit 25 ekordibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif paracetamol, kontrol negatif Na-CMC, kelompok estrak daun sungkai dosis 150Mg/kg BB, 300Mg/kg BB, 600Mg/kg BB.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sungkai dosis 150Mg/kg BB memiliki sediaan yang paling efektif yang memberikan sebagai uji analgesik.
Pengaruh Waktu Pengeringan Beku (Freeze Drying) Terhadap Evaluasi Fisik Sediaan Gel Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Variasi HPMC Anisa Nur Pratiwi Pratiwi; Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.351

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat fungsional bagi tubuh manusia. Salah satu penyebab kerusakan senyawa pada bunga telang  dikarenakan suhu tinggi (pemanasan) yang biasa digunakan pada saat proses pengeringan. Freeze drying merupakan salah satu metode pengeringan tanpa melalui pemanasan. Setelah mendapat ekstrak dapat dilanjutkan dengan formulasi. Formulasi sediaan gel membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen seperti gelling agent HPMC. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan konsentrasi gelling agent HPMC dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu pengeringan. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut aquadest (1:10). Hasil maserasi kemudian dimasukkan ke dalam pendingin hingga didapatkan ekstrak beku kemudian dilakukan freeze drying guna menghilangkan kadar air. Hasil rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 36 jam adalah 40% dengan kadar air 9% dan rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 48 jam adalah 27,5% dengan kadar air 8%. Sediaan gel ekstrak bunga telang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik standar SNI 16-4399-1996 pada uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan (two-way ANOVA). Hasil analisis statistik menunjuk kan bahwa variasi lama waktu pengeringan ekstrak dengan basis HPMC memiliki pengaruh signifikan pada uji pH dan uji viskositas dengan nilai P-value <0,05.