Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Tokoh Agama dalam Mengatasi Kepercayaan Masyarakat Memuja Keramat Puyang Duyuak di Semidang Alas Kabupaten Seluma Dewanti, Yeti; Sastri
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.756 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v3i1.87

Abstract

Manusia dalam kehidupannya tidak dapat terlepas dari persoalan agama dan persoalan yang terjadi terhadap budaya atau tradisi pada suatu ajaran agama. Kajian dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap fenomena-fenomena yang terjadi pada makam keramat Puyang Duyuh, dan menganalisa seberapa jauh fenomena tersebut telah masuk ke dalam masyarakat diDesa Gunung Mesir Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu: Pandangan masyarakat mengenai keramat Puyang Duyuak adalah, Puyang Duyuak atau Puyang Penjago Sakti adalah orang yang semasa hidupnya merupakan orang yang alim, sakti, dan berpengaruh, tapak tilas Puyang Duyuak menjadi keramat karena tradisi masyarakat yang mempercayai keberkahan Puyang Duyuak secara turun temurun, serta tempat keramat Puyang Duyuak ini harus dijaga dan dirawat untuk mengenang asal usul keturunan, dan asal usul nama desa. Upaya tokoh agama mencegah adanya kegiatan negatif di keramat Puyang Duyuak, mengatasi kepercayaan masyarakat memuja keramat Puyang Duyuak di desa Gunung Mesir Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma, Setiap ada peringatan hari-hari besar Islam, para tokoh agama mendatangkan Ustad ke Desa Gunung Mesir diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan yang masuk kategori syirik. Pelaksanaannya ziarah keramat Puyang Duyuak di desa Gunung Mesir dilihat dari tatacara terdapat unsur yang mengandung syirik dan bertentangan dengan syariat Islam. Kata Kunci : Upaya Tokoh Agama, Kepercayaan Masyarakat, Puyang Duyuak.
Penggunaan Quizziz dalam Assesmen Siswa Pada Materi Globalisasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMAS Muhammadiyah 5 Takengon Sastri
Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol 1 No 2 (2023): MALEWA: Journal of Multidisciplinary Educational Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/jome.v1i02.33

Abstract

Asesmen dalam bidang pendidikan perlu dilakukan, untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik memahami materi Globalisasi, Quizizz merupakan aplikasi pendidikan game edukatif yang masih jarang dijumpai dalam pembelajaran. Quizizz membuat peserta didik lebih bersemangat dalam pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa, karena aplikasi ini berbasis turnamen yang memacu semangat peserta didik dalam mengerjakan soal. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan penjelasan pembelajaran Sosiologi di Materi Globalisasi melalui Quizizz dalam pelaksanaan penilaian pengetahuan peserta didik SMAS Muhammadiyah 5 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi pustaka. Penelitian menemukan  belajar siswa lebih berhasil terhadap materi dengan menggunakan Quizziz. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pembelajaran dengan menggunakan IT melalui Quizziz.
Analisis Pengaruh Intensitas Pencahayaan Di Laboratorium Pengujian Terhadap Akurasi Pengujian Tri Ernita; Rachman, Boby; Yulius, Henny; Sastri
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v6i2.75

Abstract

The testing laboratory is a high-precision testing room that reguires adeguate environmental conditions for testing needs.As a testing laboratory, it is important for the banten Indonesia Laboratory to control the laboratory's environmental conditions, one of which is lighting intensity.Inadeguate lighting intensity can reduce testing accuracy, Currently, the average lighting intensity in the banten Indonesia Laboratory  is  370 lux, this value is below the regulatory standard Threshold value, which according to PERMENKES NO. 70 of  2016 for standard laboratories lighting intensity is 500 lux. This study aims to increase lighting according to SNI 7062:2019 and  testing accuracy in the Banten  Indonesia Laboratory and to determine how strong the relationship  betwen lighting intensity and testing accuracy is using correlation analysis with SPSS V.27. The results of this study indicate that lighting intensity has increased to 489 lux and the average accuracy has increased by 7.5 % after changing the lamp,in addition,the relationship between lighting intensity and testing accuracy strong ,this is evidenced by the result of the correlation analysis obtained a significance value of 0.620 and 0.627 .
Analysis of The Implementation of The Early Child Growth and Nutrition Detection Program Based on PAUD at The Leppangan Public Health Center Sastri; Melisyah; Jumriani; Sri Istiana Marsuki; Maswati; Eka Sapira; Rezki; Nurul Izza
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 01 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.v4i01.1177

Abstract

The early detection program for growth and nutrition in early childhood is a strategic effort in preventing nutritional problems, particularly stunting. This study aims to analyze the implementation of the PAUD-based early detection program for growth and nutrition in Leppangan Community Health Center. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews with health workers and documentation of child growth and development monitoring results. The results showed that the program has been implemented through integrated health service posts (Posyandu), visits to PAUD, and community health center services using standard anthropometric indicators (weight/age, height/age, weight/height, BMI/age). The monitoring results showed that the majority of children were in the well-nourished category, but cases of malnutrition and stunting were still found. The main obstacles include limited resources and family economic factors. Efforts made include education, providing supplementary food, home visits, and strengthening the role of Posyandu cadres. This study concluded that the program has been running structurally, but not optimally functionally, so that strengthening cross-sector collaboration and a family-based approach is needed.