Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Authentic Research

Analisis Nilai-Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat “Guha Ciputri” Di Singajaya Nurhasanah, Mila; Nurwahidah, Lina Siti; Asmaniah, Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/093gsy60

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat Guha Ciputri di Singajaya yang menjadi warisan budaya penting masyarakat sekitar. Cerita ini mengandung nilai kesopanan, kepercayaan, tanggung jawab, gotong royong, dan pendidikan moral. Guha Ciputri dipercaya sebagai tempat tinggal makhluk gaib perempuan dan sumber mata air yang vital bagi sekitar 25 kampung. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini melibatkan tiga orang pewaris cerita sebagai narasumber utama dan lima tokoh masyarakat sebagai informasi kunci. Untuk memvalidasi data sejarah serta fungsi sosial Guha. Data dikumpulkan melalui teks cerita rakyat, wawancara mendalam, dan observasi lingkungan, selain pendektan deskriptif, penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif yang meliputi redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi) untuk membedah struktur  serta makna filosofis dalam cerita tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa cerita rakyat ini berperan dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dunia gaib. Nilai-nilai budaya yang terkandung, memperkaya khazanah budaya setempat dan mendukung pelestarian lingkungan serta pembentukan generasi muda. Secara teoritis dan praktis, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan dokumentasi Folklor Nusantara dan menjadi referensi model penge,bangan materi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang relavan dengan tantangan zaman.
Analisis Psikologi Sastra Tokoh Utama dalam Film Air Mata Di Ujung Sajadah Azka, Salwa Sabila; Sulaiman , Zoni; Asmaniah, Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4qyr1m97

Abstract

Penelitian ini menganalisis aspek psikologis sastra dalam film Air Mata Di Ujung Sajadah menggunakan pendekatan kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah interpretasi hermeneutik untuk mengungkap konflik batin dan dinamika psikologis karakter. Data berupa dialog yang relevan dengan dinamika psikologis karakter dianalisis untuk mengungkap konflik batin, motif, emosi, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menggunakan teori Sigmund Freud, termasuk eksposisi aspek id, ego, dan superego karakter dan bagaimana hal tersebut tercermin dalam alur cerita. Temuan menunjukkan adanya interaksi dinamis struktur Freudian pada karakter utama, Aqila. Meskipun id-nya awalnya terlihat dalam keputusan impulsifnya untuk menikah melawan keinginan ibunya, didorong oleh keinginan dan dorongan emosional, ego-nya sangat mendominasi kepribadiannya, yang termanifestasi dalam upayanya yang gigih dan rasional untuk mengejar karier, mengungkap kebenaran tentang anaknya, dan menavigasi konflik sosial yang kompleks. Pada akhirnya, superego-nya mengatur resolusi terakhirnya, membimbingnya menuju penerimaan, tanpa pamrih, dan memprioritaskan kesejahteraan anaknya di atas keinginan pribadinya, sehingga mencapai keseimbangan psikologis dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut mencerminkan aspek-aspek psikiatrik ini melalui konflik internal yang secara signifikan memengaruhi gejolak batin dan perkembangan emosional para tokoh. Implikasi penelitian ini untuk pembelajaran sastra dan psikologi sastra sangat signifikan. Dengan menganalisis film sebagai karya sastra melalui lensa psikoanalisis, studi ini menunjukkan bagaimana teks sinematik dapat berfungsi sebagai alat pedagogis yang efektif untuk mengajarkan struktur kepribadian dan konflik batin. Para pendidik dapat menggunakan film seperti ini untuk membantu siswa memahami konsep psikologis abstrak secara konkret melalui analisis karakter, menumbuhkan pemikiran kritis tentang perilaku dan motivasi manusia, dan mengembangkan empati dengan mengeksplorasi dilema moral yang kompleks. Lebih lanjut, pendekatan ini memperkuat integrasi perspektif psikologis dalam pendidikan sastra, memperkaya keterampilan analitis siswa dan memperdalam apresiasi mereka tentang bagaimana sastra dan film mencerminkan kompleksitas pengalaman manusia.
Analisis Visual dalam Anime Eighty Six (Season 01): Telaah Semiotika Charles Sanders Pierce Rizkhullah, Nazib; Damayanti, Deasy Aditya; Asmaniah, Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s3pfd517

Abstract

Anime Eighty-Six (2021) merupakan karya audiovisual yang menggambarkan konflik sosial dalam sebuah negara fiktif bernama Republik San Magnolia, yang memanfaatkan kelompok minoritas dari distrik luar yang dikenal sebagai “Eighty-Six” sebagai pasukan tempur tanpa pengakuan kemanusiaan. Representasi konflik tersebut disampaikan tidak hanya melalui dialog dan alur cerita, tetapi juga melalui berbagai simbol visual yang membangun makna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tanda-tanda visual dalam anime Eighty-Six (Season 1) yang memiliki potensi makna semiotik serta hubungannya dengan representasi fenomena sosial di dunia nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta menerapkan teori semiotika Peirce yang memandang tanda melalui relasi representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi jenis tanda berupa ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa adegan atau visual tertentu dalam anime yang mengandung unsur simbolik, seperti penggunaan angka, objek visual, komposisi adegan, dan simbol alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah tanda visual dalam anime Eighty-Six merepresentasikan berbagai isu sosial, antara lain diskriminasi berbasis identitas, dehumanisasi dalam konflik bersenjata, marginalisasi kelompok tertentu, serta kritik terhadap sistem politik otoriter. Tanda-tanda visual tersebut berfungsi tidak hanya sebagai elemen estetika naratif, tetapi juga sebagai medium simbolik yang memperkuat pesan ideologis dalam cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa anime Eighty-Six memiliki struktur visual yang kaya makna dan relevan untuk dianalisis melalui pendekatan semiotika dalam memahami hubungan antara representasi visual dalam media populer dan realitas sosial.
Analisis Tindak Tutur Pada Cerpen Rahasia Lani Dan Manela Karya Boy Candra Naftali, Ifaz Ilmi; Damayanti, Deasy Aditya; Asmaniah, Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3cz31313

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan klasifikasi tindak tutur ilokusi dalam cerpen Rahasia Lani dan Manela karya Boy Candra. Cerpen ini dipilih karena dialog antar tokohnya merepresentasikan dinamika relasi interpersonal yang kuat dan sarat konflik emosional, sehingga relevan dikaji melalui perspektif pragmatik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat terhadap dialog dalam antologi cerpen Satu Hari di 2018. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu identifikasi tuturan yang mengandung tindak ilokusi, klasifikasi berdasarkan kategori asertif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif, serta interpretasi fungsi tuturan berdasarkan konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 data tuturan, tindak tutur direktif mendominasi dengan persentase 63,64%, sedangkan asertif, komisif, ekspresif, dan deklaratif masing-masing sebesar 9,09%. Dominasi direktif menunjukkan bahwa interaksi tokoh lebih berorientasi pada upaya memengaruhi mitra tutur melalui pertanyaan, nasihat, dan perintah. Selain itu, analisis ini juga menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur tersebut mencerminkan strategi komunikasi tokoh dalam menyampaikan emosi, memengaruhi keputusan, dan membangun dinamika hubungan interpersonal dalam cerita Temuan ini memperkuat penerapan teori tindak tutur dalam analisis sastra serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pragmatik dan pembelajaran analisis wacana dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.