Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pentingnya Komunitas Belajar Antar Guru Sebagai Wadah Kolaborasi Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Sanusi, Aris Riswandi; Januar, Karna; Nuriman, Shalha Salsabila
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i3.2907

Abstract

Komunitas belajar di kalangan guru memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi untuk mendukung kesuksesan akademik peserta didik dan menumbuhkan profesionalisme setiap pendidik. Melalui interaksi yang intensif, guru dapat saling bertukar ide, berbagi pengalaman, dan mengembangkan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya komunitas belajar sebagai platform kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas belajar antar guru dapat memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kompetensi pedagogik, peningkatan  jejaring profesional, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi pendidikan melalui media pembelajaran. Selain itu, komunitas ini juga berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif terhadap segala tantangan akademik yang dihadapi guru di berbagai konteks pembelajaran. Dalam konteks yang lebih luas, komunitas belajar mendukung terciptanya budaya belajar sepanjang hayat di kalangan pendidik, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam komunitas belajar antar guru perlu didorong sebagai salah satu wujud strategi penting dalam pengembangan pendidikan di era modern ini.
Pengembangan Karakter Disiplin Siswa Melalui Kegiatan Esktrakurikuler Di SMK Texar Klari Widiawati, Erni; Susanto, Erwin; Sanusi, Aris Riswandi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 5 No 2 (2020): Volume 5, Nomor 2 - Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v5i2.4662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk kegiatan ekstrakurikuler paskibra yang dapat mengembangkan karakter disiplin siswa di SMK Texar Klari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pembina, pelatih dan siswa anggota ekstrakurikuler paskibra. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa bentuk kegiatan diantranya yaitu latihan rutin peraturan baris-berbaris (PBB), melaksanakan apel masuk dan apel pulang sekolah, upacara bendera dengan latihan tata upacara bendera (TUB) yang baik dan benar, menjaga pintu gerbang sekolah untuk mengecek siswa yang datang terlambat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk kegiatan ekstrakurikuler paskibra dapat menerapkan karakter disiplin siswa serta terbentuknya kedisiplinan siswa. Rekomendasi penelitian kepada sekolah sebagai pembuat kebijakan di harapkan untuk mengembangkan kedisiplinan siswa bukan hanya melalui kegiatan ekstrakurikuler saja, tetapi kegiatan lain harus di terapkan.
Peran Guru Pendidikan Pancasila sebagai Motivator dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Siswa SMPN 3 Karawang Barat Cahya, Diana Eka; Susanto, Erwin; Sanusi, Aris Riswandi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1572

Abstract

Guru Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, termasuk disiplin, yang menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran. Di SMPN 3 Karawang Barat, peran guru sebagai motivator sangat diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila yang mampu meningkatkan karakter disiplin siswa. Khususnya yang menyasar anak-anak di kelas tujuh, penelitian ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana guru pendidikan Pancasila dapat berperan sebagai panutan untuk meningkatkan disiplin di antara teman-teman mereka di sekolah menengah pertama. Partisipan penelitian adalah siswa kelas tujuh, guru pendidikan Pancasila, dan wakil sekretaris kurikulum; metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode seperti dokumentasi, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh kesimpulan dari data yang terkumpul, tiga langkah diambil: reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Temuan penelitian menyoroti dampak signifikan yang dimainkan instruktur pendidikan Pancasila sebagai panutan untuk perilaku siswa yang lebih baik. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan cita-cita moral dan kewarganegaraan pada siswa mereka dan membimbing mereka untuk mempraktikkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Guru dalam pendidikan Pancasila mampu menumbuhkan karakter disiplin pada siswa mereka dan lingkungan belajar yang ideal dengan memberikan contoh yang baik, memberikan nasihat yang baik, dan menunjukkan rasa terima kasih yang tulus atas usaha siswa mereka.  
PERANAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN EKSTRAUNIVERSITER SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK MAHASISWA DALAM MENUMBUHKAN DAN MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK WARGA NEGARA INDONESIA (Studi Deskriptif terhadap Organisasi HMI, KAMMI, dan GMNI Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia) Sanusi, Aris Riswandi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2016): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v1i1.24

Abstract

ABSTRACT Indonesia is one of democratic state which exposed to low levels of citizen participation. But actually, participation is a key concept that must be owned by citizens in a democracy state. Therefore, we need political education as an effort to create citizens who are able to participate with responsibility. This is in accordance with the opinion of Hajer, which states that political education is a form of human effort to be a responsible participant in politics, so that people know about their political rights (Brownhill and Smart in Elly Hasan Sadeli, et al, 2009:19). The political education among college students organized for young people through the organization such as HMI, KAMMI and GMNI. Keywords: Political Education, Political Participation ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi yang dihadapkan pada rendahnya tingkat partisipasi warga negaranya. Padahal partisipasi merupakan konsep utama yang harus dimiliki warga negara dalam negara demokrasi. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan politik sebagai upaya untuk menciptakan warga negara yang mampu berpartisipasi dengan tanggung jawab. Hal ini sesuai dengan pendapat Hajer yang menyebutkan bahwa pendidikan politik adalah usaha membentuk manusia menjadi partisipan yang bertanggung jawab dalam politik, sehingga masyarakat mengerti tentang hak politiknya (Robert Brownhill dan Patricia Smart dalam Elly Hasan Sadeli, dkk, 2009:19). Adapun pendidikan politik tersebut diantaranya diselenggarakan bagi mahasiswa sebagai generasi muda melalui organisasi HMI, KAMMI, dan GMNI. Kata kunci: Pendidikan Politik, Partisipasi Politik
Implementasi Latihan Kader I Untuk Meningkatkan Nilai Tanggung Jawab Pada Kader Himpunan Mahasiswa Islam adhapriadi, teza; Sanusi, Aris Riswandi; Repelita, Tridays
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6188

Abstract

This research aims to find out and examine the implementation of Cadre I Training for the Islamic Student Association carried out by the Buana Perjuangan University Commissariat in order to increase the values ​​of responsibility towards the cadres. This research uses a qualitative approach, with data obtained through interviews, observation and documentation studies. The data analysis technique used in this research is data reduction, displaying results, and drawing conclusions. The research results stated that at LK I HMI there were two levels of training, namely general and special, participants were provided with knowledge with local content and five mandatory materials which included HMI History, Basic Values ​​of Struggle, Constitution, Mission and Organizational Management Leadership. In its implementation, HMI UBP Karawang experienced obstacles in the form of budget and presenters who were considered still conservative and there were elements of HMI UBP Karawang that prioritized quantity and quality.
Mass media as an instrument for political education of young generation: Opportunities and challenges in the digital era Sanusi, Aris Riswandi; Abdulkarim, Aim; Cecep Darmawan; Syaifullah, Syaifullah
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.93029

Abstract

In an era in which information flows freely across countless digital channels, understanding how mass media shapes young people's political consciousness has become increasingly vital. This study explores the intricate relationship between mass media—both traditional and digital—and political education among the youth, drawing from democratic theory and media literacy frameworks. Through a comprehensive examination of existing literature, we uncover a fascinating paradox: while today's young generation enjoys unprecedented access to political information and opportunities for civic discourse, they simultaneously face formidable challenges, including media manipulation, echo chambers, and a concerning erosion of trust in news institutions. Our findings reveal that the effectiveness of mass media as an educational tool is not straightforward. Rather, it is mediated by critical factors such as media literacy skills, socioeconomic contexts, and the quality of democratic institutions within which young people operate. In contexts where Indonesian youth navigate their political identities—from bustling cities to remote villages—these dynamics play out in unique ways that deserve careful attention. This research makes a compelling case that effective political education in the digital age requires more than just access to information. It demands integrated approaches that combine formal education, robust media literacy programs, and collaborative efforts among media organisations, educational institutions, and civic groups. The goal is not merely to create informed citizens, but to nurture a generation of young people who can think critically meaningfully in democratic life. As we stand at this critical juncture, the choices we make today about media systems, education, and democratic culture will shape the quality of citizenship for generations to come.