Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kuliah Kerja Nyata: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Bina Damai Di SDN 4 Sirnajaya Kabupaten Garut Qudus, Ar Ruhul; Almardiyah, Aulia Zakiyah; Maulana, Cecep Agus; Ahsan, Muhammad Tazakka; Tauhid, Maulana Fahmi; Febrianti, Resy; Azzahra, Siti Fatimah; Wulandari, Tiara Dewi; Padilia, Tri Putri; Listiani, Yunita Puji; Hirzi, Aziz Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1400

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata dari tugas mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Sirnajaya maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge democracy. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberian pemahaman kepada siswa SDN 4 Sirnajaya tentang pentingnya perdamaian guna turut menekan kasus patologi sosial di Indonesia melalui bina damai dengan pendekatan psikoedukasi. Kegiatan bina damai ini menghasilkan analisis yang mengindikasikan bahwa dalam mengurangi angka patologi sosial berkaitan dengan siswa sekolah dasar diperlukan edukasi karakter cinta damai melalui pembinaan, penguatan komitmen dan kampanye damai di lingkungan sekolah. Adanya kerjasama dari berbagai elemen pendidikan, masyarakat dan keluarga dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membentuk ekosistem damai bagi pertumbuhan putra bangsa di usia sekolah dasar.
Kedudukan Jurnalis Feminis dalam Investigasi Kekerasan Seksual dalam Film She Said Armyadi, Anggun Salma Fauziah; Arief Permadi; Aziz Taufik Hirzi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4886

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2017, salah seorang produser film Hollywood terkenal yaitu Harvey Weinstein terbukti telah melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan perempuan di tempat kerjanya. Kejahatan tersebut berhasil terbongkar melalui investigasi yang dilakukan oleh dua orang jurnalis feminis, yaitu Jodi Kantor dan Megan Twohey. Keberhasilan investigasi yang dilakukan oleh kedua jurnalis tersebut didokumentasikan kedalam sebuah film berjudul She Said. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi atau kedudukan Jodi Kantor dan Megan Twohey yang tergambar dalam film She Said. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedudukan jurnalis feminis dalam film ini digambarkan sebagai seorang feminis yang berupaya menegakkan hak-hak perempuan tertindas di dunia kerja. Posisi kedudukan mereka adalah sebagai pihak yang menuntun dan membawa keadilan bagi para korban kekerasan seksual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; meskipun perempuan merupakan pihak yang tertindas, para jurnalis dalam film ini mampu menunjukkan sisi lain dari perempuan yang kuat dan mampu bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri. Absract. In 2017, one of Hollywood's popular film makers, Harvey Weinstein, was demonstrated to have committed sexual violations against handfuls of ladies in his working environment. The botch was effectively revealed through an examination conducted by two women's activist writers, Jodi Kantor and Megan Twohey. The victory of the examination conducted by the two writers was reported in a film entitled She Said. This ponder points to decide the position or standing of Jodi Kantor and Megan Twohey as delineated within the film She Said. The strategy used in this ponder could be a subjective strategy with the Sara Plants Basic Talk Investigation approach. The comes about of this ponder show that the position of women's activist writers in this film is delineated as a feminist who looks for to maintain the rights of persecuted ladies within the world of work. Their position is as the party that leads and brings equity to casualties of sexual savagery. The conclusion of this ponder is; indeed in spite of the fact that ladies are the persecuted party, the writers in this film are able to appear another side of ladies who are solid and able to act agreeing to their claim will.
National Narcotics Agency's Communication Strategy in Reducing Drug Use Among Teenagers (Case Study: Bandung City BNN) Fadhilah, Siti Ashila; Aziz Taufik Hirzi; Nenny Kencanawati
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i2.5131

Abstract

Permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di Kota Bandung mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung untuk menerapkan berbagai pendekatan dalam menangani, mengurangi, dan mencegah kasus penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2023, kasus penyalahgunaan narkoba yang tercatat meliputi 15.625,97 gram ganja, 15.039,41 gram sabu, 1.556 butir psikotropika, dan 64.388 obat keras terbatas. Penggunaan berulang menyebabkan ketergantungan, sehingga sulit dihentikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada teori Strategi Komunikasi menurut Philip Lesley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNN Kota Bandung menerapkan empat pendekatan, yaitu hard power, soft power, smart power, dan cooperation. Dari keempat pendekatan tersebut, strategi yang paling efektif adalah strategi cooperation, khususnya melalui program "Kelurahan Bersinar." Meskipun program ini efektif, masih terdapat tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan terbatasnya pendanaan, yang menyebabkan pelaksanaan program kurang merata. BNN terus memantau pelaksanaan programnya, dengan "Kelurahan Bersinar" diidentifikasi sebagai inisiatif yang paling berdampak.