Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerimaan Diri Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Sumedang 2018 Yulianti, Mona
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v15i1.148

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan kelainan motorik yang banyak ditemukan pada anak-anak dan kejadiannya semakin tinggi setiap tahunnya. Di Indonesia, jumlah anak usia sekolah, yaitu 5 - 14 tahun, ada sebanyak 42,8 juta jiwa. Jika mengikuti perkiraan tersebut, maka diperkirakan ada kurang lebih 4,2 juta anak Indonesia yang berkebutuhan khusus. Pada umunya mempunyai anak berkebutuhan khusus membebani secara fisik, mental sosial, dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekplorasi secara mendalam penerimaan diri ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Metode penilitian menggunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus yang diambil dengan menggunakan metode criterion sampling di pilih oleh peneliti. Data dianalisa dengan menerapkan teknik Collaizi. Tema yang teridentifikasi terkait penerimaan diri ibu dengan anak berkebutuhan khusus berjumlah 7 tema, yaitu 1) Persepsi ibu tentang penyebab anak berkebutuhan khusus, 2) upaya mencari pertolongan terhadap masalah anak berkebutuhan khusus, 3) perkembangan kesehatan anak berkebutuhan khusus, 4) Perilaku Adaptif ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 5) Bentuk dan sumber dukungan yang diperoleh ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 6) bentuk dan sumber hambatan yang di temui ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 7) Penerimaan diri ibu memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan perawat anak dalam memberikan dukungan bagi Ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK)
Pengembangan Media Edu-Kari (Edukasi Kesehatan Reproduksi Interaktif) Berbasis Aplikasi Dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus Hasanah, Puji Nurfauziatul; Yulianti, Mona; Abulloh, Muhammad Farid
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.697

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kebutuhan kesehatan reproduksi yang samadengan anak pada umumnya, namun masih menghadapi hambatan dalam mendapatkanakses informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada anak. Pemberian informasikesehatan reproduksi yang adekuat diharapkan dapat mencegah masalah kesehatan danrisiko kekerasan seksual pada ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanmedia edukasi kesehatan interaktif berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkankemandirian kesehatan reproduksi ABK melibatkan orang tua dan guru serta pengasuhanak. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode research and development (RnD)dengan pendekatan Borg dan Gall. Uji efektivitas produk dilakukan dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen melibatkan 50 responden terdiri dariorang tua, guru, dan ABK. Hasil penelitian adalah Media Edu-Kari berbasis aplikasiandroid, buku panduan, dan catatan perkembangan anak. Hasil uji validitas produkmelalui CVI menunjukan nilai rata – rata 4,3 – 4,6 menunjukan bahwa Media Edu-Karilayak untuk dipergunakan secara luas. Hasil uji efektivitas Media Edu-Kari didapatkannilai signifikansi atau p-value sebesar 0,001 (Sig. < 0,05) yang bermakna bahwa adapengaruh media Edu-Kari dalam meningkatkan kemandirian kesehatan reproduksi padaABK. Upaya pengembangan media edukasi ini diharapkan dapat digunakan secara luasoleh orang tua, anak dan guru serta bagi sekolah untuk dapat diintegrasikan denganpembelajaran, serta pemberian asuhan keperawatan berupa edukasi kesehatan reproduksiABK untuk optimalisasi kemandirian kesehatan reproduksi. Optimalisasi kemandiriankesehatan perlu melibatkan lintas sektoral dengan melibatkan digitalisasi kesehatan untukmencapai outcome peningkatan derajat kesehatan yang holistik