Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Comparative Epistemological Models of Knowledge Integration in Four State Islamic Higher Education Institutions in Indonesia Budi Murtini, Nurul; Arfan Mu’ammar, Muhammad; Mujib, Abdul; Yuhadi, Irfan; Arumsari, Nira
At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2025): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : the Faculty of Education and Teacher Training of the Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/tarbawi.v12i2.12937

Abstract

Several Indonesian Islamic Higher Education Institutions (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam/PTKIN) experienced a transformation from Institut Agama Islam Negeri (IAIN) to Universitas Islam Negeri (UIN) in the early 2000s. This transformation not only involved an institutional change but also marked a significant epistemological shift from a single religious identity toward a multidisciplinary university model that integrates religious and general sciences. This study aims to analyse four models of knowledge integration developed at UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, and UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Employing a qualitative comparative approach based on a literature review, this study examines the philosophical foundations, epistemological orientations, and patterns of implementation of each model. The findings indicate that the four models emerged from a shared historical context, namely the transformation from IAIN to UIN, and are grounded in relatively similar philosophical foundations that position monotheism and revelation as central epistemic references. However, these foundations are articulated through different conceptual metaphors and epistemological emphases. The implementation of the models has been institutionalised through curricula, academic policies, and organisational culture. The implications of these models for the transformation of Islamic higher education in the digital and global era are complementary and mutually reinforcing. This study also identifies implementation challenges related to academic governance, curriculum synchronisation, and faculty capacity. Overall, the four models of knowledge integration enrich Islamic higher education by integrating spirituality, scientific rationality, and social responsibility, while highlighting the need to strengthen academic governance and sustainable professional development
PENGARUH PENERAPAN METODE HALAQAH HIFZUL HADIS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHAFAL MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MAHASISWI HADIS SEKOLAH TINGGI DIRASAT ISLAMIYAH IMAM SYAFI’I JEMBER) Vicka Apriliani; Nurul Budi Murtini
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal hadis memiliki tingkat kepentingan yang setara dengan mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode halaqah sebagai solusi dalam meningkatkan kemampuan hafalan hadis pada mahasiswi prodi ilmu hadis STDI Imam Syafi’i Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini ialah Menganalisis dan menemukan efektifitas metode halaqah yang diterapkan dalam meningkatkan kemampuan menghafal hadis di kalangan mahasiswi hadis STDI Imam Syafi’i Jember. serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam upaya meningkatkan kinerja memori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) halaqah hifzul hadis ini telah terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan menghafal mahasiswi, (2) metode halaqah ini juga sangat membantu banyak individu dalam menyelesaikan target hafalan yang telah ditetapkan, (3) faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan metode halaqah antara lain adalah timbul rasa malas pada individu karena ketidakaktifan dan waktu yang berbenturan dengan kegiatan lain. Adapun solusi dalam mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam halaqah, kami menerapkan sejumlah solusi yaitu menerapkan kiat-kiat untuk mengobati rasa malas dalam diri dan memprioritaskan kegiatan yang paling utama diantara yang utama.
Hadith-Based Moral Integration in Islamic Education: A Faith-Based Framework for Achieving the SDGs Irfan Yuhadi; Nurul Budi Murtini; Dananjaya, Ardian; Ariangga Ramadhansyah; Muhammad Raiham Al Farez; Seno Bayu Aji; Hastowohadi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 03 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i03.15295

Abstract

Objective: Develop moral integration based on hadith in Islamic education through a religious approach to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially in the aspects of social justice, environmental sustainability, and governance integrity. Theoretical framework:  The research relies on the prophetic moral concept sourced from hadith as the foundation of character formation, combined with a religious approach in Islamic education, as well as the SDGs value framework as an orientation for sustainable global development. Literature review: The literature review includes the study of moral values in hadith, the role of Islamic education in character building, the concept of social and environmental ethics from an Islamic perspective, and the relationship of religious values to the sustainable development agenda. Methods: The research method uses a qualitative approach with a library research design, which involves analyzing relevant literature sources in the form of hadiths, books, and previous research to formulate a conceptual integration model. Results: The results of the study show that prophetic moral values such as justice, trust, social responsibility, and environmental ethics have a fundamental role in the formation of students' character, as well as the moral integration based on hadith, not only forms ritual piety but also ethical, reflective, and transformative awareness in educational and social life. Implications:  Hadith-based moral integration can strengthen ethical orientation in achieving the SDGs and has strategic relevance in the development of a sustainable Islamic education curriculum. Novelty: Conceptual integration between hadith-based morality in Islamic education with a religious approach that bridges prophetic ethics and the goals of the SDGs in one integrated theoretical framework.
Implementasi Pembelajaran Hadis dan Implikasinya terhadap Karakter Akhlak Siswa SDIT Al-Irsyad Pamekasan Hafidzah Hafidzah; Nurul Budi Murtini
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 2 (April 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i2.5795

Abstract

Pembelajaran hadis mempunyai bagian penting dalam membentuk karakter akhlak siswa, namun aspek implementasi dan dampaknya di tingkat sekolah dasar masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran hadis dan implikasinya terhadap akhlak siswa di SDIT Al-Irsyad Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan, dimana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan guru hadis dan orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran hadis telah memberikan dampak positif terhadap pembentukan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan siswa yaitu melalui kegiatan menghafal, memahami makna, dan mengamalkan hadis pilihanNamun, masih terdapat beberapa permasalahan yang harus diselesaikan, seperti belum optimalnya konsistensi pengamalan nilai-nilai hadis dalam aktivitas pembelajaran, keterbatasan pemahaman siswa terhadap makna hadis, serta variasi kompetensi guru dalam menyampaikan materi hadis. Secara keseluruhan, pembelajaran hadis terbukti berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan penguatan perencanaan pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dalam pemaknaan, pengamalan hadis, serta pengintegrasian nilai-nilai hadis akhlak secara konsisten dalam kegiatan sekolah. Penelitian ini menyarankan agar pembelajaran hadis dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan guna mewujudkan pembentukan karakter siswa yang lebih bermutu di sekolah dasar berbasis Islam.