Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS ASESOR MELALUI PELATIHAN RECOGNITION CURRENT COMPETENCY (RCC) ASESOR KOMPETENSI DI LSP TEKNIK AKUNTANSI POLIKTENIK NEGERI BALI Kadek Wira Adi Saputra; pande putu juniarta
BINA CIPTA Vol 2 No 1 (2023): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v2i1.16

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memaparkan metode yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada refreshment dan Recognition Current Competency (RCC) asesor kompetensi di LSP Teknik Akuntansi Poliktenik Negeri Bali. Refreshment dan Recognition Current Competency (RCC) memiliki peran penting dalam memastikan penilaian yang akurat dan obyektif terhadap kompetensi individu. Kegiatan ini menguraikan langkah-langkah praktis yang dilakukan dalam merancang dan mengimplementasikan program pelatihan asesor kompetensi, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas penilaian kompetensi. Metode yang dikembangkan dalam jurnal ini melibatkan langkah-langkah seperti identifikasi kebutuhan pelatihan, desain program, pengembangan materi, implementasi pelatihan, dan evaluasi efektivitasnya. Dalam tahap implementasi, dapat dilakukan pelatihan asesor kompetensi secara langsung kepada peserta melalui berbagai pendekatan seperti kuliah, diskusi, simulasi, dan latihan praktis. Setelah pelatihan selesai, evaluasi peserta dilakukan untuk menilai peningkatan pemahaman mereka tentang penilaian kompetensi. Hasil jurnal ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi para pelaku pengabdian masyarakat yang berminat mengembangkan program pelatihan asesor kompetensi. Dengan menggunakan metode yang telah dikembangkan, diharapkan penilaian kompetensi dapat dilakukan secara lebih akurat dan obyektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan di masyarakat.
EVALUASI DAMPAK IMPLEMENTASI SUSTAINABLE HRM TERHADAP KINERJA ORGANISASI DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI INDUSTRI PARIWISATA BALI Made Arya Astina; I Ketut Muliadiasa; Kadek Wira Adi Saputra; I Wayan Kiki Sanjaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi Sustainable Human Resource Management (S-HRM) terhadap kinerja organisasi dan keberlanjutan lingkungan pada industri pariwisata di Bali. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, penelitian ini melibatkan manajer SDM, supervisor, dan kepala departemen hotel sebagai responden untuk menilai sejauh mana praktik S-HRM diterapkan dan berpengaruh terhadap indikator kinerja organisasi, seperti produktivitas, efisiensi operasional, serta stabilitas tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik S-HRM, termasuk rekrutmen hijau, pelatihan green skills, program kesejahteraan karyawan, dan penerapan perilaku ramah lingkungan, berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi. Selain itu, S-HRM juga berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan melalui upaya pengurangan limbah, efisiensi energi, serta peningkatan kesadaran ekologis karyawan. Kinerja organisasi terbukti memediasi hubungan antara S-HRM dan keberlanjutan lingkungan, menunjukkan bahwa organisasi dengan kinerja lebih baik memiliki kapasitas lebih kuat dalam menerapkan praktik-praktik keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi S-HRM dalam pengelolaan SDM perhotelan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali.
ARTIKULASI IDENTITAS, KOMODIFIKASI DAN RESILIENSI TRADISI SUKU ABUI DI KAMPUNG ADAT TAKPALA DALAM PARIWISATA BUDAYA Gede Yoga Kharisma Pradana; Wayan Nurita; I Wayan Wijayasa; Kadek Wira Adi Saputra; Fatrisia Yulianie; I Wayan Sonder; Anak Agung Istri Putera Widiastiti; Putu Sabda Jayendra; Ni Made Ruastiti
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i4.230

Abstract

Pariwisata budaya di Kampung Adat Takpala memperluas peluang ekonomi masyarakat sekaligus menimbulkan tantangan terkait kontrol representasi, batas sakral-profan, dan keinginan tradisi Suku Abui. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk artikulasi identitas dan ketahanan tradisi Suku Abui, serta memperkuat komodifikasi unsur budaya dalam arena pariwisata budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kualitatif dengan pendekatan interdisipliner Kajian Budaya. Analisis data dipertajam menggunakan kerangka Teori Praktik Bourdieu dan Teori Strukturasi Giddens untuk memahami konversi modal serta negosiasi aturan adat dalam pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive yang mencakup tokoh adat, pelaku hiburan, pengrajin, serta pengelola wisata, kemudian dikembangkan melalui snowball sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Suku Abui diartikulasikan melalui rumah adat ( Fala/Fala Foka ), tarian Lego-lego dan Cakalele , bahasa Abui, pakaian adat, Moko , kerajinan lokal, serta ritual leluhur. Komodifikasi memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan visibilitas budaya, tetapi berisiko menggeser batas kesakralan, memperlebar ketimpangan akses, dan mereduksi makna budaya. Ketahanan tradisi Suku Abui sangat bergantung pada kapasitas kontrol komunitas (kontrol komunitas) dalam mengendalikan representasi budaya, menjaga transmisi pengetahuan antargenerasi, dan mendistribusikan manfaat pariwisata secara adil.
Generation Z Employee Engagement Measurement Model Using Gallup Q12 in the Hospitality Industry: A Study at Villa Seminyak, Bali I Wayan Eka Sudarmawan; I Made Hadi Purnantara; Kadek Wira Adi Saputra
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 5 No. 1 (2025): : Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v5i3.6111

Abstract

Employee engagement is a strategic factor for the hospitality industry because service quality is greatly influenced by employee commitment and involvement. This study aims to develop an employee engagement measurement model specifically for Generation Z employees at Villa Seminyak using the Gallup Q12 instrument. The research method uses a quantitative descriptive approach through the distribution of questionnaires to 34 Gen Z employees. The results show that the Basic Needs (Q1–Q2) and Teamwork (Q7–Q10) dimensions obtained the highest scores, while the Growth dimension (Q11–Q12) was the weakest aspect. These findings confirm that Gen Z requires role clarity, social support, and a collaborative work environment, but has high demands on career development and coaching. This study produces a Gen Z Employee Engagement model based on the Gallup Q12 combined with the psychological context and generational characteristics. This model can be used as a basis for developing HR strategies to improve employee engagement and hotel service quality
The Mediating Role of Tourist Digital Experience in the Relationship between E-Service Quality, Interaction Quality, and Behavioral Intentions: Evidence from Bongkasa Pertiwi Tourism Village I Wayan Eka Sudarmawan; I Made Hadi Purnantara; Kadek Wira Adi Saputra
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Sharia Economic and Management Business
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i3.2457

Abstract

Background: Tourism villages are increasingly shaped by digital service encounters and human interactions. However, limited empirical research has examined how E-Service Quality and Interaction Quality jointly influence Behavioral Intentions through Tourist Digital Experience in community-based tourism villages. This study investigates the mediating role of Tourist Digital Experience in Bongkasa Pertiwi Tourism Village. Method: This study employed a quantitative approach with an explanatory and correlational design. Data were collected from 151 domestic and international tourists who had visited Bongkasa Pertiwi Tourism Village and accessed digital information or communication related to the destination. Respondents were selected using purposive sampling. Data were obtained through a closed questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using SEM-PLS with Smart PLS 4. Results: Interaction Quality significantly influenced Tourist Digital Experience (β = 0.316; p < 0.001), and Tourist Digital Experience significantly influenced Behavioral Intentions (β = 0.363; p < 0.001). E-Service Quality and Interaction Quality also had significant direct effects on Behavioral Intentions. However, E-Service Quality did not significantly influence Tourist Digital Experience. The mediation analysis showed that Tourist Digital Experience partially mediated the relationship between Interaction Quality and Behavioral Intentions, but did not mediate the relationship between E-Service Quality and Behavioral Intentions. Conclusion: The findings indicate that human interaction plays a stronger role than digital service quality in shaping tourists’ digital experiences in community-based tourism villages. Reliable digital services remain important for strengthening behavioral intentions, but meaningful interaction with destination actors is essential for enhancing tourist experience, revisit intention, recommendation intention, and positive word-of-mouth. This study contributes to digital tourism village research by positioning Tourist Digital Experience as a mediating mechanism between service quality and tourist behavioral responses.