Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Ketersediaan Layanan Informasi Dan Kepuasan Pengguna Terhadap Kualitas Sistem Informasi Hafiz Elmi; Ambiyar Ambiyar; Nizwardi Jalinus; Rijal Abdullah; Fadhilah Fadhilah
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jis.v22i1.7570

Abstract

SMK Negeri 8 Padang merupakan salah satu sekolah kejuruan yang ada di Kota Padang yang sudah menggunakan website sebagai sumber informasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan layanan informasi dan kepuasan pengguna terhadap kualitas sistem informasi di SMK Negeri 8 Padang.  Jumlah populasi penelitian sebanyak 1096 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 92. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional stratified random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan ketersediaan layanan informasi dan kepuasan pengguna pada sistem informasi bersama-sama dengan kualitas sistem informasi. Jadi dapat dikatakan makin tinggi ketersediaan layanan informasi dan kepuasan pengguna makin tinggi pula kualitas sebuah sistem informasi.
Efektivitas Mobile Learning Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Hafiz Elmi; Dedy Irfan; Wakhinuddin Simatupang; Mukhlidi Muskhir
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 9, No 1 (2023): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtev.v9i1.121670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan dari penggunaan mobile learning Untuk Media Pendukung Pembelajaran Mandiri. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 6 Padang pada semester genap. Jumlah peserta didik sebanyak 42 orang. Untuk mengukur keefektifan mobile learning digunakan instrumen berupa tes hasil belajar (posttest) pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif mobile learning dilaksanakan dalam enam kali tatap muka dan satu kali pemberian tes akhir (post-test).. Berdasarkan data hasil belajar dari 28 orang siswa yang mengikuti tes setelah mereka menggunakan mobile learning memiliki rata-rata hasil belajar yaitu 78.84, ini termasuk kategori sangat efektif. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas mobile learning sebagai media pendukung pembelajaran mandiri dibuktikan dari hasil belajar siswa yang mengikuti tes sebelum menggunakan mobile learning dengan setelah menggunakan mobile learning menunjukan adanya peningkatan hasil belajar.
Evaluasi Mobile Learning Pemrograman Dasar sebagai Media Pembelajaran Mandiri Hafiz Elmi; Ambiyar Ambiyar; Fahmi Rizal; Nizwardi Jalinus; Waskito Waskito; Rizky Ema Wulansari
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 22, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jis.v22i2.8457

Abstract

Dalam mengembangkan suatu sistem, kemudahan penggunaan merupakan prinsip penting yang digunakan sebagai ukuran keberhasilan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Mobile Learning Pemrograman Dasar yang berfokus pada aspek praktikalitas dan efektifitas penggunaan sistem. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 6 Padang dengan jumlah peserta didik sebanyak 28 orang. Data praktikalitas diperoleh dari angket, tujuannya adalah untuk melihat kepraktisan Mobile Learning meliputi aspek kemudahan, waktu yang diperlukan dan daya tarik Mobile Learning. Selanjutnya untuk mengukur keefektifan Mobile Learning digunakan instrumen berupa tes hasil belajar (posttest) pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif Mobile Learning dilaksanakan dalam enam kali tatap muka dan satu kali pemberian tes akhir (post-test). Berdasarkan angket uji praktikalitas yang telah diberikan kepada peserta didik didapatkan hasil 82,75% dengan kategori sangat praktis. Selanjutnya, berdasarkan data hasil belajar dari siswa yang mengikuti tes setelah mereka menggunakan Mobile Learning memiliki rata-rata hasil belajar yaitu 78.84, ini termasuk kategori sangat efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan kategori praktis yang dikembangkan dapat mempermudah siswa dalam pemahaman materi dan menunjukkan efektivitas Mobile Learning sebagai media pendukung pembelajaran mandiri dibuktikan dari adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan Mobile Learning.
Smart learning model in technical and vocational education training with webcast technology Yasdinul Huda; Putra Jaya; Elfi Tasrif; Hafiz Elmi
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v13i2.59146

Abstract

This research aims to develop an e-learning strategy for the industrial revolution 4.0 era by developing an innovative and adaptable TVET learning model using Webcast technology. This approach highlights the blended learning model developed as a smart learning model featuring a balance between synchronous and asynchronous learning using webcast technology. Research and development method is used in this approach.  The model design is done by literature study and focus group discussion with experts and academicians. The model effectiveness trial results were measured with an experimental design (using the one-group pretest-posttest and posttest-only method with nonequivalent groups). The results of developing a smart learning model of TVET webcast technology describe: (1) How the learning rules are used; (2) How to connect with webcasting technology; and (3) What are the stages and steps of the webcasting-based smart learning model? The proposed model approach allows for simultaneous learning interactions in synchronous and asynchronous classes in various locations, thus triggering student engagement in learning activities and enhancing different learning styles, ways of thinking, and problem-solving skills.